MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 22 April 2018 10:12
WNA Kembali Berulah di Rudenim

Minta Kebebasan, Hancurkan Berbagai Fasilitas

PROTES: Para imigran menunjukkan berbagai spanduk bertuliskan tuntutan dan rasa kecewa terhadap petugas Rudenim. (HAMDAN/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kegaduhan kembali terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan, Jumat (20/4) malam. Sebanyak 149 pengungsi asal Afganistan, Somalia, dan Iran meminta untuk dibebaskan. Mereka merasa diperlakukan sebagai tahanan dan pelaku kriminal.

Bentuk protes ditunjukkan dengan cara membuat berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan “Sudah Cukup Dipenjara Empat Tahun”. Ada juga spanduk bertuliskan “Day 94 of Our Protest in Balikpapan”. Selain membuat spanduk, mereka juga merusak beberapa fasilitas Rudenim, di antaranya lima CCTV dari total 22 CCTV yang terpasang. Perusakan dilakukan pula terhadap tanaman dalam penampungan serta terali pintu yang ada di enam blok penampungan.

Kekacauan yang terjadi di Rudenim memang bukan kali pertama. Mereka sudah berulah sejak September 2017. Banyak tuntutan yang diminta, namun semuanya tak bisa dikabulkan. Adapun tuntutan yang mereka ajukan, yakni kebebasan. Namun hal ini tentu tidak bisa dilakukan. Pasalnya, Imigrasi Balikpapan belum memiliki community house. Hal tersebut hanya bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Saat ini masih dilakukan pembicaraan. Selain itu, pembebasan para imigran ini juga mendapatkan penolakan dari warga Balikpapan dengan alasan beragam, mulai aliran agama hingga keamanan bagi warga itu sendiri,” kata Kepala Rudenim, Muhammad Irham.

Opsi lain, dia menambahkan, melakukan pemindahan para pengungsi secara bertahap. Awalnya ada 300 kini berkurang menjadi 149. Dalam waktu dekat, akan dikirim 44 pengungsi ke kawasan Batam dan Jakarta. “Menyusul dikirim ke Makassar 50 orang,” sebut dia.

Permintaan untuk dipindah, antara lain disampaikan pengungsi asal Afghanistan, Muhammad Ghozali. Dia mengaku merasa diperlakukan seperti di dalam tahanan. Itu membuat mereka merasa geram bercampur jenuh dan bosan. “Kami ingin menghirup udara bebas, makanya serentak ingin dipindahkan saja ke Jakarta atau Makassar. Di sini seperti tahanan,” protes Ghozali.

Guna mengantisipasi tindakan anarkis, Polres Balikpapan mengerahkan 180 personel dibantu TNI beserta Satpol PP. “Kami sudah melakukan pendekatan persuasif kepada pada pengungsi untuk tetap tenang,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta.

Sementara itu, Wawan, warga sekitar yang tinggal di sekitar Rudenim mengatakan keberatan akan kegaduhan ini. Pasalnya, hampir setiap malam mendengar keributan dari para imigran. “Dua RT dibuat resah, yakni RT 14 dan RT 19 yang berbatasan langsung. Makanya kami tidak ingin bila dia bebas di Kota Minyak,” katanya.

Seperti diketahui, para pengungsi ini awalnya terdaftar sebagai pencari pekerjaan. Indonesia bukan menjadi tempat tujuan, hanya untuk transit. Tujuan mereka yakni Australia. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 09:04

Tiga Rumah Ludes, Dua Warga Tewas

TANA PASER  –  Dini hari pada Rabu (23/5) menjelang waktu sahur, warga Jalan Kusuma…

Kamis, 24 Mei 2018 09:02

MUI Desak Usut Prostitusi Online

BALIKPAPAN  -  Lokalisasi telah dinyatakan ditutup, sementara tempat hiburan malam (THM) setop…

Kamis, 24 Mei 2018 08:54

Pura-Pura Ambil Jeruk, Arif Gasak Uang Kasir

BALIKPAPAN   –  Pesan Bang Napi yang satu ini memang benar adanya, "Kejahatan terjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 08:51

Kangen Masakan Indonesia

Bagi sebagian orang, bulan Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran masakan khas Indonesia serta…

Kamis, 24 Mei 2018 08:50

Mau Sahur, Motor Melayang

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan meletakkan barang berharga termasuk sepeda motor. Pada Selasa…

Kamis, 24 Mei 2018 08:49

Hadirkan Haddad Alwi, Tunjukkan Sinergi TNI-Polri

Gedung BSCC Dome dipadati personel TNI-Polri, jajaran SKK Migas Kalsul, sejumlah elemen masyarakat,…

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .