MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 20 April 2018 08:33
Putus Mata Rantai Penjualan Miras

PROKAL.CO, SELONG   -   Beberapa hari terakhir, Polres Lombok Timur (Lotim) rutin menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Kaitannya dengan penertiban peredaran minuman keras (miras). Polisi menyisir sejumlah wilayah yang diduga marak peredaran miras. Mulai dari Selong, Sakra, Sukamulia, Pringgabaya, sampai wiayah terluar seperti Sembalun. Puluhan liter miras tradisional maupun pabrikan disita.

Sayangnya, operasi semacam ini masih belum membuat jera para pedagang miras. Buktinya, beberapa pedagang diduga merupakan wajah lama yang kerap terlibat operasi serupa. Para pedagang ini akan kembali lagi berjualan ketika dilepaskan. Mengingat, petugas hanya melakukan pendataan dan pembinaan. Untuk itu, pihak Polres Lotim mengancam akan memproses hukum pedagang yang membandel.

 “Kita tangkap dan proses bila terus menjual lagi,” tegas Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman.

Pasalnya, para pedagang memang harus dibuat jera agar tidak berjualan kembali. Mengingat dampak yang ditimbulkan miras ini sangat berbahaya. Mulai dari mengganggu keamanan dan kondusivitas daerah hingga mendorong terjadinya aksi tindak kejahatan. Namun, untuk memberikan efek jera, Eka menegaskan tidak bisa hanya dilakukan dari institusi kepolisian.

“Harus ada campur tangan dari pemerintah daerah. Kalau hanya polisi saja, tidak maksimal hasilnya,” terang Eka, sapaannya.

Sementara Pjs Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik mengaku akan membicarakan secara khusus dengan Forkopimda mengenai miras itu. Dalam waktu dekat, dia juga akan memerintahkan Satpol PP Lotim untuk melakukan operasi penertiban. Sebagai upaya memberantas penyakit masyarakat. Khususnya agar tidak mengganggu kondusivitas daerah jelang pilkada.

“Kalau menurut saya bisa diberantas secara tuntas kalau gerakan ini terstruktur dan terpadu antara kepolisian dengan pemkab. Bahkan, bisa juga melibatkan TNI dan Pamswakarsa,” terang Khalik.

Harus dilakukan upaya lebih represif dengan jadwal yang lebih padat. Kemudian pemkab juga melakukan pendataan berapa banyak penjual miras yang ada di Lotim. Termasuk, apa jenis pekerjaan para pedagang ini selain menjual miras. “Baru kita intervensi dengan program pemberdayaan oleh OPD terkait,” ucapnya.

 Namun demikian, untuk mendukung penertiban yang lebih represif, maka proses hukum terhadap penjual miras juga harus dilakukan. Termasuk dengan menyita miras yang dijual. Khalik juga menegaskan tidak boleh ada kompensasi bagi pedagang miras. Yang harus dilakukan menurutnya adalah pendataan terhadap potensi mereka atau pekerjaan mereka di luar menjual miras. Kemudian berdasarkan potensi dan jenis pekerjaan mereka, dilakukan pemberdayaan.

 “Yang saya tahu di lapangan, rata-rata mereka menjual miras ini sebagai sampingan yang secara kebetulan memang bagi mereka cukup menguntungkan,” bebernya.

 Perilaku itu, menurutnya, yang harus diamputasi. Karena pemberdayaan tidak mesti dengan memberikan kompensasi. Melainkan bisa dalam bentuk pemberdayaan mental. Diperlukan juga pengembangan atas potensi mereka baru diintervensi dalam bentuk program yang tepat. “Misal, bantuan peralatan atau yang lain,” cetusnya.

 “Tapi, sekali lagi, itu bukan utama. Karena mengamputasi perilaku pedagang miras jauh lebih utama,” pungkasnya. (ton/r2/jpnn/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:05

Rudi Embat Ban Truk Nganggur

BALIKPAPAN - Rudi Halili (36) warga Jalan Batu Butok, Kelurahan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:02

Ratusan Miras Siap Dimusnahkan

BALIKPAPAN - Ratusan botol dan kaleng minuman keras (miras) yang…

Minggu, 16 Desember 2018 09:58

Kasus Penikaman Teman, Polres Segera Gelar Rekonstruksi

BALIKPAPAN - Penyidik Polres Balikpapan masih melengkapi berkas tersangka Udin.…

Minggu, 16 Desember 2018 09:49

Perusak Bendera Disuruh PDIP

PEKANBARU - Terduga pelaku perusak baliho penyambutan SBY hingga atribut…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:48

Korban Luka Bakar Belum Bisa Diperiksa

BALIKPAPAN   -   Rekonstruksi kasus pembakaran yang diduga sengaja dilakukan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:46

Harga Bahan Pokok Masih Stabil

BALIKPAPAN  -  Untuk memastikan harga kebutuhan pokok di wilayah Balikpapan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:44

Pura-Pura Jadi Pembeli, Motor Korban Digadai

BALIKPAPAN   -    Waspadalah saat hendak menjual barang. Jangan biarkan barang…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:43

Sidang Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, JPU Hadirkan Berapa Saksi..??

BALIKPAPAN   -   Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tumpahan minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:41

Akibat Sebuah Kedewasaan

Tepat pada hari ulang tahunnya ke-17, pemuda tampan berbicara langsung…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:40

Gereja Didata, Bakal Disterilisasi, Polda Kaltim Kerahkan 100 Tim Khusus

BALIKPAPAN  -  Selain mengecek kestabilan harga, jajaran Polda Kaltim memastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .