MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 23 April 2018 08:53
Advokat Pertanyakan Proses Hukum Kliennya

Kasus Pembongkaran Bangunan di Jalan MT Haryono

PEMBONGKARAN: Kejadian pembongkaran bangunan yang disaksikan aparat kepolisian dan Satpol PP. Foto Andi Sari Damayanti Mansur.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sengketa bangunan di Jalan MT Haryono, RT 59, Kelurahan Gunung Bahagia (kini RT 37 Kelurahan  Damai Bahagia), Balikpapan Selatan,  yang menyeret tiga orang sebagai tersangka pidana pasal 170 KUHP membuat heran sekaligus berang advokat Andi Sari Damayanti Mansur. Sari selaku kuasa hukum para tersangka, salah satunya ERS, mempertanyakan proses hukum di Polres Balikpapan yang menjadikan kliennya sebagai tersangka. 

 Sebab, para tersangka bertindak sesuai koridor hukum yang ditempuhnya sebagai upaya mempertahankan haknya atas bangunan yang ditutupi oleh bangunan yang didirikan Alexander William alias Apak.

 “Saya tegaskan, klien kami melakukan pembongkaran milik Apak justru karena membantu tugas Satpol PP. Satpol PP sudah memberikan teguran tiga kali agar bangunan milik Apak dibongkar karena melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2016, bahwa garis sempadan bangunan (GSB) tidak boleh dilampaui atau dibuat bangunan. Boleh dibangun kalau untuk fasilitas publik seperti pos keamanan, posyandu. Saat klien saya bersama warga ikut membongkar bangunan, banyak polisi dan Satpol PP yang menyaksikan. Kalau klien saya jadi tersangka, seharusnya polisi dan Satpol PP yang menyaksikan. Jadi tersangka juga karena membiarkan ada tindak pidana,” ujar Sari, salah seorang pengurus Lembaga Bantuan Hukum Formak Indonesia.

 Lebih jauh Sari menjelaskan duduk perkara bangunan milik Apak. Menurutnya, selain melanggar garis sempadan bangunan, bangunan dua lantai yang sudah dibongkar tersebut, SHM dan IMB sudah dibatalkan oleh PK Tata Usaha Negara nomor 88PK/TUN/2007. Dalam putusan yang sudah berkekuatan hukum telah dibatalkan tiga sertifikat hak guna bangunan (SHGB) nomor 1.129, 1.130 dan 1.184. Juga dibatalkan dua izin mendirikan bangunan (IMB) nomor 163/DT/BS/CB/2001 dan 167/DT/BS/CB.2001.

 “Kalau pihak kuasa Apak bilang yang dibatalkan bukan miliknya karena nomornya beda, itu betul. Tapi yang dibatalkan PK TUN adalah sertifikat induk. Sedangkan punya dia sertifikat pecahan dari sertifikat induk yang dibatalkan. Secara otomatis, sertifikat pecahan tersebut batal juga,” tegasnya.

 Tak hanya itu, Sari juga menunjukkan bukti bahwa lahan yang dibangun bangunan oleh Apak adalah fasilitas umum yang sudah dibeli Pemkot Balikpapan dari pemilik pertama, H Agus Salim seharga Rp 63.040.000 pada 1986 lalu. Bukti itu diperkuat dengan keterangan Pemkot Balikpapan melalui surat Sekdakot nomor 031/296/BKD tertanggal 20 Maret 2017.

 Sekdakot Sayid MN Fadli menjelaskan, lahan tersebut adalah fasilitas umum yang awalnya dibeli dari H Agus Salim atas nama PT Citra Utama seluas 50.000 m2.  Lahan tersebut dibeli pemkot untuk permukiman korban kebakaran Pasar Klandasan tahun 1986 lalu dan sebagian lahan untuk kepentingan garis sempadan jalan (GSB).

 “Itulah duduk persoalannya. Nanti di pengadilan, semua fakta akan kami beberkan di hadapan majelis hakim. Agar majelis hakim melihat fakta yang sebenarnya dan membebaskan klien kami dari tuntutan pidana.  Jadi yang  menarik perhatian dalam kasus ini adalah ketegasan aparat negara atas penyerobotan fungsi lahan fasum (GSB), penegakan hukum atas putusan MA terhadap lahan fasum, kepedulian warga ikut menegakkan aturan justru berbuah pidana, dan kepedulian pemkot yang perlu dipertanyakan,” tegas Sari.

 Untuk diketahui, sengketa bangunan tersebut berlangsung cukup lama, sekira 18 tahun. EPS, pemilik bangunan Toshiba mengadu ke kelurahan, menyoal IMB dan GSB yang dilanggar oleh bangunan bertingkat milik Alexander William alias Apak. 

 Rupanya, sengketa bangunan tersebut berbuntut pidana setelah dilakukan pembongkaran bangunan pada 1 November 2017 lalu. (ono/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…

Rabu, 23 Mei 2018 08:18

Bawa Sabu, Pengangguran Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –  Seorang pengangguran, Andri Saputra, warga gang Padaidi RT 11 Baru Ulu…

Rabu, 23 Mei 2018 08:16

Karyawan Pertamina Itu Tak Hadiri Panggilan Penyidik Polda Kaltim

BALIKPAPAN  -  Pemeriksaan terhadap IS (50), karyawan Pertamina yang ditetapkan sebagai tersangka…

Rabu, 23 Mei 2018 08:15

Tiga Ibadah yang Paling Dianjurkan

BALIKPAPAN  -  Di bulan suci Ramadan, umat Islam berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan demi…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Membayar Utang Puasa

Kisah fiktif ini diceritakan terjadi 2 bulan sebelum bulan Ramadhan. Seorang pedagang sedang menjual…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Pemohon Galau, Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Sejumlah warga yang tengah mengurus SIM di Satlantas Polres Balikpapan Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Hari Ini, Penyidik Polda Kaltim Panggil IS

BALIKPAPAN  -  Polda Kaltim telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tumpahan minyak mentah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .