MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 18 April 2018 09:00
Sekeluarga Tewas Dilalap Api

Terpanggang di Drum Berisi Air

MENYAYAT HATI: Suasana duka mendalam mewarnai kepergian para korban kebakaran di Jalan Merdeka. Salah seorang korban ditemukan dalam kondisi hangus di dalam bak air.

PROKAL.CO, SAMARINDA   -   Polisi melakukan penyelidikan mendalam terhadap kebakaran di kawasan padat pemukiman di Jalan Merdeka 2 RT 91 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Si jago merah mengamuk pada Selasa pukul 02.00 WITA. Kebakaran itu menyebabkan enam orang meninggal dunia yang seluruhnya masih dalam satu keluarga.

 Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, yang langsung datang ke lokasi kejadian menuturkan, dirinya sangat prihatin dengan musibah kebakaran yang baru terjadi, bahkan musibah ini termasuk kejadian luar biasa lantaran menelan korban jiwa.”Dari kejadian ini, terdapat 6 korban tewas, kesemuanya adalah satu keluarga.

Di saat terjadi kebakaran keenamnya diduga hendak menyelamatkan diri, namun terjebak, hingga akhirnya memilih bersembunyi di dalam drum yang berada di dapur. Dan saat ditemukan kesemuanya dalam kondisi tewas dengan luka bakar, dan kondisinya sulit untuk dikenali,” kata Vendra.

Lanjutnya lagi, dugaan sementara hingga saat ini, penyebab terjadinya kebakaran akibat arus pendek listrik di kios yang terdapat di depan rumah Erhamsyah.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik, namun itu belum dari hasil crime investigation," ungkapnya,

Bahkan, guna mengetahui penyebab utama terjadinya kebakaran, tim dari laboratorium Mebes Polri akan langsung datang dari Surabaya untuk melakukan penyelidikan.

"Tim DVI Polda Kaltim sudah turun, kita juga masih menunggu kedatangan tim labfor mabes Polri untuk lakukan mencari tahu penyebab kebakaran," tutup Vendra.

Data data yang dihimpun, akibat musibah ini, terdapat 3 bangunan rumah milik warga hangus terbakar, menyebabkan, 31 jiwa dari 8 kepala keluarga untuk sementara waktu mengungsi ke tempat sanak saudara atau warga sekitar.

Sekira pukul 04.00 Wita, setelah memastikan tidak ada lagi api yang berkobar, petugas selanjutnya memasuki kediaman Erhamsyah yang sudah rata dengan tanah. Petugas mencari keberadaan keenam anggota keluarga yang dikabarkan tewas itu.

Setelah 15 menit melakukan penelusuran dengan bantuan lampu penerangan dari relawan. Petugas berhasil menemukan dimana letak keenam warga tersebut berada. Keenam korban tersebut tepat berada di belakang dapur pojok kanan rumah.

 “Ada tiga korban yang berada di dalam drum, bahkan satu drum berisi 3 orang, yakni ibu dan kedua anaknya. Nah, satu lagi jasad laki-laki kami temukan di samping drum, tepatnya di dalam selokan,” kata Pandu, Relawan Repena.

Melihat kondisi keenam jasad yang hangus terbakar, para relawan hanya bisa mengelus dada. Sedih bercampur haru hanya itu yang bisa menggambarkan bagaimana perjuangan keenam anggota keluarga ini untuk bisa selamat dari kobaran api saat itu.

Diduga keenamnya berusaha melarikan diri ke arah pintu depan rumah, namun lantaran rumah sudah dikepung api, ditambah lagi bagian depan rumah sudah ambruk, keenamnya memilih bertahan di dapur dan berharap api tidak merambat hingga ke belakang.

Namun, prediksi itu meleset, api terus saja merambat dan mendekati keenamnya yang sudah terpojok di dapur rumah. Saat itu terdapat beberapa drum berisi air yang ada di dapur. Tanpa pikir panjang di tengah kekalutan dan kengerian, secara bergantian kelima anggota keluarga itu masuk ke dalam drum berisi air.

Drum pertama yang berada di deretan depan diisi oleh Amat (23), drum kedua yang terbuat dari plastik diisi oleh Tinah (57), dan drum ketiga diisi oleh Fitriani (30) bersama kedua putrinya, Safna (12) dan Amila (3), sedangkan Erhamsyah (74) hanya bisa berdiri di pojok dapur.

Upaya penyelamatan justru berujung petaka, kobaran api yang semakin membesar membuat bangunan lantai dua runtuh, sementara jilatan api menyambar keenamnya yang berada di dapur. Layaknya daging yang dimasak dengan tungku, air yang berada di dalam drum memanas dan mendidih, kelima warga yang sebelumnya berada di dalam drum tak bisa berbuat apa-apa, sembari air mendidih tubuh mereka pun dijilat panasnya api.

Tak terbayangkan bagaiman suasana mengerikan dan mencekam dialami anggota keluarga ini. Bertahan hidup ditengah kobaran api yang sedikit demi sedikit menyambar tubuh mereka. Terlebih bayi malang Amila yang saat itu berada di dalam drum bersama kakaknya Safna dan ibunya Fitriani. Demikian pula dengan Erhamsyah yang sejak tadi berada di ujung dapur. Tubuhnya pun hangus terbakar.

Untuk mengangkat jasad keenamnya, petugas harus eksta hati-hati dan waspada. Kondisi tubuh yang melepuh dan rapat di dalam drum membuat proses efakuasi berjalan dramatis, petugas bahkan harus memotong drum agar bisa mengeluarkan para korban yang lengket di dalam drum saat itu.

“Pertama yang kita keluarkan adalah Tinah, lantaran posisinya mudah untuk di angkat dari dalam drum palstik yang sudah meleleh, kemudian kita angkat tubuh Amad dengan terlebih dulu memotong bagian atas lingkaran drum, disusul mengangkat tubuh Erhamsyah yang berada di selokan,” terang Pandu.

Drum ketiga yang berisi ibu dan kedua anaknya sempat membuat kerepotan petugas, lantaran terjepit satu dengan yang lain di dalam drum. Untuk mengelurkan tubuh ketiganya petugas harus menjebol bagian bawah drum dengan terlebih dahulu merebahkannya.

Cara ini rupanya berhasil, kedua bocah malang itu dikeluarkan dari arah bawah drum, Sedangkan tubuh Fitriani melalu lubang drum bagian atas.

“Untuk mengangkat dan mengeluarkan tubuh para korban dari dalam drum memang harus sangat hati-hati sebab beberapa bagian kulit sudah mengelupas, bahkan ada nggota tubuh seperti tangan dan kaki hamper terlepas,” tambah Ichwan Wahyudin, petugas Damkar Samarinda.

Setelah memasukkan keenam korban tewas ke dalam kantung jenazah, selanjutnya dibawa menuju unit ambulance yang sudah menunggunya. Sejumlah warga yang menunggu sejak dimulainya pencarian, melihat keenam korban berhasil ditemukan kerumunan warga sontak berteriak. Allah Hu Akbar, Allah Hu Akbar, Allah Hua Akbar..

Suara kumandang takbir ini bergema seperti mengisyaratkan keenam korban tewas, meninggal dalam kondisi Syahid. Selanjutnya seluruh jasad dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk proses visum kepolisian. (kis/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…

Rabu, 23 Mei 2018 08:18

Bawa Sabu, Pengangguran Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –  Seorang pengangguran, Andri Saputra, warga gang Padaidi RT 11 Baru Ulu…

Rabu, 23 Mei 2018 08:16

Karyawan Pertamina Itu Tak Hadiri Panggilan Penyidik Polda Kaltim

BALIKPAPAN  -  Pemeriksaan terhadap IS (50), karyawan Pertamina yang ditetapkan sebagai tersangka…

Rabu, 23 Mei 2018 08:15

Tiga Ibadah yang Paling Dianjurkan

BALIKPAPAN  -  Di bulan suci Ramadan, umat Islam berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan demi…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Membayar Utang Puasa

Kisah fiktif ini diceritakan terjadi 2 bulan sebelum bulan Ramadhan. Seorang pedagang sedang menjual…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Pemohon Galau, Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Sejumlah warga yang tengah mengurus SIM di Satlantas Polres Balikpapan Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Hari Ini, Penyidik Polda Kaltim Panggil IS

BALIKPAPAN  -  Polda Kaltim telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tumpahan minyak mentah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .