MANAGED BY:
SELASA
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 20 April 2018 08:33
Putus Mata Rantai Penjualan Miras

PROKAL.CO, SELONG   -   Beberapa hari terakhir, Polres Lombok Timur (Lotim) rutin menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Kaitannya dengan penertiban peredaran minuman keras (miras). Polisi menyisir sejumlah wilayah yang diduga marak peredaran miras. Mulai dari Selong, Sakra, Sukamulia, Pringgabaya, sampai wiayah terluar seperti Sembalun. Puluhan liter miras tradisional maupun pabrikan disita.

Sayangnya, operasi semacam ini masih belum membuat jera para pedagang miras. Buktinya, beberapa pedagang diduga merupakan wajah lama yang kerap terlibat operasi serupa. Para pedagang ini akan kembali lagi berjualan ketika dilepaskan. Mengingat, petugas hanya melakukan pendataan dan pembinaan. Untuk itu, pihak Polres Lotim mengancam akan memproses hukum pedagang yang membandel.

 “Kita tangkap dan proses bila terus menjual lagi,” tegas Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman.

Pasalnya, para pedagang memang harus dibuat jera agar tidak berjualan kembali. Mengingat dampak yang ditimbulkan miras ini sangat berbahaya. Mulai dari mengganggu keamanan dan kondusivitas daerah hingga mendorong terjadinya aksi tindak kejahatan. Namun, untuk memberikan efek jera, Eka menegaskan tidak bisa hanya dilakukan dari institusi kepolisian.

“Harus ada campur tangan dari pemerintah daerah. Kalau hanya polisi saja, tidak maksimal hasilnya,” terang Eka, sapaannya.

Sementara Pjs Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik mengaku akan membicarakan secara khusus dengan Forkopimda mengenai miras itu. Dalam waktu dekat, dia juga akan memerintahkan Satpol PP Lotim untuk melakukan operasi penertiban. Sebagai upaya memberantas penyakit masyarakat. Khususnya agar tidak mengganggu kondusivitas daerah jelang pilkada.

“Kalau menurut saya bisa diberantas secara tuntas kalau gerakan ini terstruktur dan terpadu antara kepolisian dengan pemkab. Bahkan, bisa juga melibatkan TNI dan Pamswakarsa,” terang Khalik.

Harus dilakukan upaya lebih represif dengan jadwal yang lebih padat. Kemudian pemkab juga melakukan pendataan berapa banyak penjual miras yang ada di Lotim. Termasuk, apa jenis pekerjaan para pedagang ini selain menjual miras. “Baru kita intervensi dengan program pemberdayaan oleh OPD terkait,” ucapnya.

 Namun demikian, untuk mendukung penertiban yang lebih represif, maka proses hukum terhadap penjual miras juga harus dilakukan. Termasuk dengan menyita miras yang dijual. Khalik juga menegaskan tidak boleh ada kompensasi bagi pedagang miras. Yang harus dilakukan menurutnya adalah pendataan terhadap potensi mereka atau pekerjaan mereka di luar menjual miras. Kemudian berdasarkan potensi dan jenis pekerjaan mereka, dilakukan pemberdayaan.

 “Yang saya tahu di lapangan, rata-rata mereka menjual miras ini sebagai sampingan yang secara kebetulan memang bagi mereka cukup menguntungkan,” bebernya.

 Perilaku itu, menurutnya, yang harus diamputasi. Karena pemberdayaan tidak mesti dengan memberikan kompensasi. Melainkan bisa dalam bentuk pemberdayaan mental. Diperlukan juga pengembangan atas potensi mereka baru diintervensi dalam bentuk program yang tepat. “Misal, bantuan peralatan atau yang lain,” cetusnya.

 “Tapi, sekali lagi, itu bukan utama. Karena mengamputasi perilaku pedagang miras jauh lebih utama,” pungkasnya. (ton/r2/jpnn/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:44

Lehernya Dijerat..!! Pasutri Tewas, Ditemukan di Mobil dan Kamar

BALIKPAPAN  -   Perampokan disertai pembunuhan sadis kembali terjadi di Kota Balikpapan.…

Selasa, 18 September 2018 07:41

44 KTP Luar Daerah Terjaring Yustisi

BALIKPAPAN  -   Operasi yustisi kembali digencarkan jajaran Satpol PP. Kali ini, tim gabungan…

Selasa, 18 September 2018 07:39

Tiga Pelaku Diciduk di Samboja dan Manggar

TIM gabungan dari Polres Balikpapan dan Jatanras Polda Kaltim langsung melakukan pengejaran terhadap…

Selasa, 18 September 2018 07:36

Suami Jadi Pengedar, Istri yang Mendekam

BALIKPAPAN   -  Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar segera melapor kepada pihak…

Selasa, 18 September 2018 07:34

Korban Dikenal Baik dan Agamis

JERITAN   histeris pecah ketika jasad Sunarsih (35) dibawa menuju mobil ambulans yang terparkir…

Senin, 17 September 2018 09:04

Pemabuk Tewaskan Nenek Pejalan Kaki

BALIKPAPAN  -  Suasana lengang di kawasan Jalan Projakal Km 5 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan…

Senin, 17 September 2018 09:02

Motor Curian Ditenggelamkan di Laut

BALIKPAPAN  -  Ada-ada saja yang dilakukan oleh para pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor…

Senin, 17 September 2018 09:00

Dikira Janin Ternyata Tembuni

BALIKPAPAN  –  Kawasan Jalan MT Haryono tepat di depan Sekolah Katolik Agustinus Adisutjipto…

Senin, 17 September 2018 08:58

Kotak Infak Masjid Kembali Dibobol

BALIKPAPAN  -  Sungguh tak bermoral, di masjid sekalipun nekat melakukan tindak kriminalitas.…

Senin, 17 September 2018 08:57

Sengaja Membakar Lahan, Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –   Ini merupakan peringatan bagi siapapun yang menyebabkan terjadinya kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .