MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Jumat, 17 Agustus 2018 08:27
“Ngurus Bola Itu Sulit, Biar Aku Saja”
Yaser Arafat

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Persiba Balikpapan sudah berdiri sejak 1950. Sejak itu, tak terhitung lagi banyaknya pemain datang dan pergi. Termasuk para pelatih. Pun dengan kepengurusan. Bahkan pernah berjaya pada masa 1985. Saat itu ditangani langsung Wali Kota Balikpapan, Syarifuddin Yoes. Julukan Tim Selicin Minyak pun disematkan. Akibat kehebatan para pemainnya pada masa tersebut. Hingga kasta tertinggi diraih. Impian tampil di Stadion Gelora Bung Karno terwujud. Sayang beberapa tahun berikutnya meredup. Bahkan terdegradasi ke kasta kedua musim 1999/2000.

Baru pada tahun 2004 Persiba kembali bangkit. Merasakan kembali kasta tertinggi satu tahun berikutnya. Dari 2004-2018 Persiba dipegang oleh Syahril HM Taher. Banyak hal yang sudah dilakukan. Termasuk meraih peringkat ketiga Indonesia Super Liga (ISL). Ditambah sederet nama disulap menjadi pemain bintang hingga menembus timnas. Sebut saja almarhum Jumadi Abdi, Made Wirawan, TA Musafri, Abdul Rahman hingga Kurniawan Kartika Ajie.

Tak ingin terus terseok-seok di kasta kedua, Persiba pun berusaha berbenah, tentunya ke arah yang lebih baik. Di putaran kedua Liga 2 musim 2018 ini, tak hanya merombak tim pelatih dan mendepak 12 pemain yang minim kontribusi. Direktur Operasional Persiba, Yaser Arafat pun harus turun tangan untuk mengembalikan nama besar Persiba dan kecintaan masyarakat Balikpapan.

Berikut petikan wawancara ekslusif, Hamdan wartawan Balikpapan Balikpapan Pos Yaser Arafat yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan.

 

Bagi Anda Persiba Balikpapan itu apa?

Persiba itu segalanya. Suka gak suka, tim ini merupakan ikon kota. Memberikan hiburan kepada masyarakat Balikpapan sekaligus sebagai ajang promosi kepada daerah lain. Sejak 2004 hingga sekarang, tanggung jawab besar dilakukan. Semata-mata hanya untuk melihat masyarakat bangga. Berbagai prestasi sudah dibuat, termasuk berada di peringkat ketiga ISL musim 2009/2010.

Kenapa mau mengurusi Persiba?

Sekali lagi Persiba ini ikon kota. Bahkan menjadi gengsi daerah. Mengeluarkan dana besar untuk memberikan senyum kepada masyarakat, terutama saat tim ini menang. Sejak 2010 tanpa adanya APBD. Praktis manajemen berdiri sendiri. Saat itu, Bapak (Syahril HM Taher), saya sarankan untuk berhenti pegang tim. Ketika itu (saya) masih berumur 26 tahun, Tapi jawabnya simpel. “Kalau masih dipercaya dan masyarakat masih percaya, tentu tim ini harus diperjuangkan. Karena ini gengsi daerah. Dan juga tentunya ingin melanjutkan impian Pak Syarifuddin Yoes yang berharap tim ini bisa disegani di Indonesia.

Tanpa adanya bantuan APBD sejak 2010, memang manajemen memutar otak untuk mendanai tim. Berbagai upaya dilakukan. Seperti apa perjuangan tim untuk mencari sponsor?

Kami berpijak sendiri, ada beberapa sponsor didapat. Ke sana kemari hanya untuk tim. Tapi kebanyakan sponsor dari luar daerah. Hanya Pertamina, sponsor lokal dengan memberikan lapangan secara gratis melalui program CSR (corporate social responsiblity) nya. Namun setelahnya sudah tidak bisa digunakan karena proyek RDMP (Refinery Development Master Plan). Terlepas dari itu, semua menggunakan dana pribadi sendiri.

Beban kah menangani Persiba Balikpapan?

Sebenarnya beban, karena tidak hanya materi melain psikologis. Bayangkan ketika kalah dihujat. Padahal manajemen mana yang mau tim nya kalah. Semua ingin menang. Manajemen itu ibaratnya beradarah-darah ngurus bola. Bisa dibilang orang gila ngurus bola. Tak ada kepentingan ngurusnya. Tapi sekali lagi, ini semata-mata demi masyarakat Balikpapan.

Bagi Anda kritikan dari masyarakat apakah termasuk terbebani?

Kritikan itu ibaratnya vitamin. Obat dari tim. Berarti tim ini sedang sakit, jadi harus diberi vitamin. Sangat wajar kritikan. Tapi jangan sampai anarkis, apalagi merusak fasilitas. Contoh beberapa waktu lalu telah mencoret bus Persiba. Bahkan mengkritik satu orang yang dianggap telah merusak tim. Semua kritik kami terima dan menjadi evaluasi tim. Salah satu bukti kami terima masukan dari suporter, salah satunya telah melakukan perombakan pemain. Merekrut pemain berkualitas agar bisa kembali meretas ke papan atas.

Soal pengelolaan tim, seperti apa menjalankannya?

Kami tetap profesional menjalankannya. Bahkan sampai sekarang, gaji pemain tak ada terlambat. Bukti kalau manajemen tetap menjaga nama baik kota ini. 

Bersama Persiba, apa yang sudah anda berikan untuk masyarakat?

Banyak hal termasuk prestasi. Bahkan kami juga memperjuangkan agar bisa dibangunkan stadion megah. Terbukti kini berdiri Stadion Batakan. Juga menjadi kebanggan warga.

Benarkah Persiba sempat ditawar untuk dijual dan dipindahkan ke luar Balikpapan?

Itu benar, ada yang mau tawar Rp 30 Miliar. Ada juga ditawar dengan harga di atasnya. Tapi manajemen tak mau. Bukan tergila-gila dengan materi. Kalau cuma melihat materi mungkin sudah dijual. Tapi ini demi harga diri kota, Persiba tetap di sini. Berdiri mewakili masyarakat Balikpapan. Banyak klub di Indonesia berdiri instan tanpa ada sejarah melekat.

Kini Persiba masih berada di papan bawah. Tepatnya peringkat 9, apakah masih optimis bisa kembali meretas ke papan atas?

Kalau optimis ya tetap optimis. Tidak ada yang tak mungkin dalam sepakbola. Semua butuh mukjizat. Contoh, Kroasia di Piala Dunia, bukan tim unggulan tapi mampu melaju ke final. Tentu, optimisme ini juga tidak terlepas dengan dukungan para suporter. Mereka harus membantu tim ini merealisasikannya. Dengan apa? Minimal datang ke stadion memberikan dukungan sebagai pemain ke-12.

Keinginan suporter untuk mengganti Haryadi, bagaimana tanggapannya?

Sampai saat ini belum ada ambil keputusan. Karena tim juga diliburkan. Tapi bila kalah tentu manajemen akan melakukan hal itu. Hanya saja, tersisa waktu dua bulan rasanya sangat sulit untuk mengganti pelatih. Pelatih baru pasti juga membutuhkan adaptasi dan memahami karakter tim seperti apa. Jangan hanya karena nafsu, tapi tim dirugikan. Semua pasti tetap optimis masih memiliki peluang. (ham/san)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 10:27

Putar Otak Ulang Program

BALIKPAPAN  -  Presiden Klub Rahmad Mas’ud masih berada di London,…

Jumat, 22 Maret 2019 10:26

Tantangan untuk Terus Terbang Tinggi

BALIKPAPAN  - Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) menjadi pemain ke-12 bagi…

Jumat, 22 Maret 2019 10:24

Musafri Belum Habis

BALIKPAPAN  -  Talaohu Abdul Musafri sudah memasuki usia 36 tahun.…

Jumat, 22 Maret 2019 10:22

Jangan Ingkari Kepercayaan Masyarakat

MASYARAKAT Balikpapan sudah sangat percaya dengan manajemen di bawah Rahmad…

Kamis, 21 Maret 2019 10:34

Masih Jauh dari Kata Maksimal

BALIKPAPAN  - Dua uji coba sudah dilaksanakan Persiba. Menghasilkan 25…

Kamis, 21 Maret 2019 10:32

Libur dan Tanda Tangan Kontrak Tertunda

BALIKPAPAN -  Kabar baik yang tengah dinanti penggawa Persiba Balikpapan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:30

Berharap Perubahan Membawa Prestasi

MUSIM ini, Persiba Balikpapan dipastikan baru. Baik pengurus maupun pelatih…

Rabu, 20 Maret 2019 10:23

Uji Coba sebelum Libur

BALIKPAPAN  - Kurang lebih satu bulan, penggawa Persiba Balikpapan menjalanil…

Rabu, 20 Maret 2019 10:22

Panggung Perdana Fandy Edy

BALIKPAPAN  -  Rabu (20/3) sore ini Persiba Balikpapan bersua Batakan…

Rabu, 20 Maret 2019 10:18

Lini Depan Dituntut Kuasai Dua Posisi

BALIKPAPAN  -  Para penyerang Persiba Balikpapan dituntut bisa menguasai dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*