MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24
Gempa Kembali Mengguncang

Seketika Mataram Jadi Kota Mati

COBAAN: Atap seng sebuah ruko yang ambruk akibat guncangan gempa, kemarin (9/8).

PROKAL.CO, Siang kemarin, bumi kembali bergetar. Goncangan berkekuatan 6.2 SR sudah cukup membuat warga berhamburan. Kota Mataram pun seketika jadi kota mati!

 
Gempa itu mengejutkan. Masih hitungan siang bolong. Getarannya kecang hingga membuat semua orang berhamburan keluar dari bangunan-bangunan. Dalam sekejap pula gempa itu kembali membuat kota tegang. Setegang-tegangnya.

 Di Cakranegara ornamen ruko runtuh. Tepatnya ruko yang ditempati Citra Travel. Saksi mata Rusdin yang berada di lokasi pada detik-detik kejadian melihat bagaimana bumi bergetar. Lalu ornamen bangunan menimpa dua karyawan.

 Satu diantara dua karyawan itu pun tak mampu bertahan. Meninggal dunia. Namnaya Ernawati. Umur 42 tahun. Berasal dari Karang Baru. Almarhumah meninggalkan dua orang anak.

 “Saat gempa. Saya berlarian. Tapi sempat menoleh ke belakang dan melihat ada orang yang tertimpa reruntuhan bangunan,” tutur Rusdin.

 Ia melihat jelas bagaimana ngerinya peristiwa itu terjadi. Ia melihat detik-detik peristiwa mengerikan itu terjadi. Kebetulan ia membuka bengkel tambal ban persis di sebelah timur Ruko itu.

 Saat gempa terjadi orang-orang di dalam ruko itu berlarian keluar menyelamatkan diri. Tapi dua orang yang paling belakang keluar justru tertimpa reruntuhan bangunan.

 “Saya tidak tahu apa mereka meninggal dunia atau tidak. Tapi saat diangkat sepertinya sudah lemas,” kisahnya dengan tatapan ngeri.

 Reruntuhan itu juga menimpa sebuah mobil dan delapan sepeda motor. Dua korban yang tertindih bangunan buru-buru dievakuasi warga. Kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit.

 Di tempat yang berbeda gempa juga meluluh lantakan bangunan di simpang lima Kota Tua Ampenan. Namun untungnya saat bangunan itu runtuh tidak ada orang di dalamnya. “Tempat itu memang jadi gudang untuk Indomaret,” tutur seorang warga, Hariyati.

 Di tempat yang lain bangunan juga menghancurkan bagian depan gedung Pascasarjana Universitas Mataram. Kerusakan lain juga terlihat di tempat-tempat lain. Juga menimpa rumah warga.

 Wakil Wakil Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta langsung kembali proses pendataan korban warga. Baik materil atau jiwa. Ia juga meminta pelayanan pemerintahan kembali diliburkan sementara. Sampai ada instruksi untuk kembali melakukan aktivitas.

 “Saya imbau masyarakat untuk kembali ke tenda pengungsian lebih dahulu. Tapi sebelum meninggalkan rumah pastikan semua terkunci dengan baik,” imbaunya.

 Masyarakat diminta tidak panik. Tapi harus tetap waspada. Mengingat potensi gempa kemungkinan bisa kembali terjadi.

 Mohan Ingatkan Pedagang Terpal

 Pada kesempatan itu ia juga menginatkan pada para pedagang terpal. Belakanganan merebak kabar para pedagang memanfaatkan situasi untuk menaikan harga. Setelah meilihat antusiasme masyarakat membeli terpal untuk keperluan tenda.

 “Saya ingatkan jangan sekali-kali melakukan itu. Kalau tidak saya yang akan turun langsung ke toko itu!” ancam Mohan.

 Ia menyayangkan ada pengusaha yang mencari keuntungan dengan cara licik. Ditengah kebutuhan masyarakat akan keselamatan nyawanya. Menaikkan harga terpal dengan tujuan meraup untung setinggi-tingginya merupakan tindakan kontor dalam dunia bisnis.

 “Justru seharusnya dalam kondisi ini mereka punya empati dan simpati untuk menolong saudara-saudaranya,” peringatnya.

 Ia pun mengimbau pada masyarakat. Bagi siapa saja yang punya pengalaman pahit berniat membeli terpal tapi dijual dengan harga langit oleh para pengusaha laporannya ditunggu ke Pemkot.

 “Kita ada posko penanganan kebencanaan di sini. Kami akan menunggu laporan di mana toko yang seenak hati menaikan harga!” tegasnya.

 Kekesalan Mohan ini berawal dari beberapa laporan dan informasi yang bertebaran di media sosial. Ia ingin memberi pelajaran pada pengusaha bermental licik itu. (zad/r5/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 10:02

Personel Patroli Ditambah

BALIKPAPAN - Untuk mengantisipasi maraknya aksi penjambretan di Kota Balikpapan,…

Selasa, 20 November 2018 10:02

Putusan Pelanggar Lalin Meningkat

BALIKPAPAN - Pasca operasi Zebra Mahakam, putusan terhadap pengendara yang…

Senin, 19 November 2018 09:48

Teken Petisi, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terancam Buyar

JAKARTA – Dukungan terhadap Baiq Nuril Maknun terus mengalir. Minggu…

Senin, 19 November 2018 09:48

Istri Gubernur NTB Siap Jadi Penjamin Nuril

MATARAM - Surat panggilan pelaksanaan eksekusi direspons tim penasihat hukum…

Senin, 19 November 2018 09:45

Pemberkasan Penyelundup Kokain Dimulai

JAMBI – Penyidik Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi,…

Senin, 19 November 2018 09:44

Waspadalah! Penipuan Sasar Korban Curanmor

BALIKPAPAN - Modus penipuan telekomunikasi berbagai cara, mulai dari mama…

Sabtu, 17 November 2018 00:54

Duda Tewas Terseruduk Tangki

BANYUWANGI  –   Malang benar nasib Saiful Bahri (48) warga Dusun…

Sabtu, 17 November 2018 00:53

Tahanan Lapas Meninggal Tak Wajar

PALEMBANG   - Yuhendri Kusnandi (39), tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara…

Sabtu, 17 November 2018 00:52

Bakar Sampah, Merembet ke Semak Belukar

BALIKPAPAN  -  Semak belukar yang berada di sebelah pembuangan sampah…

Sabtu, 17 November 2018 00:51

Terhimpit Utang, Aniaya Wanita Paru Baya

BUNTOK  -  Gara-gara terhimpit utang, seketika pikiran jahat Panjul muncul.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .