MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 20 Juni 2018 08:40
Tujuh Tewas di Lubang Emas Sekotong
TRAGEDI: Lubang emas Sekotong yang menjadi lokasi tewasnya tujuh penambang emas secara mengenaskan.

PROKAL.CO, GIRI MENANG  –  Tujuh orang penambang tewas di lubang emas Gunung Suge, Dusun Selodong Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (19/6).  Mereka mati mengenaskan saat tengah asik menggali tambang. Kuat dugaan mereka kesulitan bernapas karena lubang tambang dipeuhi asap.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, para penambang berjumlah 13 orang. Mereka menambang di lubang emas tak bertuan atau telah ditinggalkan pemiliknya. Mereka masuk ke dalam lubang pada Senin (18/6) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat melakukan penambangan, para penambang itu mencium bau asap dari sesuatu yang terbakar. Diduga asap tersebut berasal dari lubang tambang lain yang terhubung dengan tempat para korban.

 Lambat laun lubang tambang yang kedalamannya mencapai 200 meter itu dipenuhi asap. Para penambang pun mulai panik karena kesulitan bernapas. Mereka berusaha menyelamatkan diri, namun naas tujuh orang penambang harus meregang nyawa karena tidak bisa bernapas. Beruntung enam orang penambang lainnya selamat.

 Ketujuh korban meninggal dunia antara lain Supar, 45 tahun asal Banyumulek Kediri, Judin 35 tahun asal Blongas Desa Buwun Mas Sekotong, Wildan 30 tahun asal Slodong Desa Buwun Mas Sekotong, Nuri 35 tahun Selodong Desa Buwun Mas Sekotong, Sulaiman, 28 tahun asal Dusun Sauh Desa Buwun Mas Sekotong, Ramli 28 tahun asal Dusun Sauh Desa Buwun Mas Sekotong, dan  Sahdan alias Kentung 40 tahun asal Dusun Lekong Desa Buwun Mas Sekotong.

 Sementara korban selamat mengalami luka luka antara lain, Rudini 28 tahun asal Lekong Jae, Menter  35 tahun asal Lekong Jae, Sukardi 40 tahun asal Dusun Sauh, Nasri 30 tahun asal Dusun Sauh dan sisanya lagi belum diketahui  identitasnya.

 Evakuasi korban dilakukan pada Selasa (19/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Para korban dibawa ke Puskesmas Sekotong menggunakan kendaraan warga sekitar. Usai diperiksa tim medis Puskesmas Sekotong, pihak keluarga korban mendesak agar Puskesmas dan kepolisian segera memulangkan untuk segera di makamkan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

 Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis, para penambang diduga meninggal karena keracunan gas yang mengakibatkan korban kekurangan oksigen. Sementara untuk korban yang mengalami luka-luka tidak ditemukan bekas kekerasan. Luka itu disebabkan saat para korban berupaya menyelamatkan diri.

 Kepala Desa Buwun Mas Rochidi yang dikonfirmasi mengatakan, jumlah korban belum diketahui secara pasti. Bahkan, menurut dia, kemungkinan adanya korban tambahan bisa saja terjadi mengingat kedalaman lubang tambang itu mencapai 200 meter. Pihak desa sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk evakuasi korban yang tersisa. Untuk pemulangan jenazah korban yang sebagian besar adalah warga Desa Buwun Mas pihaknya masih menunggu. ”Kami menunggu dari pihak Puskesmas,” katanya singkat.

 Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi sampai sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Dari informasi yang diperoleh, Kapolres Lobar beserta jajarannya langsung terjun ke lokasi kejadian yang memang berada di atas pegunungan sehingga menyulitkan berkomunikasi via ponsel. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya. (ewi/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 11:11

Klaim Membunuh karena Membela Diri, Kuasa Hukum Berharap Vonis Bebas

BALIKPAPAN-Setelah dituntut jaksa 20 tahun penjara, sidang dengan terdakwa Udin…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Berkas Kasus Tabrak Pengguna Jalan Sudah P21

BALIKPAPAN- Masih ingat kasus tabrakan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta…

Senin, 20 Mei 2019 11:06

Dua Ton Bandeng Digasak Maling

PENAJAM- Pembudidaya  Desa Babulu Laut diresahkan dengan kasus pencurian ikan…

Senin, 20 Mei 2019 11:05

BPJS dan RSKD Sudah Sepakat, Pelayanan Kembali Normal

BALIKPAPAN - Permasalahan antara RSKD dengan BPJS Kesehatan berakhir sudah.…

Kamis, 16 Mei 2019 10:59

Kantor Kormi Istiqomah Disatroni Maling, Pelaku ke Gep CCTV

BALIKPAPAN-Di bulan suci Ramadan, Masjid Istiqomah tak luput dari sasaran…

Kamis, 16 Mei 2019 10:58

Aksi Mesum Dilakukan saat Mabuk

BALIKPAPAN-Kasus video mesum pelajar SMP viral di facebook dan menggemparkan…

Rabu, 15 Mei 2019 10:30

Hakim Berhalangan, Dokter Forensik Batal Beri Kesaksian

BALIKPAPAN-Sidang kasus dengan tiga terdakwa yakni Hardjito, Adi Supriyatna, dan…

Senin, 13 Mei 2019 11:48

2.383 Pengendara Dapat Teguran

BALIKPAPAN-Operasi Keselamatan Mahakam 2019 resmi ditutup kemarin (12/5). Dari data…

Senin, 13 Mei 2019 11:46

Perampok Sadis Segera Disidang

BALIKPAPAN-Berkas kasus perampokan sadis yang terjadi di Jalan Martadinata, Kelurahan…

Kamis, 09 Mei 2019 11:38

"Obok-Obok" Dua Eks Lokalisasi Hasilnya Nihil

BALIKPAPAN - Selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah jajaran Satuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*