MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 08:26
Delay Empat Jam, Emosi Penumpang Tumpah

Pesawat Lion Air Rute Jakarta-Balikpapan

LION DELAY : Penumpang Lion Air JT0762 saat mengantre menerima pembayaran kompensasi setelah empat jam mengalami delay. Sebelumnya, para penumpang menumpahkan emosi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Ratusan penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT0762 tujuan Balikpapan terkatung-katung selama empat jam di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin (15/5) lantaran terjadi keterlambatan (Delay) dari jadwal berangkat yang telah ditentukan.

"Menurut jadwal pesawat berangkat pukul 18.25 WIB," kata Tri Wijaya salah seorang penumpang saat menghubungi Balikpapan Pos, kemarin malam.

Semula, terang dia, keterlambatan terjadi selama 2,5 jam hingga 3 jam ke depan. Namun hingga waktu yang dijanjikan tiba, sinyal penumpang akan diberangkatkan belum juga tampak. Penumpang pun dibuat gerah, seluruh penumpang menumpahkan emosi hingga situasi menjadi memanas. Perwakilan Lion Air yang bertugas saat itu menjadi sasaran luapan kekecawaan. Meski mendapat kompensasi berupa makanan dan minuman, tak mampu meredam amarah penumpang.

"Kami hanya menerima satu kali makan berat dan minuman itupun juga menunggu tuntutan penumpang dan setelah 2 jam delay baru diberi. Padahal sesuai ketentuan harusnya dapat empat kali," kesal karyawan perusahaan properti ternama yang ekspansi ke Kota Minyak.

Kekesalan serupa diungkapkan Abdul Fai. Terlebih setibanya di Balikpapan, ia harus melanjutkan perjalanan jauh ke Kutai Barat.

"Kami dirugikan karena delay tidak diinformasikan sebelumnya. Setelah di bandara baru dikabari," tuturnya. 

Setali tiga uang Feri, warga Balikpapan yang juga terdaftar sebagai calon penumpang Lion Air ikut menumpahkan emosi.

"Pihak maskapai tidak ada inisiatif menginformasikan penyebabnya dan kapan kepastian berangkat. Justru kami yang bertanya, setelah kami bertanya baru diberi tahu dan katanya kami akan diberangkatkan dengan nomor JT151, pesawatnya dari Singapura, tapi itu pun masih wacana karena pesawatnya saja baru berangkat," jelasnya terdengar emosi.

Tanpa kepastian selama tiga jam, untuk kesekian kali amarah penumpang membara. Penumpang pun beramai-ramai menuntut kompensasi berupa uang tunai Rp 300 ribu per penumpang.

Selang satu jam setelah sebelumnya penantian hampa selama tiga jam, barulah penumpang mendapat kepastian berangkat. "Kami boarding pukul 22.10 WIB," sambung Tri Wijaya.

Terpisah saat dikonfirmasi, District Manager Lion Air Group area Balikpapan Ahmad Affandi membenarkan delay yang dialami ratusan penumpang tersebut.

"Penyebab delay karena persoalan operasional. Pesawat kami yang dari Singapura untuk melayani penerbangan ke Balikpapan terlambat mendarat," akunya.

Ia menerangkan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 151 rute Singapura - Bandara Soekarno-Hatta (CKG) mengalami delay dari seharusnya berangkat pukul 17.30 waktu setempat menjadi 19.50 waktu setempat. Sehingga baru tiba sekira pukul 22.15 WIB. Walhasil penerbangan menuju Balikpapan ikut mengalami penundaan.

"Dikarenakan ada masalah operasional jadi pesawat yang siap adalah pesawat tersebut. Jadi pesawat nomor penerbangan JT151 digunakan untuk penumpang nomor penerbangan JT762," paparnya kemudian.

Terkait kompensasi delay, Affandi mengatakan sudah sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89/2015 tentang penanganan keterlambatan penerbangan.

"Kami langsung melakukan penanganan keterlambatan penerbangan sesuai PM89 termasuk ganti rugi terhadap total 207 penumpang, karena memang sudah seharusnya dilakukan," urainya menenangkan.

Berikutnya, kata dia, pihaknya akan terus melakukan pembenahan operasional untuk mengurangi risiko terjadinya perbedaan waktu antara keberangkatan atau kedatangan agar sesuai dengan yang dijadwalkan. "Delay biasanya juga karena adanya rotasi ataupun perbaikan pesawat. Jadi kami mohon maaf," pungkasnya. (dra/san)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 09:58

Izin Terbit, 100 Ribu Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor…

Selasa, 20 November 2018 09:57

Betah di Zona Nyaman

BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter…

Selasa, 20 November 2018 09:55

Kemampuan Ekonomi Lokal Akan Tergerus Pemodal Besar

BALIKPAPAN - Jamak diwartakan, Presiden RI Joko Widodo mengizinkan asing…

Senin, 19 November 2018 09:43

Ritel Offline Makin Akrab dengan Dompet Digital

BALIKPAPAN - Seakan tak mau kalah dengan ritel online, peritel…

Senin, 19 November 2018 09:42

Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah…

Senin, 19 November 2018 09:41

Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Brand Fashion Perlu Orisinalitas

BALIKPAPAN  -  Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 5.397 T

JAKARTA   -  Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada…

Sabtu, 17 November 2018 00:49

Dukung Direct Call, Pariwisata Kota dan Proyek RDMP

BALIKPAPAN   -  Mendapat mandat memimpin PT Pelindo (Persero) IV…

Jumat, 16 November 2018 07:54

Pacu Ekspor, Bea Cukai Ingatkan Empat Fasilitas Kemudahan

BALIKPAPAN  -  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .