MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 16 April 2018 08:48
Penanggulangan Pencemaran Harus Disepakati Bersama
PENCEMARAN: Upaya pembersihan pesisir Teluk Balikpapan dari tumpahan minyak yang dilakukan secara manual, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sudah dua pekan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan terjadi. Pihak Pertamina memang sudah melakukan penanggulangan pencemaran, termasuk pembersihan dan proses sosial budaya seperti negosiasi dan pembayaran kompensasi terhadap korban yang meninggal dunia. Namun, bagi Forum Peduli Teluk Balikpapan, semua langkah itu belum cukup.

 
Anggota Forum Teluk Balikpapan, Husein Suwarno mengatakan, proses pemulihan ekosistem terdampak harus dilakukan. Berapa lama waktu yang diperlukan akan tergantung pada seberapa besar dan seberapa luas sebaran kerusakan yang ditimbulkan serta teknologi dan kemampuan finansialnya.

“Semakin berat dan luas kerusakannya, maka umumnya membutuhkan waktu semakin lama,” ujar dia.


Menurutnya, otoritas terkait seharusnya menyampaikan secara terbuka derajat dan sebaran kerusakan kepada masyarakat luas dalam upaya penanggulangan pencemaran ini. Sebab, itu amanat undang-undang, terutama bila mengacu pasal 53 ayat 2 huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Pemberian informasi kepada masyarakat merupakan salah satu langkah dalam upaya penanggulangan.

“Hal ini amat penting, karena bisa jadi ada beberapa kampung atau desa yang dilewati jalur pipa minyak atau zona tertentu yang masih ada sebaran minyak berpotensi terbakar dan menimbulkan korban tambahan,” jelasnya.

 
Selain itu, kata Husein, penting bagi pemerintah dan pencemar menyepakati rencana pemulihan yang disusun oleh pencemar. Penyusunan rencana pemulihan ini, dalam kadar tertentu, sebaiknya melibatkan masyarakat luas terutama yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak.

“Harus dipastikan akuntabilitas dari proses pemulihan ini,” tandas dia.


Pengukuran dampak, dia menambahkan, bukan hanya satu waktu. Tetapi, menghitung berapa lama dampak akan berpengaruh secara multiyear, sebab dalam banyak kasus pemulihan pencemaran laut memerlukan waktu lama.

Dengan menggunakan prinsip yang dikembangkan oleh Business and Biodiversity Offsets Program (BBOP), dapat dikalkulasikan kewajiban offset yang bisa diusulkan dan disepakati. Umumnya, BBOP merekomendasikan offset dua kali dampak yang terjadi sehingga kondisi bisa terpulihkan.

“Evaluasi lingkungan di Teluk Balikpapan wajib dilakukan kalau masih ingin punya Teluk Balikpapan yang kaya biodiversity-nya. Bila melihat statement Kementerian Kelautan dan Perikanan, minimal enam bulan baru pulih,” ujarnya.


Dia mengatakan, selama ini belum melihat upaya yang berarti dilakukan Pertamina. Sejauh ini untuk kerusakan ekologi, penanganannya begitu lamban.

“Mangrove yang terpapar minyak itu sudah bisa dipastikan akan mati menurut para ahli. Kerugian itu yang harus dihitung,” ujarnya.

Sementara persoalan nelayan, katanya lagi, pergantian atau pemberian kompensasi jangan dilakukan ala kadarnya. “Masih banyak nelayan yang wilayah tangkapannya di Teluk Balikpapan menerima bantuan seadanya,” pungkas dia. (ham/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 08:27

MANTAP..!! Pemkot Segera Terbitkan Perwali LGBT, Apa Isinya?

BALIKPAPAN  -  Setelah mendapat sorotan terkait isu perkumpulan kaum lesbi, gay, biseks, dan…

Senin, 15 Oktober 2018 08:19

RASAKAN..!! Kaum Sodom Balikpapan Diperiksa Polres

BALIKPAPAN  –  Polres Balikpapan bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan gay yang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Sudah 28 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Komitmen Pemkot Dipertanyakan

BALIKPAPAN  - Kejahatan kekerasan seksual terhadap anak semakin menghantui Kota Beriman. Data Unit…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Dewan Serius Godok Perda LGBT

BALIKPAPAN -  Wakil rakyat yang duduk di legislatif kini tengah serius berupaya menangkal ancaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

Sistem Aduan Dipertanyakan

BALIKPAPAN  -  Praktisi Hukum Balikpapan, Rio Ridhayon mengeluhkan mekanisme pengaduan di…

Senin, 15 Oktober 2018 08:15

Berharap PR Polres Segera Tuntas Tas…Tas

BALIKPAPAN  -  Kinerja kepolisian khususnya wilayah Polres Balikpapan sejauh ini memang terbilang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:14

Rem Blong, Truk Bermuatan Cat Hantam Inova

BALIKPAPAN  -  Kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di tanjakan menuju…

Senin, 15 Oktober 2018 08:11

Ular Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusurisawah mencari mangsa. Pada suatu hari, kedua ular tadi sedang asyik menelusuri…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Sebagian Korban Bencana Sulteng Sulit Diidentifikasi

JAKARTA  — Upaya identifikasi korban gempa dan tsunami Palu masih terus dilakukan. Dari sekitar…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:17

MUI Gali Fakta LGBT, Pemkot Didesak Sediakan Rehabilitasi

BALIKPAPAN - Isu komunitas lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merebak di Kota Beriman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .