MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 08 Juni 2018 08:37
Produk UMKM Sulit Masuk Pasar Ritel Modern

Akibat Biaya Distribusi Tinggi dan Terkendala Jaminan Halal

USAHA KECIL:Biaya distribusi tinggi dan minimnya jaminan halal membuat produk UMKM sulit masuk ke pasar ritel modern.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) mengakui  produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang masuk ke retail modern masih sangat minim. Salah satu penyebab karena produk UMKM kurang memperhatikan kemasan halal.

"Yang jadi kendala UMKM kesululitan masuk pasar retail modern karena minimnya perhatian pelaku usaha terhadap pentingnya label jaminan kehalalan produk," tegasKepala Bidang Koperasi DKUMKMP, Tri Murtianah, kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Diakui Tri Murtianah,  pihaknyasulit mengakomodir kurang lebih 20 ribu UMKM di Balikpapan yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Selain itu, minimnya alokasi anggaran untuk pengurusan administrasi legalitas halal serta pengusaha menanggung sendiri biaya distribusi produk UMKM ke retail modern.

"Juga masalah beban biaya distribusi yang tinggi jadi kendala. Memang sekarang ini belum ada regulasi yang mengatur patokan biaya distribusi maksimum produk UMKM ke retail modern," akunya.

Untuk sekali distribusi, kata dia membutuhkan biaya mencapai Rp 500 ribu. Selain itu ada pula sistem bagi hasil uang diberlakukan pelaku usaha retail pada UMKM. Untuk diketahui sesuai peraturan wali kota (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017 bahwa minimal 20 persen gerai di pasar retail modern adalah produk UMKM.

Saat ini ada sekira 100 lebih merek produk UMKM sudah masuk retail. Menurutnya DKUMKMP tetap mendorong agar UMKM menjadi industri yang melakukan fungsi produksi dan berbagi peran salahsatunya retail sebagai pemasaran.

"Kalau mereka produksi sendiri dan jual sendiri akan sulit maju. Mereka juga anggap pasar retail ambil banyak untung dan fee terlalu mahal. Padahal, mereka jual space atau ruang. Makin laris produk maka makin sedikit ambil untung. Kalau masuk retail modern jaringan jadi ke seluruh Indonesia. Misal kurang laku di sini kan laku di daerah lain," tandasnya. (cha/vie)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 08:59

Pelabuhan Somber Bakal Difungsikan Lagi

BALIKPAPAN   -   Pemkot Balikpapan sudah menyelesaikan pembayaran dermaga Pelabuhan…

Rabu, 20 Juni 2018 08:57

2019, Wajib Kantongi Sertifikat Halal

BALIKPAPAN   -   Masyarakat, khususnya umat Islam, dituntut selektif memilih rumah…

Rabu, 20 Juni 2018 08:55

Desak TPID dan Disdag Sidak Pasar

BALIKPAPAN  -  Masih tingginya harga komoditas kebutuhan pokok, seperti daging sapi maupun…

Rabu, 20 Juni 2018 08:54

Disiarkan TVRI di Gedung Kesenian

SAMARINDA  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim memastikan, pelaksanaan tahapan debat pamungkas…

Rabu, 20 Juni 2018 08:53

Jemput Bola sampai Pelosok

PENAJAM  -  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser…

Selasa, 19 Juni 2018 08:06

WISATA LEBARAN

Wahana permainan air di Caribbean Island Waterpark di Perumahan Balikpapan Regency menjadi pilihan warga…

Selasa, 19 Juni 2018 08:04

Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Balik

JAKARTA  -  Hari ini diprediksi menjadi puncak arus balik. Pemerintah telah melakukan beberapa…

Selasa, 19 Juni 2018 08:03

Tiga Hari Tembus 32 Ribu Orang

BALIKPAPAN   -  Libur panjang Lebaran dan anak sekolah berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung…

Selasa, 19 Juni 2018 07:59

Ritel Penyeimbang Harga Pasar Tradisional

BALIKPAPAN  -  Harga daging sapi yang naik sejak sebelum Hari Raya Idulfitri, mencapai Rp…

Selasa, 19 Juni 2018 07:58

Pengamanan Dibagi Tiga Ring

PENAJAM   -  Debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .