MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 22 April 2018 10:12
WNA Kembali Berulah di Rudenim

Minta Kebebasan, Hancurkan Berbagai Fasilitas

PROTES: Para imigran menunjukkan berbagai spanduk bertuliskan tuntutan dan rasa kecewa terhadap petugas Rudenim. (HAMDAN/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kegaduhan kembali terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan, Jumat (20/4) malam. Sebanyak 149 pengungsi asal Afganistan, Somalia, dan Iran meminta untuk dibebaskan. Mereka merasa diperlakukan sebagai tahanan dan pelaku kriminal.

Bentuk protes ditunjukkan dengan cara membuat berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan “Sudah Cukup Dipenjara Empat Tahun”. Ada juga spanduk bertuliskan “Day 94 of Our Protest in Balikpapan”. Selain membuat spanduk, mereka juga merusak beberapa fasilitas Rudenim, di antaranya lima CCTV dari total 22 CCTV yang terpasang. Perusakan dilakukan pula terhadap tanaman dalam penampungan serta terali pintu yang ada di enam blok penampungan.

Kekacauan yang terjadi di Rudenim memang bukan kali pertama. Mereka sudah berulah sejak September 2017. Banyak tuntutan yang diminta, namun semuanya tak bisa dikabulkan. Adapun tuntutan yang mereka ajukan, yakni kebebasan. Namun hal ini tentu tidak bisa dilakukan. Pasalnya, Imigrasi Balikpapan belum memiliki community house. Hal tersebut hanya bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Saat ini masih dilakukan pembicaraan. Selain itu, pembebasan para imigran ini juga mendapatkan penolakan dari warga Balikpapan dengan alasan beragam, mulai aliran agama hingga keamanan bagi warga itu sendiri,” kata Kepala Rudenim, Muhammad Irham.

Opsi lain, dia menambahkan, melakukan pemindahan para pengungsi secara bertahap. Awalnya ada 300 kini berkurang menjadi 149. Dalam waktu dekat, akan dikirim 44 pengungsi ke kawasan Batam dan Jakarta. “Menyusul dikirim ke Makassar 50 orang,” sebut dia.

Permintaan untuk dipindah, antara lain disampaikan pengungsi asal Afghanistan, Muhammad Ghozali. Dia mengaku merasa diperlakukan seperti di dalam tahanan. Itu membuat mereka merasa geram bercampur jenuh dan bosan. “Kami ingin menghirup udara bebas, makanya serentak ingin dipindahkan saja ke Jakarta atau Makassar. Di sini seperti tahanan,” protes Ghozali.

Guna mengantisipasi tindakan anarkis, Polres Balikpapan mengerahkan 180 personel dibantu TNI beserta Satpol PP. “Kami sudah melakukan pendekatan persuasif kepada pada pengungsi untuk tetap tenang,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta.

Sementara itu, Wawan, warga sekitar yang tinggal di sekitar Rudenim mengatakan keberatan akan kegaduhan ini. Pasalnya, hampir setiap malam mendengar keributan dari para imigran. “Dua RT dibuat resah, yakni RT 14 dan RT 19 yang berbatasan langsung. Makanya kami tidak ingin bila dia bebas di Kota Minyak,” katanya.

Seperti diketahui, para pengungsi ini awalnya terdaftar sebagai pencari pekerjaan. Indonesia bukan menjadi tempat tujuan, hanya untuk transit. Tujuan mereka yakni Australia. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:19

RASAKAN..!! Kaum Sodom Balikpapan Diperiksa Polres

BALIKPAPAN  –  Polres Balikpapan bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan gay yang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Sudah 28 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Komitmen Pemkot Dipertanyakan

BALIKPAPAN  - Kejahatan kekerasan seksual terhadap anak semakin menghantui Kota Beriman. Data Unit…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Dewan Serius Godok Perda LGBT

BALIKPAPAN -  Wakil rakyat yang duduk di legislatif kini tengah serius berupaya menangkal ancaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

Sistem Aduan Dipertanyakan

BALIKPAPAN  -  Praktisi Hukum Balikpapan, Rio Ridhayon mengeluhkan mekanisme pengaduan di…

Senin, 15 Oktober 2018 08:15

Berharap PR Polres Segera Tuntas Tas…Tas

BALIKPAPAN  -  Kinerja kepolisian khususnya wilayah Polres Balikpapan sejauh ini memang terbilang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:14

Rem Blong, Truk Bermuatan Cat Hantam Inova

BALIKPAPAN  -  Kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di tanjakan menuju…

Senin, 15 Oktober 2018 08:11

Ular Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusurisawah mencari mangsa. Pada suatu hari, kedua ular tadi sedang asyik menelusuri…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Sebagian Korban Bencana Sulteng Sulit Diidentifikasi

JAKARTA  — Upaya identifikasi korban gempa dan tsunami Palu masih terus dilakukan. Dari sekitar…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:17

MUI Gali Fakta LGBT, Pemkot Didesak Sediakan Rehabilitasi

BALIKPAPAN - Isu komunitas lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merebak di Kota Beriman…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:14

Hadapi Kaum Sodom, Butuh Perda

BALIKPAPAN - Laman Facebook komunitas kaum sodom dengan nama Pin Gay Balikpapan membuat heboh. Berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .