MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 20 April 2018 08:43
Butuh Empat Jam, Pipa Pertama Diangkat

Liputan Terhalang, Radius 200 Meter Dijaga Ketat

EVAKUASI: Proses pengangkatan pipa dilakukan kapal crane Sea Heavens di lokasi patahan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Barang bukti berupa pipa distribusi minyak mentah Pertamina dari Lawe-Lawe ke Balikpapan berhasil diangkat menggunakan kapal crane Sea Heavens, kemarin (19/4). Dari pantauan Balikpapan Pos di sekitar lokasi pengangkatan, sekira pukul 15.00 Wita, para pewarta tidak diperbolehkan mendekati area pengangkatan.

Setiap speedboat yang disewa media ini untuk mengabadikan momen akan mendekati lokasi, saat itu juga sekuriti Pertamina menutup-nutupi kamera maupun video pewarta. Pihak keamanan berjaga di radius 200 meter dari lokasi. Informasi yang dihimpun dari kepolisian, pipa pertama yang diangkat itu bukan di titik patahan. Masih ada dua bagian pipa lagi yang belum terangkat. Sebab, untuk mengangkat pipa pertama saja butuh waktu sekira empat jam.

 Potongan pipa itu akan menjadi barang bukti kuat dan merupakan permintaan tim Laboratorium Forensik (Labfor). Pertamina menerangkan, pipa yang diangkat harus ditentukan dalam satu titik karena kondisinya rusak serta panjangnya mencapai 54 meter. Akhirnya personel yang terlibat pengangkatan membagi pipa tersebut dalam tiga potongan.

 “Hari ini (kemarin, Red) satu titik pipa diangkat karena memang memakan waktu kurang lebih empat jam. Sementara pipa kedua dan ketiga diangkat besok (hari ini, Red),” kata Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani, kemarin.

 Sehari sebelum pengangkatan, pria berpangkat tiga melati ini menerangkan, ada tiga potongan yang sudah dibagi untuk diangkat. Sejauh ini, menurutnya, ada beberapa kendala saat pemotongan. Di antaranya, faktor arus bawah laut yang sering dihentikan sehingga penyelaman dihentikan. Imbasnya waktu efektif penyelaman sangat rendah. Di samping itu, kerasnya lapis lindung pipa yang membuat proses pengupasan dan pemotongan butuh waktu sangat lama. Hal tersebut membuat setting alat potong (clod cutter) memerlukan waktu yang relatif lama karena harus presisi.

 “Sempat terjadi putus pisau (cutter) saat pemotongan di lokasi titik potong pertama, sehingga butuh tambahan waktu lagi untuk penggantian mata pisau. Dari situlah membuat planning awal mengalami pergeseran waktu,” terangnya, sembari menambahkan, “Satu lokasi titik potong bisa butuh waktu sehari lebih,” tambah dia.

Dikatakan Yustan, pipa bekas patahan menjadi barang bukti yang kuat untuk memastikan penyebab kebocoran minyak di Teluk Balikpapan. Sehingga pihak terkait bisa melanjutkan investigasi ke langkah berikutnya. Tentu, bukti tersebut harus dilakukan oleh tim ahli.

 “Ketika semua pipa diangkat langsung diserahkan ke Labfor dan meminta agar hasilnya segera diberikan,” pungkas dia. (ham/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:19

RASAKAN..!! Kaum Sodom Balikpapan Diperiksa Polres

BALIKPAPAN  –  Polres Balikpapan bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan gay yang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Sudah 28 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Komitmen Pemkot Dipertanyakan

BALIKPAPAN  - Kejahatan kekerasan seksual terhadap anak semakin menghantui Kota Beriman. Data Unit…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Dewan Serius Godok Perda LGBT

BALIKPAPAN -  Wakil rakyat yang duduk di legislatif kini tengah serius berupaya menangkal ancaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

Sistem Aduan Dipertanyakan

BALIKPAPAN  -  Praktisi Hukum Balikpapan, Rio Ridhayon mengeluhkan mekanisme pengaduan di…

Senin, 15 Oktober 2018 08:15

Berharap PR Polres Segera Tuntas Tas…Tas

BALIKPAPAN  -  Kinerja kepolisian khususnya wilayah Polres Balikpapan sejauh ini memang terbilang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:14

Rem Blong, Truk Bermuatan Cat Hantam Inova

BALIKPAPAN  -  Kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di tanjakan menuju…

Senin, 15 Oktober 2018 08:11

Ular Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusurisawah mencari mangsa. Pada suatu hari, kedua ular tadi sedang asyik menelusuri…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Sebagian Korban Bencana Sulteng Sulit Diidentifikasi

JAKARTA  — Upaya identifikasi korban gempa dan tsunami Palu masih terus dilakukan. Dari sekitar…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:17

MUI Gali Fakta LGBT, Pemkot Didesak Sediakan Rehabilitasi

BALIKPAPAN - Isu komunitas lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merebak di Kota Beriman…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:14

Hadapi Kaum Sodom, Butuh Perda

BALIKPAPAN - Laman Facebook komunitas kaum sodom dengan nama Pin Gay Balikpapan membuat heboh. Berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .