MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Senin, 23 April 2018 09:34
YESS..!! Produksi Ikan Tangkap Meningkat 100 Persen
-ilustrasi

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Produksi ikan tangkap dan hasil budidaya mulai bersaing dalam kurung waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, hasil ikan tangkap nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) jauh di bawah hasil budidaya. Diantara tahun 2015 dan 2016 hasil ikan tangkap hanya mencapau 4.000 ton per tahun sementara ikan hasil budidaya mencapai 8.000-9.000 ton per tahun.

Sekretaris Dinas Perikanan PPU Evi Viola Violeta mengungkapkan, hasil produksi ikan tangkap nelayan selama dua tahun terakhir ini menunjukkan tren positif. Kenaikannya mencapai 100 persen. “Produksi ikan tangkap telah melampaui target. Produksi kita mencapai 8.000 ton per tahun dari pencapaian awal hanya 4.000 ton per tahun,” kata Evi pada media ini, kemarin (22/4).

Peningkatan produksi ikan tangkap tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang terus mendorong kelompok nelayan dalam merubah pola tangkap mereka. Evi mengungkapkan, setiap tahun pemerintah pusat memberikan bantuan kapal yang dilengkapi dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan hasil ikan tangkap dengan memberikan bantuan alat tangkap dan kapal. Tahun ini saja kita mendapatkan bantuan dari APBN sebesar Rp 1,6 miliar untuk pengadaan 28 kapal nelayan,” ujar dia.

Bebrbeda dengan produksi ikan hasil budidaya tambak atau empang tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Evi mengatakan, kenaikan ikan budidaya hanya mencapai 10 sampai 20 persen per tahun. “Kenaikan hasil budidaya kecil sekali” ungkapnya.

Sentra produksi ikan budidaya di Benuo Taka terbesar di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam. Evi menuturkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga hasil budidaya ikan tidak meningkat drastis. Salah satunya, kualitas air yang terkadang memiliki kadar keasaman atau pH di bawah rata-rata. Kemudian sistem pengeloaan tambak atau empang masih menganut sistem tradisional. Ada beberapa nelayan budidaya ikan tambak hanya mengandalkan pakan alam. Padahal ketersediaan plankton sebagai pakan alami yang tersedia di tambak hanya mampu bertahan sebulan setelah menabur benih ikan.

“Kendala yang dialami dalam budidaya ikan di daerah kita adalah ketersediaan sumber air dan pakan. Kalau kualitas air bisa direkayasa untuk meningkatkan pH-nya. Tapi, ketersediaan pakan yang menjadi kendala pembudidaya. Padahal pakan ini memegang perananan 80 persen , tapi nelayan kita yang membudidaya ikan cenderung memaki pola tradisional. Mereka menabur benih setelah itu dibiarkan tidak diberi pakan tambahan karena hanya mengadalkan pakan alam dan berharap dlaam 3 bulan bisa panen. Pakan alam itu kan hanya bertahan sebulan. Bicara bisnis budidaya ikan memang harus tersedia pakan tambahan,” terang Evi.

Mengubah pola budidaya ikan tambak di daerah ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Perikanan. Ketersediaan pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau juga menjadi kendala yang dialami warga yang bergelut di bidang budidaya. “Pakan ikan cukup mahal, itu juga yang memberatkan nelayan budidaya. Kami punya mesin pengelolaan pakan, tapi belum difungsikan secara maksimal. Kedepannya menjadi perhatian kami di Dinas Perikanan,” ujarnya.

PPU telah memiliki Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. BBI ini menyiapkan benih ikan air tawar yang berkualitas. Karena itu pembudidaya seharusnya memanfaatkan benih yang ada tersebut. “Sayang BBI itu kalau tidak difungsikan. Karena BBI itu mengembangkan benih ikan yang berkualitas,” tandasnya. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 08:50

Banyak Angkutan Sawit Melebihi Kapasitas

TANA PASER  -  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser berharap bantuan pengadaan jembatan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:48

Nicko Anggap Sudah Lewat

PENAJAM  -   Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan tak lama lama lagi terwujud. Digadang-gadang…

Rabu, 23 Mei 2018 08:47

Kampung Warna-Warni Kini Dialiri Listrik

TANA PASER  -  Setelah menanti cukup lama, akhirnya 20 kepala keluarga yang bermukim di Kampung…

Rabu, 23 Mei 2018 08:46

Ditarget 78 Persen Partisipasi Pemilih

PENAJAM  -  Pemilihan bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018, Komisi Pemilihan Umum…

Rabu, 23 Mei 2018 08:44

Debat Paslon Digelar di Jakarta

PENAJAM  -  Debat pasangan calon bupati dan wakilbupati Penajam Paser Utara (PPU) akan dilaksanakan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:43

Tak Ada Tabung Melon Asal Balikpapan Beredar di Paser

TANA PASER  –  PPNSDinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop…

Selasa, 22 Mei 2018 09:31

BKPP Bantah Ada Perlakuan Istimewa

PENAJAM  -  Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Penajam Paser Utara…

Selasa, 22 Mei 2018 09:29

THR dan Gaji ke-13 Butuh Anggaran Rp 28 Miliar

PENAJAM  -  Besaran tunjangan hari raya (THR) tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Berdasarkan…

Selasa, 22 Mei 2018 09:28

Sekkab Kritisi Padat Karya Kemendes PDTT

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelontorkan anggaran alokasi…

Selasa, 22 Mei 2018 09:28

K-13 Wajib Diterapkan di Sekolah Tingkat Dasar

TANA PASER  -  Kualitas pendidikan merupakan kunci utama melahirkan pemuda berkualitas. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .