MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 22 April 2018 10:12
WNA Kembali Berulah di Rudenim

Minta Kebebasan, Hancurkan Berbagai Fasilitas

PROTES: Para imigran menunjukkan berbagai spanduk bertuliskan tuntutan dan rasa kecewa terhadap petugas Rudenim. (HAMDAN/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kegaduhan kembali terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan, Jumat (20/4) malam. Sebanyak 149 pengungsi asal Afganistan, Somalia, dan Iran meminta untuk dibebaskan. Mereka merasa diperlakukan sebagai tahanan dan pelaku kriminal.

Bentuk protes ditunjukkan dengan cara membuat berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan “Sudah Cukup Dipenjara Empat Tahun”. Ada juga spanduk bertuliskan “Day 94 of Our Protest in Balikpapan”. Selain membuat spanduk, mereka juga merusak beberapa fasilitas Rudenim, di antaranya lima CCTV dari total 22 CCTV yang terpasang. Perusakan dilakukan pula terhadap tanaman dalam penampungan serta terali pintu yang ada di enam blok penampungan.

Kekacauan yang terjadi di Rudenim memang bukan kali pertama. Mereka sudah berulah sejak September 2017. Banyak tuntutan yang diminta, namun semuanya tak bisa dikabulkan. Adapun tuntutan yang mereka ajukan, yakni kebebasan. Namun hal ini tentu tidak bisa dilakukan. Pasalnya, Imigrasi Balikpapan belum memiliki community house. Hal tersebut hanya bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Saat ini masih dilakukan pembicaraan. Selain itu, pembebasan para imigran ini juga mendapatkan penolakan dari warga Balikpapan dengan alasan beragam, mulai aliran agama hingga keamanan bagi warga itu sendiri,” kata Kepala Rudenim, Muhammad Irham.

Opsi lain, dia menambahkan, melakukan pemindahan para pengungsi secara bertahap. Awalnya ada 300 kini berkurang menjadi 149. Dalam waktu dekat, akan dikirim 44 pengungsi ke kawasan Batam dan Jakarta. “Menyusul dikirim ke Makassar 50 orang,” sebut dia.

Permintaan untuk dipindah, antara lain disampaikan pengungsi asal Afghanistan, Muhammad Ghozali. Dia mengaku merasa diperlakukan seperti di dalam tahanan. Itu membuat mereka merasa geram bercampur jenuh dan bosan. “Kami ingin menghirup udara bebas, makanya serentak ingin dipindahkan saja ke Jakarta atau Makassar. Di sini seperti tahanan,” protes Ghozali.

Guna mengantisipasi tindakan anarkis, Polres Balikpapan mengerahkan 180 personel dibantu TNI beserta Satpol PP. “Kami sudah melakukan pendekatan persuasif kepada pada pengungsi untuk tetap tenang,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta.

Sementara itu, Wawan, warga sekitar yang tinggal di sekitar Rudenim mengatakan keberatan akan kegaduhan ini. Pasalnya, hampir setiap malam mendengar keributan dari para imigran. “Dua RT dibuat resah, yakni RT 14 dan RT 19 yang berbatasan langsung. Makanya kami tidak ingin bila dia bebas di Kota Minyak,” katanya.

Seperti diketahui, para pengungsi ini awalnya terdaftar sebagai pencari pekerjaan. Indonesia bukan menjadi tempat tujuan, hanya untuk transit. Tujuan mereka yakni Australia. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:26

Caleg PKS Dilaporkan ke Polres

BALIKPAPAN  -  Bawaslu Balikpapan akhirnya melaporkan salah seorang calon legislatif…

Selasa, 22 Januari 2019 08:23

CATAT..!! Supermoon Akan Terjadi Tiga Kali

JAKARTA  -  Awal tahun 2019 akan dihiasi oleh fenomena purnama…

Selasa, 22 Januari 2019 08:21

Otoritas Bandara Bilang Wajar Harga Tiket Pesawat Naik

BALIKPAPAN   -  Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII berencana…

Selasa, 22 Januari 2019 08:19

Polres Gaungkan Kampanye Milenial

BALIKPAPAN  -  Kampanye Millennial Road Safety Festival (MRSF) terus digaungkan…

Selasa, 22 Januari 2019 08:18

Emak Bawa Anak, Seruduk Tiga Motor

BALIKPAPAN   -  Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di depan…

Selasa, 22 Januari 2019 08:15

Tiga Tersangka Kosmetik Ilegal, Wajib Lapor ke Polres Setiap Hari

BALIKPAPAN  -  Meski tidak mendekam di balik sel tahanan Mapolres…

Selasa, 22 Januari 2019 08:14

Tak Ada Laporan Masuk, Bawaslu Tetap Investigasi

BALIKPAPAN  -  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merespons banyaknya perusakan alat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:13

MALING EXPERT..!! Dalam Semalam, Mampu Embat Lima Motor

BALIKPAPAN  -  Suriansyah alias Ancah, salah seorang dari empat komplotan…

Senin, 21 Januari 2019 08:37

Kosmetik Ilegal, Banyak Dipakai Mahasiswi

BALIKPAPAN  -  Kasus kosmetik ilegal yang berhasil diungkap jajaran Polres…

Senin, 21 Januari 2019 08:35

Handphone Teman Kerja Disikat

BALIKPAPAN   -  Entah apa yang ada di pikiran Nophi hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*