MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 03 Agustus 2018 07:59
Saksi Ungkap Pengadaan Server

Sidang Dugaan Korupsi Merger BPR

MEJA HIJAU: Sidang dugaan korupsi merger BPR yang berlangsung kemarin (2/8).

PROKAL.CO, MATARAM  -  Kasus dugaan korupsi Merger PD BPR NTB terus berlanjut. Kemarin (2/8) majelis hakim mengkonfrontir dua saksi kunci pada kasus tersebut. Yakni, Sadikin Amir selaku anggota tim konsolidasi bidang SDM dan Harianto selaku anggota tim IT.

 Sidang yang dipimpin AA Gusti Ngurah Rajendra, Abadi, dan Fathurrauzi dimulai pukul 11.30 Wita. Sadikin Amir yang dicecar pertanyaan terlebih dahulu.

 Dihadapan majelis hakim, Sadikin mengaku dirinya bertugas sebagai perancang struktur organisasi BPR. Lalu  ia ditanyadasar merancang struktur organisasi BPR dan menjadikan Manggaukang sebagai komisaris.

 Namun,  jawaban Sadikin tidak konsisten.  Dia mengelak kalau melakukan penunjukkan Manggaukang sebagai komisaris. "Tanggung jawab saya pada direksi ke bawah bukan penunjukkan komisaris," kata Sadikin dihadapan Majelis Hakim.

 Bahkan ketika ditanyakan terkait kegiatan tim konsolidasi, Hakim semakin geram. Jawabannya dianggap tak relevan dengan pertanyaan.

 Setelah dicecar, baru Sadikin menjawab pertanyaan majelis hakim. Sadikin mengatakan, kegiatan tim konsolidasi itu ada 20.  Ketika diperjelas kegiatan tersebut, Sadikin tidak bisa menjawab satu pun. ”Saya tidak ingat,”  ujarnya.

 Pada sidang kedua, Harianto mengungkap pengadaan server yang saat ini ditempatkan di PD BPR Loteng. Server tersebut bernilai  Rp 468 juta.

 Pengadaan server itu ternyata tidak melalui tender.  Perusahaan PT USI ditunjuk sebagai pembeli barang melalui LPSE  (pembelian E-katalog). ”Ditunjuk langsung tanpa ditender,” kata Suhardi dengan suara terbata-bata.

 Dia mengaku penunjukkan langsung itu dilakukan atas rekomendasi dari terdakwa Mutawali. ”Saya tidak mendapatkan persetujuan dari terdakwa Ikhwan,” ucapnya.

 Dia mengaku, kalau pengadaan server itu awalnya menggunakan uang muka Rp 50 juta dari anggaran tim konsolidasi. Namun, setelah server itu terkirim, Wakil ketua tim konsolidasi Mutawali tidak memiliki anggaran untuk menutupi sisa pembayaran. ”Sehingga, PD BPR Selong lah yang melunasi pembayaran itu,” bebernya.

 Penasihat hukum terdakwa Ikhwan, Fadil SS mengatakan, semua sudah terang benderang. Bahwa Ikhwan selaku ketua tim konsolidasi tidak mengetahui sama sekali pengadaan server. ”Seharusnya, dia  (Ikhwan,Red) selaku ketua harus mengethui pengadaan itu,” kata Fadil.

 Menurutnya, Ikhwan  adalah korban dalam kasus ini.  Seharusnya, bukan dia yang kena dalam kasus tersebut. ”Manggaukang yang harus kena,” ungkapnya.

 Begitu juga dengan penasihat hukum Mutawali, Umayyah mengatakan, dari keterangan saksi  di awal, semua menyebut manggaukan g yang menikmati uangnya. ”Tetapi kok, tidak disentuh hukum,” pungkasnya. (arl/r2/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:18

Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp 3,3 Miliar

JAKARTA   -  Mantan anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Amin Santono didakwa menerima…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Bos Abu Tours Cuci Uang Jemaah Rp 1,2 T

MAKASAR   -   Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa bos Abu Tours, Hamzah Mamba menggunakan uang…

Kamis, 20 September 2018 08:02

Polisi Bongkar Penjualan Obat Ilegal

JAKARTA   -   Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap…

Kamis, 20 September 2018 08:01

Patah AS, Bahu ANS Nyungsep

INDERALAYA  -  Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ANS jurusan Jakarta-Padang Bukti…

Kamis, 20 September 2018 08:00

Kolor Ijo Teror Warga Sidrap

SIDRAP  --  Isu kolor ijo masih menghantui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe,…

Kamis, 20 September 2018 07:58

Bocah Perempuan Nyaris Diculik Pria Bermotor

Bandung   -  Bocah perempuan berusia 10 tahun nyaris diculik dua pria bermotor di Kota Bandung.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .