MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 17 Mei 2018 08:52
Tidak Perlu Cari-Cari Gas, Tinggal Pakai dan Lebih Hemat

Setahun Warga Karang Jati Terlayani Jargas

NIKMATI FASILITAS: Kartini, Ketua RT 22 Karang Jati yang sudah merasakan kenyamanan menggunakan jargas dari pemerintah.

PROKAL.CO, Setelah pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga tahap pertama pada 2016 lalu dan difungsikan pada awal 2017 lalu, langsung memberikan banyak manfaat. Seperti 400 rumah tangga di Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah.


ESA FATMAWATI



KARTINI, salah seorang warga Karang Jati yang sudah setahun setengah memanfaatkan jargas. Ibu rumah tangga yang juga merupakan Ketua RT 22 Kelurahan Karang Jati ini mengaku terbantu setelah kompornya dimodifikasi untuk sambungan jargas. Ia merasakan setelah menggunakan jargas, aktivitas memasaknya relatif lebih aman dan nyaman.


Sambungan jargas di rumahnya dipasang pada tahap pertama. Semenjak penggunaan jargas, pengeluaran untuk bahan bakar kompor, kata dia jadi relatif lebih murah. Biaya yang harus dibayarkan warga setara dengan seberapa banyak mereka menggunakan kompor untuk memasak.

Kemudahan dari jargas pun tidak hanya dirasakan karena pengeluarannya yang relatif berkurang, namun juga kemudahan. Semenjak menggunakan jargas, ia tak lagi harus sulit mencari gas saat kehabisan. Karena, gas selalu tersedia dan tinggal digunakan saja.

"Lebih murah, seperti pakai listrik. Juga tidak perlu cari-cari lagi. Tidak perlu beli, atau takut stok kehabisan. Juga jadi hemat," ungkap Kartini. Untuk diketahui gas yang disalurkan oleh jargas ini harganya Rp 4.500 per kubik. Dalam sebulan, Kartini bisa memghabiskan sekira 8 sampai 9 kubik.

Menurutnya, untuk rumah tangga yang aktivitas masak sering dilakukan, paling tidak bisa menghabiskan sampai 10 kubik perbulan. Jadi rumah tangga normal biasanya membayar Rp 45 ribu per bulan. "Kalau dia madak terus-terusan sebulan mentok banget Rp 60 ribu, jadi kan lebih murah jika dibandingkan pakai elpiji," terangnya.

Sebelum menggunakan jargas, kartini juga pengguna elpiji yang dalam sebulan bisa menghabiskan tiga sampai empat tabung elpiji melon. Jika dengan menggunakan jargas rata-rata pengeluar selama sebulan mencapai Rp 45 ribu sebulan, maka elpiji 3 kilogram saat ini HET-nya Rp 17 ribu per tabung. Jika sedang mengalami kenaikan, harganya bisa mencapai Rp 22 ribu per tabung.

"Jelas lebih murah, lebih mudah. Saya pun merasa lebih aman. Tekanannya nggak seperti elpiji. Kalau tabung, sering berbahaya kalau dia bocor, baunya kemana-mana. Jadi was-was takut meledak. Apalagi ada pemberitaan soal tabung meledak nadi tambah takut. Kalau ini, saat bocor dia mati otomatis," jelansya.

Ia menceritakan pengalamannya yang pernah lupa mematikan kompor saat memasak air. Sampai air habis pun, tidak ada bau gas bocor. Selain itu selama ini tidak ada berita yang berkaitan dengan meledaknya jargas baik di Kota Balikpapan maupun kota-kota pengguna jargas yang lain.

"Saya alami sendiri. Warga juga nggak ada keluhan. Kalau bocor kan mati otomatis. Selama pemasangan ada dua kali mati karena bocor," katanya. Meski kompor di rumahnya telah tersambung jargas, ia mengaku masih siap tabung elpiji 3 kilogram untuk berjaga-jaga jika mati tiba-tiba karen kebocoran.

Untuk pembayaran per bulannya, tiap rumah yang dipasangi jargas memiliki meteran penghitung kubik yang digunakan. Dengan begitu, warga tetap bisa mengontrol penggunaan mereka agar bisa tetap hemat. Untuk membayar biaya jargas setiap bulannya, warga hanya perlu transfer melalui rekening bank yang telah ditentukan. Pembayaran tersebut ditujukan kepada Perusahaan Daerah (Perusda) sebagai pengelola jargas.

Ia mengatakan, pada pendataan pertama dahulu, saat jargas akan dipasang, banyak warga menolak. Namun saat ini, sudah banyak warga tertarik menggunakan jargas lantaran warga pengguna banyak yang merasakan keuntungan lebih setelah menggunakan jargas. "Sekarang malah banyak yang pingin pasang. Setelah lebaran nanti akan ada pendataan kedua untuk pemasangan jargas," tandasnya. (*/rus)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 09:12

Kampung Warna-Warni Dipercantik

BALIKPAPAN   -   Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan melalui Bidang…

Selasa, 15 Januari 2019 09:11

52 Titik Rawan Macet dan Lakalantas Dipantau CCTV

BALIKPAPAN  -  Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya memaksimalkan traffic management…

Selasa, 15 Januari 2019 09:10

Dewan Geram, Banyak Fasum dan Fasos Belum Diserahkan ke Pemkot

BALIKPAPAN   -  Ternyata masih banyak fasilitas umum (fasum) dan fasilitas…

Selasa, 15 Januari 2019 09:09

Tahun Ini, PDAM Tambah Tiga Sumur Dalam

BALIKPAPAN  -  Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, PDAM Tirta…

Selasa, 15 Januari 2019 09:08

Balikpapan Bawa Pulang Piala Adipura

BALIKPAPAN  -  Setelah lima kali menerima penghargaan Adipura Kencana, maka…

Selasa, 15 Januari 2019 09:06

Petugas Dishub Awasi Gunung Pasir

BALIKPAPAN  -  Tak hanya kawasan tertib lalu lintas (KTL) di…

Selasa, 15 Januari 2019 09:06

Perjuangkan Gunung Teknik Terlayani Air PDAM

BALIKPAPAN  -  Komisi III dan PDAM Balikpapan melakukan rapat dengar…

Selasa, 15 Januari 2019 09:05

Investor Tertarik Bangun Arena Boling

BALIKPAPAN  -  Belum maksimalnya Gedung Parkir Klandasan (GPK) dalam mendongkrak…

Senin, 14 Januari 2019 09:26

Pembangunan Pelabuhan Somber Dimulai dari Nol

BALIKPAPAN   -   Kabar gembira bagi masyarakat Balikpapan, pemkot bersama pemprov…

Senin, 14 Januari 2019 09:23

Bantuan Gempa dan Tsunami Segera Diserahkan

BALIKPAPAN   -  Pemerintah kota akan menyerahkan bantuan untuk korban…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*