MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 11 Agustus 2018 01:10
Medsos Memanas, Polri Aktifkan Satgas Nusantara

PROKAL.CO, JAKARTA  —  Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat media sosial memanas. Polri berupaya mengantisipasi dengan mengaktifkan kembali Satgas Nusantara. Sehingga, hoax yang potensial memicu konflik bisa dicegah.

      Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan bahwa media sosial memang mulai memanas sebagai dampak dari kian dekatnya pilpres. Namun, Polri telah bersiap untuk mengantisipasinya dengan memperkuat Satgas Nusantara. ”Meminimalisir atau menghilangkan upaya-upaya melawan hukum, seperti hoax,” ujarnya.

      Upaya menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan salah satu pasangan calon tentunya tidak bisa dibiarkan. Bila ada pidana yang ditemukan, dipastikan penegakan hukum akan dilakukan. ”Ada juga upaya mencegah,” jelasnya.

      Yakni, dengan mengajak semua tokoh masyarakat, seperti tokoh agama dan militer untuk bisa mengajak masyarakat berpesta demokrasi. ”Namun yang santun dan sehat, jangan sampai mengorbankan NKRI,” ungkapnya.

      Menurutnya, kelompok-kelompok seperti Saracen telah dipantau. Polri telah bergerak sejak sebelum pendaftaran capres dan cawapres. ”Patroli siber sudah dilakukan,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

      Kelompok semacam Saracen itu dipastikan tidak akan lepas dari pantauan. ”Tidak pernah kami lepas, kita lihat terus. Jangan sampai menimbulkan sesuatu,” paparnya.

      Menurutnya, setiap orang yang berkepentingan dalam pilpres juga sebaiknya menahan diri untuk menyampaikan sesuatu. Apalagi, bila berpoetensi memecah belah. ”walau hanya satu potong kalimat, bisa memecah belah. Kami berharap semua berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” paparnya.

      Sesuai pengalaman pilkada DKI Jakarta, muncul berbagai kelompok yang memproduksi informasi yang salah atau hoax. Tujuannya, untuk menjatuhkan salah satu calon kepala daerah. Iqbal mengakui mengambil pelajaran dari pilkada DKI Jakarta.

      Polri baru bisa mengungkap kelompok-kelompok tersebut pasca pilkada DKI Jakarta usai. Kini Polri mendapatkan tantangan untuk mencegah hal yang sama terjadi. ”Makanya itu, sebelumnya harus bersama mengantisipasi,” papar mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut. (idr/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 Januari 2019 07:56

KPU Coret Satu Caleg Dapil Sepaku

PENAJAM  -  KPU Penajam Pasar Utara  (PPU) resmi mencoret satu…

Selasa, 29 Januari 2019 07:55

Lima Partai Pilihan Generasi Milenial

JAKARTA   -  Survei yang dilakukan Center for Political Communication…

Selasa, 29 Januari 2019 07:54

Bawaslu Tentukan Status Laporan Jokowi Langgar Kampanye 7 Februari

JAKARTA   -  Bawaslu DKI Jakarta segera memutuskan status laporan…

Selasa, 29 Januari 2019 07:53

DPR Cecar KPK, soal Wacana Caleg Laporkan LHKPN Sebelum Dilantik

JAKARTA  -  KPK membuka wacana pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Senin, 28 Januari 2019 07:56

Garbi Tegaskan Netral pada Pemilu 2019

BALIKPAPAN   -  Gerakkan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kaltim menyatakan…

Senin, 28 Januari 2019 07:54

Butuh Kedewasaan dalam Berpolitik

BALIKPAPAN  -  Partai Gerindra terus melakukan konsolidasi secara internal guna…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:33

Bawaslu Gugurkan Satu Caleg Partai Hanura

PENAJAM  -  Harapan Abd Rahman, calon anggota DPRD Penajam Paser…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:32

Abd Rahman Tak Permasalahkan Dicoret dari Caleg

PENAJAM  -  Calon anggota DPRD Penajam Pasar Utara (PPU) daerah…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:31

Fahri Ajukan Eksekusi Rp 30 Miliar

JAKARTA  – Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pemecatan Fahri…

Jumat, 25 Januari 2019 07:58

Nasib Caleg Dapil Sepaku Ditentukan Hari Ini

PENAJAM  -  Nasib satu calon anggota legislative (caleg) Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*