MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 23 April 2018 09:34
YESS..!! Produksi Ikan Tangkap Meningkat 100 Persen
-ilustrasi

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Produksi ikan tangkap dan hasil budidaya mulai bersaing dalam kurung waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, hasil ikan tangkap nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) jauh di bawah hasil budidaya. Diantara tahun 2015 dan 2016 hasil ikan tangkap hanya mencapau 4.000 ton per tahun sementara ikan hasil budidaya mencapai 8.000-9.000 ton per tahun.

Sekretaris Dinas Perikanan PPU Evi Viola Violeta mengungkapkan, hasil produksi ikan tangkap nelayan selama dua tahun terakhir ini menunjukkan tren positif. Kenaikannya mencapai 100 persen. “Produksi ikan tangkap telah melampaui target. Produksi kita mencapai 8.000 ton per tahun dari pencapaian awal hanya 4.000 ton per tahun,” kata Evi pada media ini, kemarin (22/4).

Peningkatan produksi ikan tangkap tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang terus mendorong kelompok nelayan dalam merubah pola tangkap mereka. Evi mengungkapkan, setiap tahun pemerintah pusat memberikan bantuan kapal yang dilengkapi dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan hasil ikan tangkap dengan memberikan bantuan alat tangkap dan kapal. Tahun ini saja kita mendapatkan bantuan dari APBN sebesar Rp 1,6 miliar untuk pengadaan 28 kapal nelayan,” ujar dia.

Bebrbeda dengan produksi ikan hasil budidaya tambak atau empang tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Evi mengatakan, kenaikan ikan budidaya hanya mencapai 10 sampai 20 persen per tahun. “Kenaikan hasil budidaya kecil sekali” ungkapnya.

Sentra produksi ikan budidaya di Benuo Taka terbesar di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam. Evi menuturkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga hasil budidaya ikan tidak meningkat drastis. Salah satunya, kualitas air yang terkadang memiliki kadar keasaman atau pH di bawah rata-rata. Kemudian sistem pengeloaan tambak atau empang masih menganut sistem tradisional. Ada beberapa nelayan budidaya ikan tambak hanya mengandalkan pakan alam. Padahal ketersediaan plankton sebagai pakan alami yang tersedia di tambak hanya mampu bertahan sebulan setelah menabur benih ikan.

“Kendala yang dialami dalam budidaya ikan di daerah kita adalah ketersediaan sumber air dan pakan. Kalau kualitas air bisa direkayasa untuk meningkatkan pH-nya. Tapi, ketersediaan pakan yang menjadi kendala pembudidaya. Padahal pakan ini memegang perananan 80 persen , tapi nelayan kita yang membudidaya ikan cenderung memaki pola tradisional. Mereka menabur benih setelah itu dibiarkan tidak diberi pakan tambahan karena hanya mengadalkan pakan alam dan berharap dlaam 3 bulan bisa panen. Pakan alam itu kan hanya bertahan sebulan. Bicara bisnis budidaya ikan memang harus tersedia pakan tambahan,” terang Evi.

Mengubah pola budidaya ikan tambak di daerah ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Perikanan. Ketersediaan pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau juga menjadi kendala yang dialami warga yang bergelut di bidang budidaya. “Pakan ikan cukup mahal, itu juga yang memberatkan nelayan budidaya. Kami punya mesin pengelolaan pakan, tapi belum difungsikan secara maksimal. Kedepannya menjadi perhatian kami di Dinas Perikanan,” ujarnya.

PPU telah memiliki Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. BBI ini menyiapkan benih ikan air tawar yang berkualitas. Karena itu pembudidaya seharusnya memanfaatkan benih yang ada tersebut. “Sayang BBI itu kalau tidak difungsikan. Karena BBI itu mengembangkan benih ikan yang berkualitas,” tandasnya. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 08:59

Bisa Jadi Ikon Paser

TANA PASER   –  Bupati Paser didaulat warga dan kelompok masyarakat pecinta Biyuku…

Senin, 20 Agustus 2018 08:57

Tekan Kerugian, Ini yang Dilakukan PDAM Penajam

PENAJAM  - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:57

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pakai Mobil Bekas

PENAJAM  -  Kendaraan dinas untuk Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) terpilih…

Senin, 20 Agustus 2018 08:55

Pengurus KNPI Diminta Produktif

TANA PASER –  Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, akhirnya Dewan Pimpinan Daerah…

Senin, 20 Agustus 2018 08:55

Terkendala Jalur Pendistribusian Gas

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan perubahan harga eceran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:13

Polres Lidik Kebakaran Lahan Milik KMS

PENAJAM  -  Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:11

Peringatan HUT Ke-73 RI Digelar Secara Sederhana

PENAJAM  -  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:10

22 Warga Binaan Dapat Remisi Bebas

TANA PASER  - Sedikitnya 121 warga binaan Rumah Tahanan Kelas II B Tanah Grogot mendapatkan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:09

Ada Dana Sisa Hibah Pilbup PPU, Uangnya Mau Diapakan?

PENAJAM  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) akan mengembalikan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:09

Katsul Wijaya Duduki Jabatan Baru

TANA PASER  – Setelah kurang lebih 9 tahun bertugas mengurusi desa, Katsul Wijaya yang dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .