MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 08 Juni 2018 08:37
Produk UMKM Sulit Masuk Pasar Ritel Modern

Akibat Biaya Distribusi Tinggi dan Terkendala Jaminan Halal

USAHA KECIL:Biaya distribusi tinggi dan minimnya jaminan halal membuat produk UMKM sulit masuk ke pasar ritel modern.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) mengakui  produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang masuk ke retail modern masih sangat minim. Salah satu penyebab karena produk UMKM kurang memperhatikan kemasan halal.

"Yang jadi kendala UMKM kesululitan masuk pasar retail modern karena minimnya perhatian pelaku usaha terhadap pentingnya label jaminan kehalalan produk," tegasKepala Bidang Koperasi DKUMKMP, Tri Murtianah, kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Diakui Tri Murtianah,  pihaknyasulit mengakomodir kurang lebih 20 ribu UMKM di Balikpapan yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Selain itu, minimnya alokasi anggaran untuk pengurusan administrasi legalitas halal serta pengusaha menanggung sendiri biaya distribusi produk UMKM ke retail modern.

"Juga masalah beban biaya distribusi yang tinggi jadi kendala. Memang sekarang ini belum ada regulasi yang mengatur patokan biaya distribusi maksimum produk UMKM ke retail modern," akunya.

Untuk sekali distribusi, kata dia membutuhkan biaya mencapai Rp 500 ribu. Selain itu ada pula sistem bagi hasil uang diberlakukan pelaku usaha retail pada UMKM. Untuk diketahui sesuai peraturan wali kota (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017 bahwa minimal 20 persen gerai di pasar retail modern adalah produk UMKM.

Saat ini ada sekira 100 lebih merek produk UMKM sudah masuk retail. Menurutnya DKUMKMP tetap mendorong agar UMKM menjadi industri yang melakukan fungsi produksi dan berbagi peran salahsatunya retail sebagai pemasaran.

"Kalau mereka produksi sendiri dan jual sendiri akan sulit maju. Mereka juga anggap pasar retail ambil banyak untung dan fee terlalu mahal. Padahal, mereka jual space atau ruang. Makin laris produk maka makin sedikit ambil untung. Kalau masuk retail modern jaringan jadi ke seluruh Indonesia. Misal kurang laku di sini kan laku di daerah lain," tandasnya. (cha/vie)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 09:00

Banjir Masih “Menghantui” Kota Minyak

BALIKPAPAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan menilai, banjir…

Minggu, 16 Desember 2018 08:55

20 Persen APBD Kaltim 2019 untuk Pengembangan SDM

BALIKPAPAN - APBD Kaltim 2019 telah disahkan sebesar Rp 10,53…

Minggu, 16 Desember 2018 08:52

Pemilih Muda Capai 40 Persen

BALIKPAPAN - Sidang pleno daftar pemilih tetap hasil perbaikan 2…

Minggu, 16 Desember 2018 08:50

TNI-Polri Olahraga Bersama di Lapangan Merdeka

BALIKPAPAN - Untuk mempererat tali silaturahmi antar instansi, Kodim 0905…

Minggu, 16 Desember 2018 08:47

Isran Ajak Jaga Kelestarian Kawasan Pesisir

SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Isran Noor meminta lingkungan perairan maupun…

Minggu, 16 Desember 2018 08:44

GIMANA MAU KAPOK..!! Buang Sampah, Sanksi Cuma Begini...

BALIKPAPAN - Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan Nomor 13…

Minggu, 16 Desember 2018 08:42

Aplikasi Smart City Belum Terintegrasi dengan Baik

BALIKPAPAN - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan mengakui, aplikasi…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:54

AYO BELANJA MURAH

Suasana Natal kian terasa di sejumlah perbelanjaan di Kota Minyak.…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:53

Selama 2018, Kebakaran di Kota Ini Merenggut Enam Jiwa

BALIKPAPAN  -  Musibah kebakaran yang terjadi selama tahun 2018 mendapat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:52

WADUH..!! Ada 84 Orang Gila Bebas Berkeliaran di Tengah Kota

BALIKPAPAN  -  Orang gila (orgil) atau bahasa medisnya orang dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .