MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 08:14
Produksi Minyak Terus Menurun

Revisi UU Migas Diminta Segera Rampung

PENURUNAN: Produksi minyak Indonesia kini tidak sampai 800 ribu barel oil per day (BOPD). Sementara konsumsinya mencapai 1,7 juta BOPD. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia harus impor minyak sekitar 1 juta BOPD.

PROKAL.CO, BATU  -  Produksi minyak dan gas (migas) di tanah air saat ini diklaim terus mengalami penurunan. Sementara tingkat konsumsi semakin meningkat.

Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas Yanin Kholison memaparkan, produksi minyak Indonesia kini tidak sampai 800 ribu barel oil per day (BOPD). Sementara konsumsinya mencapai 1,7 juta BOPD. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maka Indonesia harus impor minyak sekitar 1 juta BOPD.

Menurut Yanin, banyak permasalahan yang dihadapi oleh industri hulu migas tanah air. Mulai dari fasilitas operasi produksi yang sudah menua, proses penemuan migas yang semakin lama, sampai penemuan eksplorasi yang semakin mengecil.

“Indonesia telah mengalami siklus yang panjang dimana sejak tahun 1966 kita tidak lagi menemukan sumber cadangan migas yang besar. Sementara, 90 persen sumur yang ada di Indonesia adalah sumur tua yang kalau disedot kebanyakan isinya air,” terangnya di Batu kemarin (9/8).

Begitu juga dengan jumlah Wilayah Kerja Pertambangan di Indonesia yang terus menurun. Jika dahulu jumlah Wilayah Kerja (WK) Migas di seluruh Indonesia bisa mencapai sekitar 335 WK, maka sekarang tercatat tinggal 264 WK. Dengan perincian 87 WK eksploitasi dan 177 WK eksplorasi.

Menurut Yanin, ada beberapa strategi yang dapat menahan laju penurunan produksi. Di antaranya untuk penambahan produksi jangka pendek bisa melalui pemboran, pemeliharaan fasilitas produksi, percepatan proyek, dan reaktivasi sumur sumur tua. “Bisa juga melalui percepatan realisasi POD dan Enhanced Oil Recovery (EOR) serta meningkatkan investasi,” lanjutnya.

Yanin mengungkapkan, banyak dampak positif dari investasi di sektor migas. Ia mencontohkan, untuk investasi migas Rp 1 miliar bisa memberikan output ekonomi sekitar Rp 1,6 miliar serta penambahan Gross Domestic Product (GDP) mencapai Rp 700 juta.

Pengamat Migas M. Kholid Syeirazi juga mengungkapkan, upaya lain yang dapat ditempuh untuk dapat menaikkan produksi minyak adalah merombak tata kelola industri migas agar lebih simple. Yaitu dengan segera menyelesaikan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Dikatakan dia, Dalam UU migas tersebut, sistem tata kelolanya sangat birokratis. terlalu banyak prosedur perijinan yang harus dilalui investor. “Hal itu membuat investor tidak tertarik berinvestasi di Indonesia. Padahal negara butuh investor migas untuk membantu meningkatkan produksi” tuturnya.

Namun sayang UU migas tersebut sampai saat ini masih belum diputus oleh DPR. “Padahal revisi tersebut sudah sampai di DPR lebih dari 10 tahun yang lalu tetapi belum juga selesai,” lanjutnya.

Oleh sebab itu pihaknya memberi saran agar pemerintah berkirim surat ke Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil alih biar revisi UU Migas cepat selesai. Sebab industri migas menyangkut hajat hidup orang banyak. “Pengambilalihan tersebut tujuannya agar pemerintah bisa segera merombak tata kelola industri migas. Keadaan sekarang sudah darurat, produksi kian menyusut dan jumlah investasi migas juga makin menurun,” paparnya. (car/jpg/san)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 09:58

Izin Terbit, 100 Ribu Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor…

Selasa, 20 November 2018 09:57

Betah di Zona Nyaman

BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter…

Selasa, 20 November 2018 09:55

Kemampuan Ekonomi Lokal Akan Tergerus Pemodal Besar

BALIKPAPAN - Jamak diwartakan, Presiden RI Joko Widodo mengizinkan asing…

Senin, 19 November 2018 09:43

Ritel Offline Makin Akrab dengan Dompet Digital

BALIKPAPAN - Seakan tak mau kalah dengan ritel online, peritel…

Senin, 19 November 2018 09:42

Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah…

Senin, 19 November 2018 09:41

Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Brand Fashion Perlu Orisinalitas

BALIKPAPAN  -  Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 5.397 T

JAKARTA   -  Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada…

Sabtu, 17 November 2018 00:49

Dukung Direct Call, Pariwisata Kota dan Proyek RDMP

BALIKPAPAN   -  Mendapat mandat memimpin PT Pelindo (Persero) IV…

Jumat, 16 November 2018 07:54

Pacu Ekspor, Bea Cukai Ingatkan Empat Fasilitas Kemudahan

BALIKPAPAN  -  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .