MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Rabu, 16 Mei 2018 09:15
Oknum Kabid “Kebal” dari Sanksi Berat

Hampir Setahun Mangkir dari Tugas Sebagai ASN

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Seorang pejabat eselon III yang bertugas di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak masuk kerja hampir setahun. Kabid Penelitian dan Pengembangan Bapelitbang PPU, Cristian Nur Selamat seakan kebal dari jeratan sanksi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Pasalnya, yang bersangkutan mulai mangkir dari tugas dan fungsi sebagai aparatur sipil negara (ASN) sejak Agustus 2017. Sampai Mei 2018 ini, telah terhitung 10 bulan tidak masuk kerja.

Pada November tahun lalu, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) telah memproses kasus indisipliner pejabat eselon III ini. Pada waktu itu, Pimpinan Bapelitbang memberikan laporan ke BKPP bahwa yang bersangkutan mangkir 86 hari. Ajaibnya, Cristian Nur Selamat terbebas dari sanksi berat dan hanya dijatuhi sanksi ringan berupa ancaman dimutasi ke instansi lain dengan jabatan setara. Tetapi, sejauh ini yang bersangkutan juga belum beranjak dari posisi Kabid Penelitian dan Pengembangan. Jika merujuk pada peraturan pemerintah tentang disiplin ASN (PNS) tersebut, pegawai yang mangkir selama 46 hari telah masuk dalam pelanggaran berat.

Sekretaris Bapelitbang Hadi Saputro membenarkan, bahwa oknum pejabat eselon III ini telah mangkir sejak Agustus tahun lalu. Pihaknya telah melaporkan terkait indisipliner ini ke BKPP dan Inspektorat. “Sudah beberapa kali mengajukan surat ke BKPP, kemudian ke Indspektorat. Mengenai kelanjutannya selahkan konfirmasi ke BKPP,” kata Hadi Saputro pada media ini, kemarin (15/5).

Bapelitbang PPU pun telah menahan gaji pokok yang bersangkutan mulai Februari 2018. Karena sebagai ASN yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya, sehinnga tidak berhak mendapatkan gaji dari negara. Hadi Saputro menyatakan, yang bersangkutan memang tidak masuk kerja sejak Agustus tahun lalu. Sehingga Bapelitbang mengajukan penahanan gaji bulanan. “Gajinya mulai ditahan bulan Februari,” terangnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setkab PPU Alimuddin mengaku, telah mendengar informasi pejabat eselon III yang tidak masuk kerja hampir setahun itu. Tetapi, pihaknya belum mendapatkan laporan secara tertulis dari Kepala Bapelitbang. Jika, indisipliner pegawai dibiarkan berlarut-larut, maka pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan kena sanksi dari pejabat pembiana kepegawaian dalam hal ini kepala daerah. “Pimpinan OPD punya kewenangan memberikan sanksi kepada bawahannya yang melakukan pelanggaran indisipliner. Kalau melakukan pembiaran, maka pimpinan OPD-nya juga akan kena sanksi,” terang Alimuddin.

Mantan Kepala BKD (sekarang BKKP) ini menyatakan, pegawai yang melakukan pelanggaran indisipliner dengan tidak masuk kerja dalam jangka waktu 46 hari telah masuk kategori pelanggaran berat. “Jangankan setahun, 46 hari saja tidak masuk itu sanksinya berat, bisa penurunan pangkat atau bahkan pemecatan sebagai ASN. Mangkir 46 hari itu bukan berturut-turut, tapi akumulasi selama setahun,” tuturnya.

Pimpinan Bapelitbang telah melakukan tindakan pembinaan dengan memberikan surat pernyataan tidak puas kepada yang bersangkutan. “Kewenangan Kepala Bapelitbang hanya sebatas memberi tindakan disiplin sesuai dengan kewenangannya,” jelas Hadi Saputro. (kad/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:13

Polres Lidik Kebakaran Lahan Milik KMS

PENAJAM  -  Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:11

Peringatan HUT Ke-73 RI Digelar Secara Sederhana

PENAJAM  -  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:10

22 Warga Binaan Dapat Remisi Bebas

TANA PASER  - Sedikitnya 121 warga binaan Rumah Tahanan Kelas II B Tanah Grogot mendapatkan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:09

Ada Dana Sisa Hibah Pilbup PPU, Uangnya Mau Diapakan?

PENAJAM  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) akan mengembalikan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:09

Katsul Wijaya Duduki Jabatan Baru

TANA PASER  – Setelah kurang lebih 9 tahun bertugas mengurusi desa, Katsul Wijaya yang dikenal…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:09

Nama Kasubden 3 Den A Brimob Pelopor Dicatut

TANA PASER  -  Nama Kepala Subden 3 Den A Brimob Pelopor Paser, AKP Agus Susanto dicatut oknum…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:07

Tingkatkan Produksi Cabai

TANA PASER  – Dinas Pertanian Kabupaten Paser menyalurkan bantuan peralatan pengolah…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:51

10 Hektare Lahan Perkebunan KMS Terbakar

PENAJAM  -  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi wilayah perkembunan kelapa sawit…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:50

Terkendala Anggaran Tagihan Listrik

PENAJAM  -  Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam,…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:49

Kampung Mului Ditetapkan Sebagai MHA

TANA PASER  –  Bupati Paser, Yusriansyah Syarkawi menetapkan Kampung Mului yang berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .