MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Senin, 16 April 2018 09:02
Belum Dibersihkan Pertamina, Ganggu Ekosistem
Limbah Minyak Menempel di Mangrove
Teluk Balikpapan sebelum dicemari limbah minyak.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Persoalan dampak tumpahan minyak akibat putusnya pipa distribusi bawah laut milik Pertamina belum berakhir. Meski Pertamina telah mengklaim melalui website-nya bahwa ceceran minyak semakin bersih, namun dampak yang ditimbulkan masih terlihat. Mulai dari kawasan mangrove hingga ekosistem laut yang belum pulih.


Sebelumnya, Pertamina melakukan pemulihan sisa ceceran minyak menggunakan vacuum truck yang dilengkapi oil boom dan oil spill dispersant. Sementara pemulihan sisa minyak di Kampung Atas Air dan Kampung Baru, dilakukan dengan pengisapan menggunakan vacuum truck dan oil absorbent.


Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan, Yosmianto menyebut, peralatan yang digunakan Pertamina untuk membersihkan sisa minyak diklaim sebagai organik.

 “Menurut dia (Pertamina) itu ‘kan organik ya, bukan kimiawi. Bukan termasuk kimiawi, maka aman di ekosistem,” ungkap Yosmianto. Dikatakan Yosmianto, saat ini proses pembersihan tumpahan minyak memang difokuskan di lokasi permukiman.

 “Kalau sudah selesai, sebaiknya ekosistem mangrove itu yang dibersihkan. Karena masih ada yang menempel di mangrove sisa minyaknya. Selama masih ada sisa minyak itu, maka ikan tidak akan bisa hidup di situ. Karena sumber makan ikan di situ,” ungkapnya.

Jika kawasan mangrove masih tercemar, maka ikan yang hidup di sana dan selama ini menjadi sumber kehidupan para nelayan akan menjauh ke dalam. “Efek ke nelayan. Percuma kalau cari ikan di tempat tercemar, nggak ada juga,” imbuhnya.

Wilayah pesisir yang terdampak tumpahan minyak, di antaranya, Sepinggan, Kampung Baru, sebagian Klandasan, Kariangau, dan Sungai AURI. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, perairan yang terdampak baru bisa pulih setelah enam bulan.

“Ini masuk akal, karena minyak tercuci ombak. Tapi yang kami lihat, dari segi perikanan ‘kan konsentrasi pembersihan belum sampai mangrove. Kami tunggu saja, karena kewenangan ‘kan di DLH juga soal pembersihan ini,” tandasnya. (cha/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:54

AYO BELANJA MURAH

Suasana Natal kian terasa di sejumlah perbelanjaan di Kota Minyak.…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:53

Selama 2018, Kebakaran di Kota Ini Merenggut Enam Jiwa

BALIKPAPAN  -  Musibah kebakaran yang terjadi selama tahun 2018 mendapat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:52

WADUH..!! Ada 84 Orang Gila Bebas Berkeliaran di Tengah Kota

BALIKPAPAN  -  Orang gila (orgil) atau bahasa medisnya orang dengan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:51

PHKT Beri Edukasi dan Kampanye HIV/AIDS ke Pelajar

BALIKPAPAN  -   Memperingati Hari AIDS Sedunia, PT Pertamina Hulu Kalimantan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

LVRI Balikpapan Butuh Kantor Baru

BALIKPAPAN  -  Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

Menag Dukung Putusan MK, Usia Nikah Minimal 19 Tahun

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:49

Kemendagri Instruksikan E-KTP Rusak Dibakar

KEMENTERIAN  Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan agar e-KTP yang rusak…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:48

PLN UP3 Balikpapan Siap Siaga Bencana

BALIKPAPAN  -  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan menggelar…

Jumat, 14 Desember 2018 08:35

Gang Api Bakal Disulap Menjadi Permukiman Modern

BALIKPAPAN   -  Permukiman atas air di kawasan Gang Api,…

Jumat, 14 Desember 2018 08:33

2019, Dewan dan Pemkot Bahas 48 Raperda

BALIKPAPAN   -  Sebanyak 47 raperda disepakati dalam rapat sinkronisasi fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .