MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 11 Agustus 2018 01:10
Medsos Memanas, Polri Aktifkan Satgas Nusantara

PROKAL.CO, JAKARTA  —  Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat media sosial memanas. Polri berupaya mengantisipasi dengan mengaktifkan kembali Satgas Nusantara. Sehingga, hoax yang potensial memicu konflik bisa dicegah.

      Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan bahwa media sosial memang mulai memanas sebagai dampak dari kian dekatnya pilpres. Namun, Polri telah bersiap untuk mengantisipasinya dengan memperkuat Satgas Nusantara. ”Meminimalisir atau menghilangkan upaya-upaya melawan hukum, seperti hoax,” ujarnya.

      Upaya menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan salah satu pasangan calon tentunya tidak bisa dibiarkan. Bila ada pidana yang ditemukan, dipastikan penegakan hukum akan dilakukan. ”Ada juga upaya mencegah,” jelasnya.

      Yakni, dengan mengajak semua tokoh masyarakat, seperti tokoh agama dan militer untuk bisa mengajak masyarakat berpesta demokrasi. ”Namun yang santun dan sehat, jangan sampai mengorbankan NKRI,” ungkapnya.

      Menurutnya, kelompok-kelompok seperti Saracen telah dipantau. Polri telah bergerak sejak sebelum pendaftaran capres dan cawapres. ”Patroli siber sudah dilakukan,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

      Kelompok semacam Saracen itu dipastikan tidak akan lepas dari pantauan. ”Tidak pernah kami lepas, kita lihat terus. Jangan sampai menimbulkan sesuatu,” paparnya.

      Menurutnya, setiap orang yang berkepentingan dalam pilpres juga sebaiknya menahan diri untuk menyampaikan sesuatu. Apalagi, bila berpoetensi memecah belah. ”walau hanya satu potong kalimat, bisa memecah belah. Kami berharap semua berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” paparnya.

      Sesuai pengalaman pilkada DKI Jakarta, muncul berbagai kelompok yang memproduksi informasi yang salah atau hoax. Tujuannya, untuk menjatuhkan salah satu calon kepala daerah. Iqbal mengakui mengambil pelajaran dari pilkada DKI Jakarta.

      Polri baru bisa mengungkap kelompok-kelompok tersebut pasca pilkada DKI Jakarta usai. Kini Polri mendapatkan tantangan untuk mencegah hal yang sama terjadi. ”Makanya itu, sebelumnya harus bersama mengantisipasi,” papar mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut. (idr/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 09:38

Petahana yang Gugur di Fase Awal, Bakal Gugat Pansel KPU

SAMARINDA – Sembilan nama yang gugur dalam seleksi awal komisioner…

Senin, 19 November 2018 09:37

Masalah Longsor, Air Bersih dan Pendidikan

BALIKPAPAN - Anggota DPRD Dapil Balikpapan Tengah Riri Saswita Diano…

Senin, 19 November 2018 09:35

Warga Butuh Air Bersih dan Ambulans

BALIKPAPAN - Anggota DPRD Dapil Balikpapan Barat Abdul Jabbar menggelar…

Sabtu, 17 November 2018 00:47

Ma'ruf Dilaporkan ke Bawaslu, Paslon Diminta Jaga Bicara

JAKARTA -  Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, dilaporkannya calon wakil…

Sabtu, 17 November 2018 00:46

Kritikan Mega Ingatkan Prabowo

JAKARTA   -   Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, pandangan Ketua…

Sabtu, 17 November 2018 00:46

Hasto Warning Parpol dan Caleg Pengusung

SURABAYA   -  Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf…

Jumat, 16 November 2018 07:49

Sandiaga Uno Ungkap Janji ke SBY

JAKARTA   -  Cawapres Sandiaga Uno bicara soal janji yang…

Jumat, 16 November 2018 07:47

Status KPU Parimo, Kewenangan KPU RI

PALU   -  Dalam sosialisasi rekrutmen anggota KPU kabupaten/kota yang…

Jumat, 16 November 2018 07:46

Bawaslu Belum Pastikan Sanksi

BANJARBARU   -   Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarbaru belum …

Jumat, 16 November 2018 07:45

Dewan Usulkan Puskesmas Baru

BALIKPAPAN  - Tak bisa dipungkiri, wilayah Balikpapan Selatan yang memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .