MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 13 Agustus 2018 09:03
Usai Suntik Vaksin MR, Murid SD Lumpuh

PROKAL.CO, SIGLI  -   Perjalanan pendidikan M.Helmi, murid kelas dua, Sekolah Dasar Negeri 1 Pasie Rawa, Kota Sigli, terpaksa kandas sementara waktu. Pasalnya anak dari Dewi Rani (32), tersebut tidak bisa berjalan lagi pasca disuntik vaksin Measless Rubella (MR) di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Kini, anak tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Sebelumnya, ia dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli sejak Senin (6/8).

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit Sigli belum bisa memberikan keterangan diagnosa penyebab.

Dewi Ratna, ibu Helmi anak sulungnya mengalami sakit setelah disuntik vaksin MR di sekolah. Sebelumnya, Helmi mengalami demam dan telah mendapat penangganan medis.

Setelah sembuh sakit, ia kembali ke sekolah yang kebetulan sekolahnya melaksanakan peluncuran vaksin MR. Dewi sempat berpesan pada Helmi, agar menolak disuntik, namun anaknya tetap disuntik dan dilakukan tanpa diketahui dirinya dan suaminya.

“Saya tanya ke gurunya, apa anak saya ada disuntik dan gurunya saja tidak tahu, tapi tiba-tiba sudah disuntik,” terangnya.

Sejak saat itu, menjelang malam, anaknya mengalami demam disertai kejang-kejang. Sehingga ia bersama suaminya melarikan Helmi ke rumah sakit.

Kini, Helmi harus dibantu orang tuanya jika hendak buang air dan melihat dunia luar. Ia hanya berharap anaknya dapat kembali berjalan seperti anak lainnya.

“Dia kejang, kami bawa ke rumah sakit, sampai di sana kakinya tidak bisa digerakkan dan berdiripun tidak bisa lagi, ketika berdiri jatuh. Kami hanya ingin anak kami dapat kembali berjalan,” ungkap Dewi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sigli masih enggan berkomentar. Kabid Pelayanan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Dwi Wijaya mengatakan, tidak mengetahui persis diagnosa pasien tersebut.

“Kami minta waktu hingga Senin (13/8), karena sedang ditangani dokter, jadi tunggu hasil dulu. Jangan nanti berkembang informasi yang aneh-aneh, sehingga menimbulkan opini baru di masyarakat,” kata Dwi.

Sementara itu, anggota Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Aceh, dr Herlina Sp.A menjelaskan sebelum menentukan seseorang anak itu KIPI ada SPO-nya.

"Kita harus mengevaluasi secara paripurna, kalau pemeriksaannya belum selesai menyeluruh, bagaimana kita menyatakan bahwa klinis anak tersebut saat ini disebabkan imunisasi MR. Dan yang menyatakan apa itu KIPI adalah KomDa KIPI," tegasnya. (zia/min/mai/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:18

Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp 3,3 Miliar

JAKARTA   -  Mantan anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Amin Santono didakwa menerima…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Bos Abu Tours Cuci Uang Jemaah Rp 1,2 T

MAKASAR   -   Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa bos Abu Tours, Hamzah Mamba menggunakan uang…

Kamis, 20 September 2018 08:02

Polisi Bongkar Penjualan Obat Ilegal

JAKARTA   -   Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap…

Kamis, 20 September 2018 08:01

Patah AS, Bahu ANS Nyungsep

INDERALAYA  -  Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ANS jurusan Jakarta-Padang Bukti…

Kamis, 20 September 2018 08:00

Kolor Ijo Teror Warga Sidrap

SIDRAP  --  Isu kolor ijo masih menghantui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe,…

Kamis, 20 September 2018 07:58

Bocah Perempuan Nyaris Diculik Pria Bermotor

Bandung   -  Bocah perempuan berusia 10 tahun nyaris diculik dua pria bermotor di Kota Bandung.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .