MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 07:55
Istri Korban Mau Pembunuh Itu Dihukum Seumur Hidup
KENANGAN INDAH: Maria Ulfa menunjukkan foto mendiang suaminya, Handarri, usai kelulusan di Universitas Mulawarman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Maria Ulfa (26) sama sekali tak menyangka, kekasih yang menikahinya enam bulan lalu pergi dengan cara yang tak manusiawi. Anca telah merenggut nyawa Handarri hanya persoalan uang Rp 16 ribu, namun minta layanan taksi online yang dikendarai Handarri dari Prapatan ke Prona III Sepinggan, Balikpapan Selatan. Setelah resmi menikah pada 30 November 2017, Ulfa dan Handarri berencana memiliki momongan. Ternyata Tuhan punya rencana lain.

“Ada banyak hal yang mau kami lakukan, tapi sudah tiada. Tuhan punya rencana lain,” kata Maria Ulfa saat disambangi di kediamannya, kemarin (13/6).

Menurut Ulfa, almarhum suaminya itu tak pernah punya masalah dengan orang lain, bahkan sebelum menikah. Pertama kali keduanya berkenalan tahun 2016, kemudian memadu kasih dan menjalin bahtera rumah tangga setahun setelahnya.

“Dia jarang nongkrong, paling habis kerja biasanya langsung pulang. Itu yang saya tahu selama pacaran dulu,” kenang Ulfa dengan raut wajah penuh kesedihan.

Kemarin (13/6), kerabat dan keluarga terdekat datang ke kediaman Handarri di Perumahan Korpri, RT 63, Balikpapan Selatan. Di depan rumah duka bercat putih itu, berbagai ucapan belasungkawa terpampang.

Semuanya berasal dari tempat korban bekerja, yakni Pegadaian dan perusahaan taksi online. Handarri memang dikenal sosok yang ulet mencari nafkah buat keluarga. Sempat bekerja sebagai tenaga bantu di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemudian keluar karena diterima sebagai pegawai Pegadaian dan menyambi sebagai driver online

Mendiang Handarri dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sepinggan, Jalan Prona III. Hanya berjarak 300 meter dari lokasi dia ditemukan tewas bersimbah darah.

“Namanya sudah jalannya, tapi tetap berat karena meninggalnya seperti ini. Kondisinya masih sehat,” ucap Ulfa berkaca-kaca.

Mata Ulfa semakin memerah. Tak lama berselang, air matanya pun tumpah. Sesekali dia menarik napas, berusaha untuk tabah. Kata Ulfa, sudah dua minggu suaminya itu mendaftar sebagai driver online. Namun dalam satu minggu terakhir, Handarri terlihat begitu sibuk karena kantor Pegadaian tengah libur. Apalagi, sebentar lagi bakal tiba Hari Kemenangan.

Biasanya untuk mencari penumpang, sambung Ulfa,  Handarri hanya memilih konsumen di wilayah Sepinggan. Berbeda dengan driver online lainnya yang punya tempat khusus untuk ngetem. Waktunya pun bervariasi, memasuki waktu libur biasanya pukul 06.00 sudah mau ambil penumpang hingga pukul 17.00 Wita.

“Nah, makanya kaget, kenapa bisa ambil penumpang sampai Prapatan,” imbuh dia.

Menurut Ulfa, kematian suaminya baru diketahuinya saat dia diminta pulang oleh mertuanya, Rosidi Anwar. “Jam 12 baru dapat kabar, suami meninggal. Itu pun saat sampai di rumah baru dikasih tahu,” isaknya.

Kepergian Handarri dirasakan oleh adiknya, Melly serta Rosidi Anwar. Dara berusia 17 tahun ini merasa gelisah karena kakaknya tak kunjung pulang ke rumah. Almarhum sempat berpamitan kepada ayahnya karena ada panggilan konsumen. Biasanya, Handarri mengantarkan penumpang paling hanya satu jam, kemudian kembali ke rumah. “Diteleponin, nomornya sudah nggak aktif. Makanya khawatir,” aku Melly.

“Polisi yang datangin, baru tahu kalau sudah meninggal. Nggak bisa ngomong pas dikasih tahu begitu,” seloroh Melly yang baru saja lulus dari SMKN 4.

Sementara Rosidi mengungkapkan, tak ada firasat tentang kepergian anak sulungnya tersebut. Semua berjalan seperti biasa. “Tak ada firasat sama sekali. Memang nggak nyangka, bisa sampai begini,” jelas Rosidi.

Baik Rosidi maupun Maria Ulfa serentak meminta kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Bila perlu jeratan hukum seumur hidup. Apalagi, Anca menghabisi Handarri secara brutal dan terkesan terencana karena membawa airsoft gun dan pisau.

“Ini kayak direncanakan. Kalau soal cekcok, mungkin nggak sampai begini. Ini sudah ditembak, keluar masih tetap ngejar. Semoga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya,” tegas Rosidi. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

DIA TAK SALAH...!! Bayi Terinfeksi HIV Mau Dibuang

BALIKPAPAN–Sungguh malang nasib bayi yang satu ini. Setelah dilahirkan ke…

Kamis, 21 Maret 2019 11:10

Pria Pamer “Burung” Lantas Onani di Depan Perempuan

BALIKPAPAN-Pria dengan perilaku seksual menyimpang membuat resah warga di kawasan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:09

Besok, Jalur Jenderal Sudirman Ditutup

BALIKPAPAN - Dalam rangka menggelar sistem pengamanan kota (sispamkota) dan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:08

17,8 Kg Sabu Dimusnahkan

BALIKPAPAN - Sekitar 72 ribu orang berhasil diselamatkan setelah 17,8…

Kamis, 21 Maret 2019 11:06

Gunakan Sistem Jaringan Putus

BALIKPAPAN - Di awal tahun 2019 lalu, jajaran Direktorat Reserse…

Kamis, 21 Maret 2019 11:05

Hamzah Akui Keterangan Saksi

BALIKPAPAN-Sidang kasus dugaan penipuan ratusan jamaah umroh PT Arafah Tamasya…

Rabu, 20 Maret 2019 11:14

Awas! Penipuan Cashback Taxi Online

BALIKPAPAN-Jangan mudah percaya dengan tawaran menggiurkan melalui pesan singkat di…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Kasat Reskrim Nyaris Kena Tipu

BALIKPAPAN-Penipuan memanfaatkan kemajuan teknologi berupa penggunaan aplikasi online memang tengah…

Rabu, 20 Maret 2019 11:09

Sidang Pembunuhan Rekan Kerja Ditunda

BALIKPAPAN-Sidang dengan terdakwa Udin (30) pelaku pembunuhan teman di tempat…

Rabu, 20 Maret 2019 11:08

Berkas Perampokan Sadis Martadinata Belum Rampung

BALIKPAPAN-Sampai sejauh ini, penyidik kepolisian dari Sat Reskrim Polres Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*