MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Soal Impor, RI Lepas dari AS tapi Berpindah ke Tiongkok

PROKAL.CO, SETELAH  World Trade Organization (WTO) menjatuhkan hukuman kepada Indonesia atas tuntutan Amerika yang merasa dirugikan karena larangan Indonesia untuk import apel, bawang, anggur, kentang, jus, bunag, buah kering, sapi, ayam, dan daging sapi ke dalam negeri.

Oleh karena itu, setelah upaya banding Indonesia ke WTO kalah, Amerika memenangi tuntutan tersebut di hadapan WTO dengan memberikan Indonesia hukuman sebesar USD 350 juta, atau setara dengan Rp 5 Triliun dengan denda setiap tahun yang berubah-ubah dan kemungkinan denda meningkat.

ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) menilai bahwa Jokowi sudah berada di jalan yang benar dengan menolak impor dari Amerika tersebut.

Menurut ALASKA, Jokowi telah membangun swasembada pangan, dan menghidupkan petani juga peternak Indonesia. Penolakan impor buah, ayam, sapi tersebut merupakan langkah tepat untuk mendukung ekonomi lokal Indonesia.

“Akan tetapi, berhenti impor dari Amerika, bukan berarti Indonesia merdeka dari impor, Jokowi telah impor beras dari Vietnam, gula dari Thailand, anggur dari China, dan vaksin dari India. Impor tersebut menurut data BPS naik signifikan sebesar 88 persen pada bulan Mei 2018 dibandingkan pada bulan April 2018, serta naik 34,01 persen dibandingkan bulan April 2017,” kata Koordinator ALASKA, Adri Zulpianto.

“Jadi menurut Alaska, Indonesia belum merdeka dari impor. Lepas dari Amerika, Indonesia berpindah haluan ke China (Tiongkok, red),” kata Adri.

Menurutnya, menghindari persaingan ekonomi Amerika-China, bukan berarti Indonesia harus melanggar perjanjian dagang oleh Amerika, yang justru malah dituntut ganti rugi oleh Amerika. Pelanggaran ini malah menambah kerugian negara di tengah kebutuhan Indonesia terhadap dolar guna mendongkrak devisa negara untuk membayar hutang.

Selain itu, Indonesia yang harus diganjar oleh sanksi WTO atas tuntutan Amerika, Indonesia harus menunjukkan bahwa Indonesia harus merdeka dari impor hasil pertanian, karena Indonesia adalah negara yang kaya dengan hasil perkebunan, pertanian, dan peternakan.

“Harusnya Indonesia benar-benar mampu mengelola kekayaan Indonesia dengan baik, menjaga lahan produktif dengan tegas, jangan diubah menjadi kawasan industri, perumahan, dan mal,” katanya.

ALASKA menilai kegiatan impor pemerintah merupakan sebuah kegagalan Indonesia mengelola kekayaan alam Indonesia dan telah menyakiti hati masyarakat petani dan peternak di Indonesia. “Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika beban biaya impor tersebut juga menggunakan uang rakyat yang didalamnya terdapat uang para petani dan peternak,” kata Adri.(fri/jpnn/san)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 09:58

Izin Terbit, 100 Ribu Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor…

Selasa, 20 November 2018 09:57

Betah di Zona Nyaman

BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter…

Selasa, 20 November 2018 09:55

Kemampuan Ekonomi Lokal Akan Tergerus Pemodal Besar

BALIKPAPAN - Jamak diwartakan, Presiden RI Joko Widodo mengizinkan asing…

Senin, 19 November 2018 09:43

Ritel Offline Makin Akrab dengan Dompet Digital

BALIKPAPAN - Seakan tak mau kalah dengan ritel online, peritel…

Senin, 19 November 2018 09:42

Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah…

Senin, 19 November 2018 09:41

Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Brand Fashion Perlu Orisinalitas

BALIKPAPAN  -  Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 5.397 T

JAKARTA   -  Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada…

Sabtu, 17 November 2018 00:49

Dukung Direct Call, Pariwisata Kota dan Proyek RDMP

BALIKPAPAN   -  Mendapat mandat memimpin PT Pelindo (Persero) IV…

Jumat, 16 November 2018 07:54

Pacu Ekspor, Bea Cukai Ingatkan Empat Fasilitas Kemudahan

BALIKPAPAN  -  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .