MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 13 Juli 2018 09:12
Kekurangan Guru ASN, Sistem Zonasi 90 Persen Belum Siap

KEBIJAKAN

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Muhaimin mengakui, sistem zonasi 90 persen sesuai Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 sulit dilaksanakan di Balikpapan.

 Pasalnya, keterjangkauan serta kualitas sekolah di Balikpapan masih belum merata. Namun, Muhaimin mengakui, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) sebenarnya baik. Sistem zonasilah yang menjadi masalah.

 “Karena zonasi ini aturan permendikbud, maka Pak Wali akan buat laporan ke Kemendikbud. Saya rasa daerah lain juga banyak yang akan menyampaikan,” aku Muhaimin.

 Dia juga mengatakan, jika sistem zonasi diterapkan secara penuh, bukanlah Balikpapan yang tidak siap. Namun memang belum saatnya diterapkan, terlebih di seluruh Indonesia.

 “Zonasi sesuai permendikbud ini ‘kan baru diterapkan pada tahun ini. Kalau dulu sistemnya seperti bina lingkungan (BL) dan reguler masih tidak ada masalah,” jelasnya.

 Selain itu, dia juga mengatakan, permasalahannya bukan pada kekurangan rombongan belajar (rombel). Karena permasalahannya itu bisa langsung dipenuhi. Yang jadi permasalahannya, apabila sekolah negeri di Kota Balikpapan menambah kelas. Hal itu tidak bisa dilakukan karena Balikpapan masih kekurangan guru.

 “Kalau kita nambah kelas pun, tetap saja kekurangan guru, jadinya tidak bisa juga. Masalahnya, kami sampai kini masih kekurangan guru sangat banyak,” beber Muhaimin.

 Perihal kekurangan guru itu, Disdikbud sebenarnya telah melaporkan karena ada jatah guru untuk formasi 2018. Meski begitu, hingga kini belum ada info terkait penambahan guru ASN di Balikpapan.

 “Kita ini sudah lima tahun moratorium ASN guru. Kami pun dari Disdikbud juga sudah menyampaikan kepada wali kota dan dewan kalau penambahan rombel tidak akan menyelesaikan masalah. Karena yang mengajar pun tidak ada,” katanya.

 Hingga kini, ada 1.300 guru SD di Balikpapan berstatus non-ASN dan 1.100 berstatus ASN. Sementara untuk guru SMP ada 767 berstatus ASN dan 340 yang berstatus non-ASN. “Kami usulkan untuk SD 220 orang ASN dan SMP 70 orang ASN,” pungkasnya. (cha/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 09:14

Satpol PP Copot Reklame Terpasang di Pohon

BALIKPAPAN - Puluhan reklame yang terpasang di bahu Jalan MT…

Selasa, 20 November 2018 09:12

Tiga Kelurahan Deklarasikan Bebas BAB

BALIKPAPAN - Sebanyak tiga kelurahan mendeklarasikan kelurahan bebas dari perilaku…

Selasa, 20 November 2018 09:09

Sekretariat DPRD Raih Peringkat Tiga

BALIKPAPAN - Sekretariat DPRD Kota Balikpapan meraih penghargaan dalam Anugerah…

Selasa, 20 November 2018 09:06

Pernak-pernik Maulid Nabi Diburu Pembeli

Setiap Rabiul Awal, umat muslim memperingati Maulid Nabi. Menyambut kelahiran…

Selasa, 20 November 2018 09:03

Dishub Siap Rebut WTN Usul Penambahan CCTV

BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan cukup serius menghadapi…

Selasa, 20 November 2018 09:00

Viko Tanya ke KPU RI dan Bawa ke PTUN

SAMARINDA - Tak hanya Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim,…

Selasa, 20 November 2018 08:59

Hari Ini, Garuda Mendarat di APT Pranoto

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto Samarinda terus berbenah usai diresmikan…

Senin, 19 November 2018 08:52

MONSTER JALANAN

TRUK bertonase besar menjadi ancaman bagi pengendara sepeda motor di…

Senin, 19 November 2018 08:49

Pemilih Berkurang Seribu Orang

BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan mengonfirmasi bahwa…

Senin, 19 November 2018 08:47

Angkatan Muda Muhammadiyah Deklarasi Jam Belajar

BALIKPAPAN - Ratusan orang yang terdiri Angkatan Muda Muhammadiyah,  Aisyiyah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .