MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 07:55
Istri Korban Mau Pembunuh Itu Dihukum Seumur Hidup
KENANGAN INDAH: Maria Ulfa menunjukkan foto mendiang suaminya, Handarri, usai kelulusan di Universitas Mulawarman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Maria Ulfa (26) sama sekali tak menyangka, kekasih yang menikahinya enam bulan lalu pergi dengan cara yang tak manusiawi. Anca telah merenggut nyawa Handarri hanya persoalan uang Rp 16 ribu, namun minta layanan taksi online yang dikendarai Handarri dari Prapatan ke Prona III Sepinggan, Balikpapan Selatan. Setelah resmi menikah pada 30 November 2017, Ulfa dan Handarri berencana memiliki momongan. Ternyata Tuhan punya rencana lain.

“Ada banyak hal yang mau kami lakukan, tapi sudah tiada. Tuhan punya rencana lain,” kata Maria Ulfa saat disambangi di kediamannya, kemarin (13/6).

Menurut Ulfa, almarhum suaminya itu tak pernah punya masalah dengan orang lain, bahkan sebelum menikah. Pertama kali keduanya berkenalan tahun 2016, kemudian memadu kasih dan menjalin bahtera rumah tangga setahun setelahnya.

“Dia jarang nongkrong, paling habis kerja biasanya langsung pulang. Itu yang saya tahu selama pacaran dulu,” kenang Ulfa dengan raut wajah penuh kesedihan.

Kemarin (13/6), kerabat dan keluarga terdekat datang ke kediaman Handarri di Perumahan Korpri, RT 63, Balikpapan Selatan. Di depan rumah duka bercat putih itu, berbagai ucapan belasungkawa terpampang.

Semuanya berasal dari tempat korban bekerja, yakni Pegadaian dan perusahaan taksi online. Handarri memang dikenal sosok yang ulet mencari nafkah buat keluarga. Sempat bekerja sebagai tenaga bantu di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemudian keluar karena diterima sebagai pegawai Pegadaian dan menyambi sebagai driver online

Mendiang Handarri dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sepinggan, Jalan Prona III. Hanya berjarak 300 meter dari lokasi dia ditemukan tewas bersimbah darah.

“Namanya sudah jalannya, tapi tetap berat karena meninggalnya seperti ini. Kondisinya masih sehat,” ucap Ulfa berkaca-kaca.

Mata Ulfa semakin memerah. Tak lama berselang, air matanya pun tumpah. Sesekali dia menarik napas, berusaha untuk tabah. Kata Ulfa, sudah dua minggu suaminya itu mendaftar sebagai driver online. Namun dalam satu minggu terakhir, Handarri terlihat begitu sibuk karena kantor Pegadaian tengah libur. Apalagi, sebentar lagi bakal tiba Hari Kemenangan.

Biasanya untuk mencari penumpang, sambung Ulfa,  Handarri hanya memilih konsumen di wilayah Sepinggan. Berbeda dengan driver online lainnya yang punya tempat khusus untuk ngetem. Waktunya pun bervariasi, memasuki waktu libur biasanya pukul 06.00 sudah mau ambil penumpang hingga pukul 17.00 Wita.

“Nah, makanya kaget, kenapa bisa ambil penumpang sampai Prapatan,” imbuh dia.

Menurut Ulfa, kematian suaminya baru diketahuinya saat dia diminta pulang oleh mertuanya, Rosidi Anwar. “Jam 12 baru dapat kabar, suami meninggal. Itu pun saat sampai di rumah baru dikasih tahu,” isaknya.

Kepergian Handarri dirasakan oleh adiknya, Melly serta Rosidi Anwar. Dara berusia 17 tahun ini merasa gelisah karena kakaknya tak kunjung pulang ke rumah. Almarhum sempat berpamitan kepada ayahnya karena ada panggilan konsumen. Biasanya, Handarri mengantarkan penumpang paling hanya satu jam, kemudian kembali ke rumah. “Diteleponin, nomornya sudah nggak aktif. Makanya khawatir,” aku Melly.

“Polisi yang datangin, baru tahu kalau sudah meninggal. Nggak bisa ngomong pas dikasih tahu begitu,” seloroh Melly yang baru saja lulus dari SMKN 4.

Sementara Rosidi mengungkapkan, tak ada firasat tentang kepergian anak sulungnya tersebut. Semua berjalan seperti biasa. “Tak ada firasat sama sekali. Memang nggak nyangka, bisa sampai begini,” jelas Rosidi.

Baik Rosidi maupun Maria Ulfa serentak meminta kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Bila perlu jeratan hukum seumur hidup. Apalagi, Anca menghabisi Handarri secara brutal dan terkesan terencana karena membawa airsoft gun dan pisau.

“Ini kayak direncanakan. Kalau soal cekcok, mungkin nggak sampai begini. Ini sudah ditembak, keluar masih tetap ngejar. Semoga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya,” tegas Rosidi. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:15

Jaringan Pengedar Sabu Dicokok

BALIKPAPAN - Jajaran Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Balikpapan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:05

Rudi Embat Ban Truk Nganggur

BALIKPAPAN - Rudi Halili (36) warga Jalan Batu Butok, Kelurahan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:02

Ratusan Miras Siap Dimusnahkan

BALIKPAPAN - Ratusan botol dan kaleng minuman keras (miras) yang…

Minggu, 16 Desember 2018 09:58

Kasus Penikaman Teman, Polres Segera Gelar Rekonstruksi

BALIKPAPAN - Penyidik Polres Balikpapan masih melengkapi berkas tersangka Udin.…

Minggu, 16 Desember 2018 09:49

Perusak Bendera Disuruh PDIP

PEKANBARU - Terduga pelaku perusak baliho penyambutan SBY hingga atribut…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:48

Korban Luka Bakar Belum Bisa Diperiksa

BALIKPAPAN   -   Rekonstruksi kasus pembakaran yang diduga sengaja dilakukan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:46

Harga Bahan Pokok Masih Stabil

BALIKPAPAN  -  Untuk memastikan harga kebutuhan pokok di wilayah Balikpapan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:44

Pura-Pura Jadi Pembeli, Motor Korban Digadai

BALIKPAPAN   -    Waspadalah saat hendak menjual barang. Jangan biarkan barang…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:43

Sidang Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, JPU Hadirkan Berapa Saksi..??

BALIKPAPAN   -   Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tumpahan minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:41

Akibat Sebuah Kedewasaan

Tepat pada hari ulang tahunnya ke-17, pemuda tampan berbicara langsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .