MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:09
Belanja Pemain Aktif, Pelatih Tak Kunjung Diganti
PEMAIN ANYAR: Penyerang naturalisasi, Charles Orock menjadi salah satu pemain baru yang direkrut Persiba Balikpapan pada putaran kedua.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Para suporter sejatinya mengapresiasi manajemen Persiba Balikpapan saat aktif dalam bursa transfer jelang putaran kedua Liga 2. Tercatat ada tujuh pemain baru didatangkan. Bahkan beberapa diantaranya punya pengalaman mumpuni dalam membela Persiba. Sebut saja Yudi Khoeruddin dan Aang Suparman. Disamping itu, juga mendatangkan pemain naturalisasi, Charles Orock untuk mengisi lini depan. Sebab sebelumnya,dua penyerang Dimas Galih dan Dani Namangge yang didepak hanya total mampu menciptakan satu gol.

Buntut hasil minor yang didapat Beruang Madu -julukan Persiba- pada putaran pertama, imbasnya 12 pemain didepak. Terbaru merekrut Ary Achmad Syafari berposisi bek yang baru tiba di Balikpapan Rabu (8/8) malam. Tentu ini bentuk keseriusan manajemen terhadap tim kesayangan warga Kota Minyak. Perburuan tiket delapan besar masih tetap dikejar, mengingat musim 2018 merupakan target menuju Liga 1.

Hanya saja, beberapa suporter mengeluhkan sang kreator tidak berganti. Padahal, utamanya seorang pelatih lah yang menjadi tulang punggung agar Persiba bisa bangkit. Kini Hariyadi masih menjadi pelatih kepala. Tentu, membuat para penonton ragu akan kepemimpinannya. “Manajemen sudah benar merombak pemainnya dan mendatangkan pemain bagus. Tapi kalau masih pelatihnya Hariyadi, ya sama saja,” kata suporter Balistik, Syahrul, Kamis (9/8) kemarin.

Ia menjelaskan, kejadian ini sama halnya seperti musim 2017 silam. Ketika itu didepaknya Timo Shcheunemann dari kursi pelatih, manajemen mendatangkan Milomir Seslija. Sejatinya, Milo  mampu membawa Persiba bangkit. Akibat indisipliner dari pelatih asal Bosnia Berzegovina tersebut, dia justru memilih mundur dari kursi kepelatihan. Hanya saja, manajemen tidak mencari pelatih pengganti dan menunjuk Hariyadi hingga akhir musim.

“Di situ perombakan pemain juga dilakukan. Awalnya bagus saat ditangani Milo. Kemenangan demi kemenangan didapat dan bahkan sempat ada harapan keluar dari zona degradasi. Begitu Milo mundur, Hariyadi yang pegang malah susah buat naik. Akhirnya degradasi,” keluhnya. (ham/cal)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 09:44

Hargai Kontrak dengan Persiba

BALIKPAPAN - Pemain muda, Beny Oktovianto masih memilih fokus terhadap…

Selasa, 20 November 2018 09:40

SOSTuntut PSSI Usut Dagelan Bola di Grup A Liga 2

DAGELAN Bola terjadi di laga pamungkas Grup A Babak 8…

Selasa, 20 November 2018 09:39

Yaisha Percaya Diri Tatap Porprov

BALIKPAPAN - Raihan prestasi demi prestasi terus ditorehkan Yaisha Putri…

Selasa, 20 November 2018 09:35

Berharap Tuah Manajemen Baru

MASA peralihan sedang terjadi. Hingga kini, tim penjaringan yang dibentuk…

Selasa, 20 November 2018 09:33

Lorenzo: Ciao, Ducati

VALENCIA -  MotoGP Valencia menandai perpisahan Jorge Lorenzo dengan Ducati.…

Selasa, 20 November 2018 09:30

KONI Paser Tetap Optimis

TANA PASER –  Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kalimantan…

Selasa, 20 November 2018 09:29

Jaga Tradisi Ganda Campuran

MARKHAM - Kontingen Indonesia di World Junior Championships (WJC) 2018…

Selasa, 20 November 2018 09:27

Tinggal Mencari Kestabilan

LUCERNE – Konsistensi. Terdengar gampang namun agaknya sulit untuk dilakukan…

Selasa, 20 November 2018 09:24

Nyaris Gabung Los Merengues

SEBENARNYA, Julen Lopetegui bukanlah suksesor utama Zinedine Zidane pasca mundur…

Selasa, 20 November 2018 09:21

Jet Pribadinya Bisa Disewa?

UJICOBA melawan timnas Albania berpotensi tidak akan dilupakan penggawa Wales…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .