MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 03 Agustus 2018 07:59
Saksi Ungkap Pengadaan Server

Sidang Dugaan Korupsi Merger BPR

MEJA HIJAU: Sidang dugaan korupsi merger BPR yang berlangsung kemarin (2/8).

PROKAL.CO, MATARAM  -  Kasus dugaan korupsi Merger PD BPR NTB terus berlanjut. Kemarin (2/8) majelis hakim mengkonfrontir dua saksi kunci pada kasus tersebut. Yakni, Sadikin Amir selaku anggota tim konsolidasi bidang SDM dan Harianto selaku anggota tim IT.

 Sidang yang dipimpin AA Gusti Ngurah Rajendra, Abadi, dan Fathurrauzi dimulai pukul 11.30 Wita. Sadikin Amir yang dicecar pertanyaan terlebih dahulu.

 Dihadapan majelis hakim, Sadikin mengaku dirinya bertugas sebagai perancang struktur organisasi BPR. Lalu  ia ditanyadasar merancang struktur organisasi BPR dan menjadikan Manggaukang sebagai komisaris.

 Namun,  jawaban Sadikin tidak konsisten.  Dia mengelak kalau melakukan penunjukkan Manggaukang sebagai komisaris. "Tanggung jawab saya pada direksi ke bawah bukan penunjukkan komisaris," kata Sadikin dihadapan Majelis Hakim.

 Bahkan ketika ditanyakan terkait kegiatan tim konsolidasi, Hakim semakin geram. Jawabannya dianggap tak relevan dengan pertanyaan.

 Setelah dicecar, baru Sadikin menjawab pertanyaan majelis hakim. Sadikin mengatakan, kegiatan tim konsolidasi itu ada 20.  Ketika diperjelas kegiatan tersebut, Sadikin tidak bisa menjawab satu pun. ”Saya tidak ingat,”  ujarnya.

 Pada sidang kedua, Harianto mengungkap pengadaan server yang saat ini ditempatkan di PD BPR Loteng. Server tersebut bernilai  Rp 468 juta.

 Pengadaan server itu ternyata tidak melalui tender.  Perusahaan PT USI ditunjuk sebagai pembeli barang melalui LPSE  (pembelian E-katalog). ”Ditunjuk langsung tanpa ditender,” kata Suhardi dengan suara terbata-bata.

 Dia mengaku penunjukkan langsung itu dilakukan atas rekomendasi dari terdakwa Mutawali. ”Saya tidak mendapatkan persetujuan dari terdakwa Ikhwan,” ucapnya.

 Dia mengaku, kalau pengadaan server itu awalnya menggunakan uang muka Rp 50 juta dari anggaran tim konsolidasi. Namun, setelah server itu terkirim, Wakil ketua tim konsolidasi Mutawali tidak memiliki anggaran untuk menutupi sisa pembayaran. ”Sehingga, PD BPR Selong lah yang melunasi pembayaran itu,” bebernya.

 Penasihat hukum terdakwa Ikhwan, Fadil SS mengatakan, semua sudah terang benderang. Bahwa Ikhwan selaku ketua tim konsolidasi tidak mengetahui sama sekali pengadaan server. ”Seharusnya, dia  (Ikhwan,Red) selaku ketua harus mengethui pengadaan itu,” kata Fadil.

 Menurutnya, Ikhwan  adalah korban dalam kasus ini.  Seharusnya, bukan dia yang kena dalam kasus tersebut. ”Manggaukang yang harus kena,” ungkapnya.

 Begitu juga dengan penasihat hukum Mutawali, Umayyah mengatakan, dari keterangan saksi  di awal, semua menyebut manggaukan g yang menikmati uangnya. ”Tetapi kok, tidak disentuh hukum,” pungkasnya. (arl/r2/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 10:02

Personel Patroli Ditambah

BALIKPAPAN - Untuk mengantisipasi maraknya aksi penjambretan di Kota Balikpapan,…

Selasa, 20 November 2018 10:02

Putusan Pelanggar Lalin Meningkat

BALIKPAPAN - Pasca operasi Zebra Mahakam, putusan terhadap pengendara yang…

Senin, 19 November 2018 09:48

Teken Petisi, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terancam Buyar

JAKARTA – Dukungan terhadap Baiq Nuril Maknun terus mengalir. Minggu…

Senin, 19 November 2018 09:48

Istri Gubernur NTB Siap Jadi Penjamin Nuril

MATARAM - Surat panggilan pelaksanaan eksekusi direspons tim penasihat hukum…

Senin, 19 November 2018 09:45

Pemberkasan Penyelundup Kokain Dimulai

JAMBI – Penyidik Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi,…

Senin, 19 November 2018 09:44

Waspadalah! Penipuan Sasar Korban Curanmor

BALIKPAPAN - Modus penipuan telekomunikasi berbagai cara, mulai dari mama…

Sabtu, 17 November 2018 00:54

Duda Tewas Terseruduk Tangki

BANYUWANGI  –   Malang benar nasib Saiful Bahri (48) warga Dusun…

Sabtu, 17 November 2018 00:53

Tahanan Lapas Meninggal Tak Wajar

PALEMBANG   - Yuhendri Kusnandi (39), tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara…

Sabtu, 17 November 2018 00:52

Bakar Sampah, Merembet ke Semak Belukar

BALIKPAPAN  -  Semak belukar yang berada di sebelah pembuangan sampah…

Sabtu, 17 November 2018 00:51

Terhimpit Utang, Aniaya Wanita Paru Baya

BUNTOK  -  Gara-gara terhimpit utang, seketika pikiran jahat Panjul muncul.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .