MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 19 Mei 2018 00:48
Pasangan Asyik Masih Berpeluang Ikut Debat

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, lembaganya masih mempelajari rekomendasi Bawaslu Jawa Barat atas pelanggaran aturan kampanye yang dilakukan oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu karena memamerkan kaos bertuliskan ”2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden” saat Debat Sesi Kedua, beberapa waktu lalu.

 

Yayat mengatakan, KPU memiliki waktu 7 hari mempelajari rekomendasi Bawaslu tersebut untuk pemberian sanksi pada pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu. ”Saat ini masih dipelajari oleh tim hukum (KPU Jabar). Dan hasilnya akan dibawa sebagai bahan Rapat Pleno KPU, kira-kira apa sanksi yang akan diberikan,” kata dia saat dihubungi wartawan, Kamis (17/5).

 

Yayat mengatakan, dari rekomendasi Bawaslu, bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan Asyik ini termasuk pelanggaran administrasi karena membawa atribut selain atribut pasangan calon, maka dirinya menepis kemungkinan pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN dan PKS ini mendapat sanksi larangan mengikuti debat terbuka putaran ketiga.

 

”Untuk larangan mengikuti debat itu pada pasangan calon yang sebelumnya tidak mengikuti debat, sanksinya dilarang mengikuti debat berikutnya. Tapi kalau Bawaslu memberikan rekomendasi adanya pelanggaran administrasi ini arahnya ke peringatan, ke surat peringatan,” terang Yayat.

 

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat Harminus Koto mengatakan, lembaganya memutuskan merekomendasikan pasangan calon gubernur Sudrajat-Ahmad Syaikhu melanggar aturan kampanye saat debat pemilihan gubernur di kampus Universitas Indonesia yang berjung ricuh di Depok, 14 Mei 2018. ”Pelanggaran sudah terbukti. Pasangan calon melakukan pelanggaran karena dalam debat itu tidak boleh membawa atribut di luar dari pada atribut kampanye,” kata dia saat dihubungi, Rabu (16/5)

 

Sementara, Ketua tim pemenangan pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu), Haru Suandharu mengatakan, belum bisa menanggapi rekomendasi Bawaslu tersebut. ”Saya belum menerima suratnya. Jadi saya mau terima dulu untuk dipelajari. Baru setelah itu akan kita tanggapi. Kalau sekarang masih katanya,” kata dia.

 

Haru mengatakan, yang disampaikan pasangan Asyik itu meneruskan aspirasi masyarakat yang menginginkan pergantian kepemimpinan nasional dalam Pemilu 2019. ”Itu bagian dari aspirasi. Dan kita sebagai warga negara bebas untuk berpendapat. Sehingga itu mestinya gak jadi persoalan,” kata dia.

 

Sebelumnya, acara debat terbuka Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia sempat mengalami kericuhan. Ini terjadi saat pasangan Sudrajat-Syaikhu menyampaikan pernyataan penutupnya. ”Kalau 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden,” kata Sudrajat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/5).

 

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera justru yakin duet Sudrajat-Syaikhu elektabilitasnya makin meroket. ”Kami yakin, justru elektabilitas Asyik kian meroket,” kata Mardani, kepada INDOPOS.

 

Ia memahami, dalam Pilkada memang ada aturannya. Namun, Mardani berpendapat bahwa tim kampanye Sudrajat-Syaikhu partai pasti memiliki alasannya. ”PKS mengapresiasi kecerdasan pasangan Asyik mengangkat isu yang memang banyak disuarakan masyarakat Jawa Barat,” lanjut Mardani. (dil/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:33

Copot Stiker Kampanye di Angkot

BADAN  Pengawas Pemilu Kota Kediri berencana menertibkan atribut kampanye peserta pemilu…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:32

Sandiaga Miris Masih Banyak Pengangguran

KEBUMEN —   Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:31

Relawan Gojo Aktif Kampanye di Medsos

JAKARTA  -  Keberadaan media sosial (medsos) memiliki peran penting bagi…

Jumat, 14 Desember 2018 07:44

Bahas DPT, KPU Rapat dengan Parpol dan Bawaslu

JAKARTA   -   KPU melakukan pertemuan dengan Bawaslu dan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:42

Fraksi PKS DPR Berencana Usulkan Pembentukan Pansus BPJS

JAKARTA   -   Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini merasa…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Antisipasi Pemilih Siluman Gunakan e-KTP di Pemilu 2019

JAKARTA   -   Peneliti Seven Strategic Studies Girindra Sandino…

Jumat, 14 Desember 2018 07:40

KPAI Dukung MK yang Perintahkan DPR Revisi UU Perkawinan

JAKARTA   -  Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan batas pernikahan anak…

Jumat, 14 Desember 2018 07:39

31 Juta Data Penduduk di Kemdagri, Hanya 4,5 Juta Valid?

JAKARTA   -  Wakil Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) Partai…

Jumat, 14 Desember 2018 07:38

KPU Buka Data NIK Pemilih Pemilu kepada Parpol

JAKARTA  -  KPU memperbolehkan partai politik peserta pemilu melihat data…

Kamis, 13 Desember 2018 07:45

Kemendagri Tegas Membantah

JAKARTA  –  Kapuspen Kemendagri Bahtiar memastikan tak ada data penduduk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .