MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Sabtu, 11 Agustus 2018 01:10
Medsos Memanas, Polri Aktifkan Satgas Nusantara

PROKAL.CO, JAKARTA  —  Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat media sosial memanas. Polri berupaya mengantisipasi dengan mengaktifkan kembali Satgas Nusantara. Sehingga, hoax yang potensial memicu konflik bisa dicegah.

      Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan bahwa media sosial memang mulai memanas sebagai dampak dari kian dekatnya pilpres. Namun, Polri telah bersiap untuk mengantisipasinya dengan memperkuat Satgas Nusantara. ”Meminimalisir atau menghilangkan upaya-upaya melawan hukum, seperti hoax,” ujarnya.

      Upaya menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan salah satu pasangan calon tentunya tidak bisa dibiarkan. Bila ada pidana yang ditemukan, dipastikan penegakan hukum akan dilakukan. ”Ada juga upaya mencegah,” jelasnya.

      Yakni, dengan mengajak semua tokoh masyarakat, seperti tokoh agama dan militer untuk bisa mengajak masyarakat berpesta demokrasi. ”Namun yang santun dan sehat, jangan sampai mengorbankan NKRI,” ungkapnya.

      Menurutnya, kelompok-kelompok seperti Saracen telah dipantau. Polri telah bergerak sejak sebelum pendaftaran capres dan cawapres. ”Patroli siber sudah dilakukan,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

      Kelompok semacam Saracen itu dipastikan tidak akan lepas dari pantauan. ”Tidak pernah kami lepas, kita lihat terus. Jangan sampai menimbulkan sesuatu,” paparnya.

      Menurutnya, setiap orang yang berkepentingan dalam pilpres juga sebaiknya menahan diri untuk menyampaikan sesuatu. Apalagi, bila berpoetensi memecah belah. ”walau hanya satu potong kalimat, bisa memecah belah. Kami berharap semua berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” paparnya.

      Sesuai pengalaman pilkada DKI Jakarta, muncul berbagai kelompok yang memproduksi informasi yang salah atau hoax. Tujuannya, untuk menjatuhkan salah satu calon kepala daerah. Iqbal mengakui mengambil pelajaran dari pilkada DKI Jakarta.

      Polri baru bisa mengungkap kelompok-kelompok tersebut pasca pilkada DKI Jakarta usai. Kini Polri mendapatkan tantangan untuk mencegah hal yang sama terjadi. ”Makanya itu, sebelumnya harus bersama mengantisipasi,” papar mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut. (idr/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 10:57

Perkuat Silaturahmi Pasca Pemilu

BALIKPAPAN – Halalbihalal menjadi tradisi usai Hari Raya Idulfitri. Hal…

Jumat, 03 Mei 2019 11:24

Garuda dan PKPI Tak Lapor Dana Kampanye

TANA PASER – Dua parpol yakni Garuda dan PKPI hingga…

Selasa, 30 April 2019 11:11

Inventarisasi Petugas KPPS yang Sakit

PENAJAM - KPU Penajam Paser Utara (PPU) penginventarisasi petugas kelompok…

Senin, 29 April 2019 11:32

2.575 Kotak Suara Bergeser ke KPU

PENAJAM - Kotak suara yang berisi surat suara telah digeser…

Jumat, 26 April 2019 11:27

PDIP dan PPP Berebut Kursi Terakhir

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) telah mengimput hasil perhitungan…

Kamis, 25 April 2019 12:14

31 Warga Binaan Rutan Ikuti Pemungutan Ulang

BALIKPAPAN - Sebanyak 31 warga binaan di Rumah Tahanan Negara…

Kamis, 25 April 2019 12:13

PMII Nilai KPU Lalai

BALIKPAPAN – Pemilu tahun ini rawan terjadinya konflik. Mulai dari…

Kamis, 25 April 2019 12:12

Maksimal Satu Parpol Raih Empat Kursi

PENAJAM - Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat Panitia…

Rabu, 24 April 2019 11:27

Hari ini, Berlangsung di Lima TPS

BALIKPAPAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Noor Thoha memastikan…

Rabu, 24 April 2019 11:26

Diterpa Isu Penggelembungan Suara, PKB Santai

TANA PASER – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Paser diterpa isu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*