MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 20 Juni 2018 08:40
Tujuh Tewas di Lubang Emas Sekotong
TRAGEDI: Lubang emas Sekotong yang menjadi lokasi tewasnya tujuh penambang emas secara mengenaskan.

PROKAL.CO, GIRI MENANG  –  Tujuh orang penambang tewas di lubang emas Gunung Suge, Dusun Selodong Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (19/6).  Mereka mati mengenaskan saat tengah asik menggali tambang. Kuat dugaan mereka kesulitan bernapas karena lubang tambang dipeuhi asap.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, para penambang berjumlah 13 orang. Mereka menambang di lubang emas tak bertuan atau telah ditinggalkan pemiliknya. Mereka masuk ke dalam lubang pada Senin (18/6) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat melakukan penambangan, para penambang itu mencium bau asap dari sesuatu yang terbakar. Diduga asap tersebut berasal dari lubang tambang lain yang terhubung dengan tempat para korban.

 Lambat laun lubang tambang yang kedalamannya mencapai 200 meter itu dipenuhi asap. Para penambang pun mulai panik karena kesulitan bernapas. Mereka berusaha menyelamatkan diri, namun naas tujuh orang penambang harus meregang nyawa karena tidak bisa bernapas. Beruntung enam orang penambang lainnya selamat.

 Ketujuh korban meninggal dunia antara lain Supar, 45 tahun asal Banyumulek Kediri, Judin 35 tahun asal Blongas Desa Buwun Mas Sekotong, Wildan 30 tahun asal Slodong Desa Buwun Mas Sekotong, Nuri 35 tahun Selodong Desa Buwun Mas Sekotong, Sulaiman, 28 tahun asal Dusun Sauh Desa Buwun Mas Sekotong, Ramli 28 tahun asal Dusun Sauh Desa Buwun Mas Sekotong, dan  Sahdan alias Kentung 40 tahun asal Dusun Lekong Desa Buwun Mas Sekotong.

 Sementara korban selamat mengalami luka luka antara lain, Rudini 28 tahun asal Lekong Jae, Menter  35 tahun asal Lekong Jae, Sukardi 40 tahun asal Dusun Sauh, Nasri 30 tahun asal Dusun Sauh dan sisanya lagi belum diketahui  identitasnya.

 Evakuasi korban dilakukan pada Selasa (19/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Para korban dibawa ke Puskesmas Sekotong menggunakan kendaraan warga sekitar. Usai diperiksa tim medis Puskesmas Sekotong, pihak keluarga korban mendesak agar Puskesmas dan kepolisian segera memulangkan untuk segera di makamkan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

 Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis, para penambang diduga meninggal karena keracunan gas yang mengakibatkan korban kekurangan oksigen. Sementara untuk korban yang mengalami luka-luka tidak ditemukan bekas kekerasan. Luka itu disebabkan saat para korban berupaya menyelamatkan diri.

 Kepala Desa Buwun Mas Rochidi yang dikonfirmasi mengatakan, jumlah korban belum diketahui secara pasti. Bahkan, menurut dia, kemungkinan adanya korban tambahan bisa saja terjadi mengingat kedalaman lubang tambang itu mencapai 200 meter. Pihak desa sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk evakuasi korban yang tersisa. Untuk pemulangan jenazah korban yang sebagian besar adalah warga Desa Buwun Mas pihaknya masih menunggu. ”Kami menunggu dari pihak Puskesmas,” katanya singkat.

 Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi sampai sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Dari informasi yang diperoleh, Kapolres Lobar beserta jajarannya langsung terjun ke lokasi kejadian yang memang berada di atas pegunungan sehingga menyulitkan berkomunikasi via ponsel. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya. (ewi/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:47

Ganja Diselundupkan Lewat Bandara

JAMBI   –   Petugas Avsec Cargo Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, berhasil…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:46

Napi Korupsi Dapat Remisi

MATARAM  -   Kemenkumham memberi remisi atau pemotongan masa hukuman terhadap 1.389 orang…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:44

Pengedar di Bawah Umur Dibekuk

SANGATTA  - Kepolisian kembali menggagalkan rencana transaksi pengedaran narkoba di Jalan Diponegoro…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:43

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN  -  Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Marabahan tampak tak seperti…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:43

Awas, Pelaku Hipnotis Berkeliaran di ATM

JAKARTA   -   Belakangan ini marak aksi hipnotis di ATM yang ada di Jakarta Timur.…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:38

Empat Oknum Polisi Positif Narkoba

PONTIANAK   -   Hasil tes urine pada Senin (13/8), empat oknum anggota polisi Polresta Pontianak…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:37

Sekeluarga Tewas Terbakar

Polrestabes Makassar telah mendalami motif dalam kasus pembunuhan sekeluarga dengan cara dibakar pada…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:36

Siti Aisyah Kaget dan Menangis

KUALA LUMPUR  - Pengadilan Malaysia hari ini memutuskan bahwa persidangan dua terdakwa kasus pembunuhan…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:33

Inisiator Terancam Sanksi Pemecatan

JAKARTA  -  Sanksi akademik sampai pemecatan sebagai mahasiswa, mengancam inisiator penggunaan…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:32

Adik Inneke Kembali Diperiksa

JAKARTA   -  Adik Inneke Koesherawati, Ike Rahmawati kembali diperiksa Komisi Pemberantasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .