MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 20 April 2018 08:33
Putus Mata Rantai Penjualan Miras

PROKAL.CO, SELONG   -   Beberapa hari terakhir, Polres Lombok Timur (Lotim) rutin menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Kaitannya dengan penertiban peredaran minuman keras (miras). Polisi menyisir sejumlah wilayah yang diduga marak peredaran miras. Mulai dari Selong, Sakra, Sukamulia, Pringgabaya, sampai wiayah terluar seperti Sembalun. Puluhan liter miras tradisional maupun pabrikan disita.

Sayangnya, operasi semacam ini masih belum membuat jera para pedagang miras. Buktinya, beberapa pedagang diduga merupakan wajah lama yang kerap terlibat operasi serupa. Para pedagang ini akan kembali lagi berjualan ketika dilepaskan. Mengingat, petugas hanya melakukan pendataan dan pembinaan. Untuk itu, pihak Polres Lotim mengancam akan memproses hukum pedagang yang membandel.

 “Kita tangkap dan proses bila terus menjual lagi,” tegas Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman.

Pasalnya, para pedagang memang harus dibuat jera agar tidak berjualan kembali. Mengingat dampak yang ditimbulkan miras ini sangat berbahaya. Mulai dari mengganggu keamanan dan kondusivitas daerah hingga mendorong terjadinya aksi tindak kejahatan. Namun, untuk memberikan efek jera, Eka menegaskan tidak bisa hanya dilakukan dari institusi kepolisian.

“Harus ada campur tangan dari pemerintah daerah. Kalau hanya polisi saja, tidak maksimal hasilnya,” terang Eka, sapaannya.

Sementara Pjs Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik mengaku akan membicarakan secara khusus dengan Forkopimda mengenai miras itu. Dalam waktu dekat, dia juga akan memerintahkan Satpol PP Lotim untuk melakukan operasi penertiban. Sebagai upaya memberantas penyakit masyarakat. Khususnya agar tidak mengganggu kondusivitas daerah jelang pilkada.

“Kalau menurut saya bisa diberantas secara tuntas kalau gerakan ini terstruktur dan terpadu antara kepolisian dengan pemkab. Bahkan, bisa juga melibatkan TNI dan Pamswakarsa,” terang Khalik.

Harus dilakukan upaya lebih represif dengan jadwal yang lebih padat. Kemudian pemkab juga melakukan pendataan berapa banyak penjual miras yang ada di Lotim. Termasuk, apa jenis pekerjaan para pedagang ini selain menjual miras. “Baru kita intervensi dengan program pemberdayaan oleh OPD terkait,” ucapnya.

 Namun demikian, untuk mendukung penertiban yang lebih represif, maka proses hukum terhadap penjual miras juga harus dilakukan. Termasuk dengan menyita miras yang dijual. Khalik juga menegaskan tidak boleh ada kompensasi bagi pedagang miras. Yang harus dilakukan menurutnya adalah pendataan terhadap potensi mereka atau pekerjaan mereka di luar menjual miras. Kemudian berdasarkan potensi dan jenis pekerjaan mereka, dilakukan pemberdayaan.

 “Yang saya tahu di lapangan, rata-rata mereka menjual miras ini sebagai sampingan yang secara kebetulan memang bagi mereka cukup menguntungkan,” bebernya.

 Perilaku itu, menurutnya, yang harus diamputasi. Karena pemberdayaan tidak mesti dengan memberikan kompensasi. Melainkan bisa dalam bentuk pemberdayaan mental. Diperlukan juga pengembangan atas potensi mereka baru diintervensi dalam bentuk program yang tepat. “Misal, bantuan peralatan atau yang lain,” cetusnya.

 “Tapi, sekali lagi, itu bukan utama. Karena mengamputasi perilaku pedagang miras jauh lebih utama,” pungkasnya. (ton/r2/jpnn/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…

Rabu, 23 Mei 2018 08:18

Bawa Sabu, Pengangguran Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –  Seorang pengangguran, Andri Saputra, warga gang Padaidi RT 11 Baru Ulu…

Rabu, 23 Mei 2018 08:16

Karyawan Pertamina Itu Tak Hadiri Panggilan Penyidik Polda Kaltim

BALIKPAPAN  -  Pemeriksaan terhadap IS (50), karyawan Pertamina yang ditetapkan sebagai tersangka…

Rabu, 23 Mei 2018 08:15

Tiga Ibadah yang Paling Dianjurkan

BALIKPAPAN  -  Di bulan suci Ramadan, umat Islam berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan demi…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Membayar Utang Puasa

Kisah fiktif ini diceritakan terjadi 2 bulan sebelum bulan Ramadhan. Seorang pedagang sedang menjual…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Pemohon Galau, Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Sejumlah warga yang tengah mengurus SIM di Satlantas Polres Balikpapan Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Hari Ini, Penyidik Polda Kaltim Panggil IS

BALIKPAPAN  -  Polda Kaltim telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tumpahan minyak mentah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .