MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Soal Impor, RI Lepas dari AS tapi Berpindah ke Tiongkok

PROKAL.CO, SETELAH  World Trade Organization (WTO) menjatuhkan hukuman kepada Indonesia atas tuntutan Amerika yang merasa dirugikan karena larangan Indonesia untuk import apel, bawang, anggur, kentang, jus, bunag, buah kering, sapi, ayam, dan daging sapi ke dalam negeri.

Oleh karena itu, setelah upaya banding Indonesia ke WTO kalah, Amerika memenangi tuntutan tersebut di hadapan WTO dengan memberikan Indonesia hukuman sebesar USD 350 juta, atau setara dengan Rp 5 Triliun dengan denda setiap tahun yang berubah-ubah dan kemungkinan denda meningkat.

ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) menilai bahwa Jokowi sudah berada di jalan yang benar dengan menolak impor dari Amerika tersebut.

Menurut ALASKA, Jokowi telah membangun swasembada pangan, dan menghidupkan petani juga peternak Indonesia. Penolakan impor buah, ayam, sapi tersebut merupakan langkah tepat untuk mendukung ekonomi lokal Indonesia.

“Akan tetapi, berhenti impor dari Amerika, bukan berarti Indonesia merdeka dari impor, Jokowi telah impor beras dari Vietnam, gula dari Thailand, anggur dari China, dan vaksin dari India. Impor tersebut menurut data BPS naik signifikan sebesar 88 persen pada bulan Mei 2018 dibandingkan pada bulan April 2018, serta naik 34,01 persen dibandingkan bulan April 2017,” kata Koordinator ALASKA, Adri Zulpianto.

“Jadi menurut Alaska, Indonesia belum merdeka dari impor. Lepas dari Amerika, Indonesia berpindah haluan ke China (Tiongkok, red),” kata Adri.

Menurutnya, menghindari persaingan ekonomi Amerika-China, bukan berarti Indonesia harus melanggar perjanjian dagang oleh Amerika, yang justru malah dituntut ganti rugi oleh Amerika. Pelanggaran ini malah menambah kerugian negara di tengah kebutuhan Indonesia terhadap dolar guna mendongkrak devisa negara untuk membayar hutang.

Selain itu, Indonesia yang harus diganjar oleh sanksi WTO atas tuntutan Amerika, Indonesia harus menunjukkan bahwa Indonesia harus merdeka dari impor hasil pertanian, karena Indonesia adalah negara yang kaya dengan hasil perkebunan, pertanian, dan peternakan.

“Harusnya Indonesia benar-benar mampu mengelola kekayaan Indonesia dengan baik, menjaga lahan produktif dengan tegas, jangan diubah menjadi kawasan industri, perumahan, dan mal,” katanya.

ALASKA menilai kegiatan impor pemerintah merupakan sebuah kegagalan Indonesia mengelola kekayaan alam Indonesia dan telah menyakiti hati masyarakat petani dan peternak di Indonesia. “Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika beban biaya impor tersebut juga menggunakan uang rakyat yang didalamnya terdapat uang para petani dan peternak,” kata Adri.(fri/jpnn/san)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 06 Februari 2019 12:06

Dewa Rezeki Diserbu Anak-anak

BALIKPAPAN -Malam perayaan Chinese New Year 2570 di ball room…

Rabu, 06 Februari 2019 12:05

Harga Sayur Mayur Masih Stabil

BALIKPAPAN-Saat libur Imlek (5/2) kemarin, harga sayur mayur di pasar…

Selasa, 05 Februari 2019 17:09

Kunjungi Imlek Sale Ramayana

MOMENT libur Tahun Baru China atau dikenal  Imlek yang jatuh…

Selasa, 05 Februari 2019 17:07

SOGO Dept Store Bagi-Bagi Angpao Imlek

BALIKPAPAN - SOGO Department Store di Pentacity Shopping Venue, Balikpapan…

Jumat, 01 Februari 2019 12:07

Petik Angpao Berhadiah di Caribbean

BALIKPAPAN - Taman air terbesar di Indonesia Timur, Caribbean Island…

Jumat, 01 Februari 2019 12:03

Wawali Berangkatkan 15 Jamaah

BALIKPAPAN-Melalui program Umrah Gratis Rahmad Mas'ud Center (RMC) periode tahun…

Jumat, 01 Februari 2019 12:01

Pegadaian Layani Gadai Sertifikat Tanah

BALIKPAPAN--Mulai saat ini,  PT Pegadaian Syariah  melaunching secara nasional pelayanan…

Jumat, 01 Februari 2019 11:58

Makan Malam Blue Sky Sudah 80 Persen

BALIKPAPAN - Sejumlah hotel berbintang di Balikpapan tak melewatkan moment…

Jumat, 01 Februari 2019 11:52

Cara Pertamina Cegah Lakalantas

BALIKPAPAN-Peringati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2019 sekaligus…

Jumat, 01 Februari 2019 11:50

Inflasi di Tahun Politik, BI Tidak Khawatir

BALIKPAPAN-Seperti diketahui, tahun 2019 merupakan tahun politik. Momentum tersebut acap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*