MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 13 Juli 2018 08:31
Kapolres Pangkep Dicopot

Diduga Terlibat Perselingkuhan

PROKAL.CO, JAKARTA  —  Polri terus berupaya memperbaiki diri. Kemarin (12/7) Polri mencopot dua perwira menengah yang menjabat sebagai kapolres karena diduga melakukan pelanggaran. Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan dicopot karena diduga melakukan kesalahan dalam manajemen anggaran dan Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko dicopot untuk diperiksa karena dugaan perselingkuhan.

Dalam surat telegram Kapolri nomor ST/1660/VII/KEP/2018 tertanggal 5 Juli 2018 disebutkan AKBP Rachmat Kurniawan dimutasi menjadi Pamen Polda Kalimantan Barat. Masih dalam surat itu disebut juga Rachmat dimutasi dalam rangka pemeriksaan.

 Untuk Kapolres Pangkep, sesuai surat telegram kapolri nomor ST/1679/VII/KEP/2018 tertanggal 6 Juli 2018 disebutkan Kapolres Pangkep dimutasi sebagai pamen Polda Sulawesi Selatan dalam rangka pemeriksaan.

 Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal membenarkan pencopotan dua perwira menengah Polri tersebut. Menurutnya, untuk pencopotan dari Kapolres Sanggau dikarenakan sebagai kuasa pengguna anggaran diduga salah dalam melakukan manajemen anggaran. ”Anggaran di Polres ya,” tuturnya.

 Proses selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap mantan Kapolres tersebut. Ada tahapan untuk mengetahui apakah benar terjadi pelanggaran disiplin dan kode etik dari AKBP Rachmat tersebut. ”Kita lihat ya,” jelasnya.

 Untuk mantan Kapolres Pangkep, dia menjelaskan bahwa terdapat laporan dari Kapolda terkait masalah tersebut. Namun, untuk kewenangan mutasi Kapolres itu berada di Mabes Polri. ”Saat ini kita identifikasi, ya diperiksa dulu. Lalu dijadikan Pamen Polda Sulsel,” paparnya.

 Menurutnya, untuk pelanggaran yang dilakukan mantan Kapolres Pangkep tersebut adalah dugaan perselingkuhan. ”Ini masih sementara ya,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

 

                Sementara Kadivpropam Polri Irjen Martuani Sormin menjelaskan bahwa proses sedang dilakukan Pengamanan Internal Polri untuk mantan Kapolres Sanggau. ”Untuk pembuktian pelanggarannya,” ujarnya.

 

                Kalau terkait kemungkinan sanksi pemecatan terhadap mantan Kapolres Sanggau, dia mengatakan bahwa semua itu bergantung pada sidang terhadap mantan kapolres Sanggau tersebut. ”Kita lihat sanksinya apa memang seperti itu,” ungkapnya. (idr)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 Januari 2019 08:07

Polsek Bandara Ringkus Jaringan Peredaran Narkoba

POLSEK BANDARA UNTUK BALPOS  BALIKPAPAN   -   Peredaran bisa terjadi…

Rabu, 30 Januari 2019 08:04

Awas! Banyak Obat Kedaluwarsa Beredar

BALIKPAPAN  -  Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kaltim akhirnya membuka hasil…

Rabu, 30 Januari 2019 08:04

Polda NTB Makin Irit Bicara

MATARAM  -   Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB menetapkan oknum polisi…

Selasa, 29 Januari 2019 08:05

Mayat Hanyut Akhirnya Ditemukan

BALIKPAPAN  –  Identitas mayat seorang pria yang mengapung dan ditemukan…

Selasa, 29 Januari 2019 08:03

Bapak Enam Anak Hamili ABG

MAGETAN  –  Sentot Bagus Mulya sudah gelap mata. Pria 62…

Selasa, 29 Januari 2019 08:02

Tiga Pemuda Dibacok

TARUB  –   Insiden pembacokan kembali terjadi. Kali ini, korbannya bukan…

Senin, 28 Januari 2019 08:07

Kakek Tega Bantai Adik Kandung

GROBOGAN  –  Aksi yang dilakukan Wadiyo, 70, sungguh nekat. Dia…

Senin, 28 Januari 2019 08:06

DPO Perampok Alfamart Diringkus

BATANGHARI  –   Anggota Unit Polsek Muara Tembesi, akhirnya berhasil…

Senin, 28 Januari 2019 08:05

Sembilan Patung Sapundu Sirna

SAMPIT  –   Sudahsembilanpatungsapundu di Desa Bukit Batu, KecamatanCempaga Hulu,…

Senin, 28 Januari 2019 08:04

Kunjungan di Hari Libur, Supaya Lebih Manusiawi

Wajah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram perlahan berubah. Perubahan terlihat pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*