MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 12 September 2018 08:35
PHM Jadikan TPA Manggar Acuan

Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

EDUKASI SAMPAH: TPA Manggar menjadi rujukan PT Pertamina Hulu Mahakam dalam menggelar program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mengedukasi 21 peserta dari empat kecamatan Kabupaten Kutai Kartanegara.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator Blok Mahakam dengan dukungan SKK Migas menggelar program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Program ini patut diacungi jempol. Selain  bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah di lingkungan masyarakat. Tetapi juga menjadikan sampah yang tadinya tidak bernilai, rupanya dapat menjadi sumber pendapatan bagi sejumlah pihak yang memanfaatkannya. 

 Melihat peluang tersebut, PHM pun mengajak empat kecamatan dari beberapa daerah, yakni Samboja, Anggana, Muara Badak dan Muara Jawa. Sebanyak 21 peserta ini diberi pembekalan terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat selama empat hari. Dimana di dalam agenda yang telah disusun, salah satu yang menjadi tujuan utama ialah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Manggar itu sendiri, pada Senin (10/9) lalu. 

 Di TPA Manggar, para peserta diperlihatkan bagaimana cara mengelola sampah yang baik berbasis masyarakat itu. Sebab menurut PHM, dipilihnya TPA Manggar lantaran merupakan pengelolaan sampah terbaik se-Asia Tenggara. 

 "Lalu kami coba bawa mereka ke sebuah lokasi yang bisa memperlihatkan bagaimana sih pengelolaan berbasis masyarakat yang baik. Makanya kami coba kunjungi TPA Manggar, bagaimana proses integrasi pengelolaan sampah dari mulai keterlibatan masyarakatnya, pemerintahan sehingga jadilah pengelolaan sampah di TPA Manggar yang katanya terbaik se-Asean," kata Kepala Departemen CSR PHM, Elis Fauziah

 Peserta yang dipilih pun yang telah menerapkan pengelolaan sampah di desanya masing-masing. Sehingga PHM sendiri membantu mereka untuk lebih meningkatkan lagi pengelolaannya berbasis masyarakat itu. Tentu saja tujuannya agar mereka dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sampah di lingkungan mereka. Apalagi PHM sendiri memang telah berkomitmen mengenai masalah lingkungan di wilayah operasinya.

 "Jadi berdasarkan kepedulian dari lingkungan tersebut kita lihat permasalahan di lingkungan sekitar area kita beroperasi itu masalah pengelolaan sampah. Kita dulu coba buat gerakan awarenes masyarakat sekitar untuk bisa punya pola hidup yang bersih. Nah dalam perkembangannya kita lihat hasil inisiasi itu melihat bahwa ini ada potensi yang bisa kita lanjutkan ke tahap berikutnya yakni pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat," terangnya.

 Tak hanya mengagendakan mengunjungi TPA Manggar saja, para peserta juga diajak mengunjungi Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk melihat pengelolaan sampah komunal dari Bank Sampah yang dikelola oleh BUMDES disana. Kemudian mereka juga diajak melihat pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terakhir Reuse, Reduce dan Recycle (TPST 3R) di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada Selasa (11/9) kemarin. Lalu kemudian mereka pun diajarkan mengenai pengenalan Ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik.

 "Nah besok itu ke area TPST 3R, jadi bagaimana sampah itu bisa terbuang tanpa bisa diapa-apakan kembali. Jadi sebagian besar sampah organik sudah bisa dijadikan pupuk, produk yang lain dari recycle itu. Akhirnya serapan dari sampahnya itu jadi sedikit sehingga dampak dari sampah itu bisa semakin minim," jelas Elis.

 Usai pembekalan tersebut pihak PHM rencananya akan melakukan evaluasi dan tindak lanjut dari hasil kunjungannya. Dimana pihaknya akan melihat kekurangan atau kendala di desa masing-masing dalam penerapannya. Sehingga pihaknya dapat mengetahui support apa yang harus diberikan.

 "Jadi setelah diskusi itu kita tindak lanjuti apa yang bisa kita bantu di desa masing-masing dan kira-kira peran masing-masing itu apa," ujarnya.

 Elis berharap dari pembekalan ini masyarakat di desa tersebut dapat bersinergi sola pengelolaan sampah. Dimana dengan pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat itu dirasa akan berdampak sangat baik terhadap lingkungannya. Baik dampak terhadap kurangnya jumlah sampah maupun menciptakan lingkungan yang sehat.

 Saya sih ingin ada sinergi soal pengelolaan sampah ini. Kedepannya bisa kita buatkan contoh yang baik bagaimana sih pengelolaan sampah berbasis masyarakat di area sekitar kita. Pada akhirnya berkontribusi di lingkungan sekitar mengurangi sampah dan dampak sampah di lingkungannya. Kan kalau ini berjalan baik masyarakatnya memiliki tingkat kesehatan yang tinggi dan manfaat ekonomi di wilayah itu bila dimanfaatkan dengan baik," tutupnya. (**/yad/rus)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:27

Sepeda Paduan Klasik dan Modern Khas Inggris

BALIKPAPAN  -   Tak sekadar sarana untuk berolahraga, bersepeda dapat menjadi sebuah ajang…

Selasa, 18 September 2018 07:25

DPR Restui HK dan PLN Dapat Suntikan Modal Rp 17 T

JAKARTA   -   Komisi VI DPR RI sore ini mengadakan rapat kerja dengan Kementerian BUMN untuk…

Selasa, 18 September 2018 07:25

Berikan Hadiah pada Pemenang Lomba

PANITIA   lomba-lomba Islami dalam rangka memeriahkan HUT ke-15 Rapak Plaza dan Tahun Baru Islam…

Selasa, 18 September 2018 07:24

JALAN SEHAT

 Senam aerobic dan jalan sehat naban bersatu berlangsung meriah pada Minggu (16/9) di halaman Balai…

Senin, 17 September 2018 08:47

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

JAKARTA   -   Pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tentunya memiliki tujuan yang…

Senin, 17 September 2018 08:45

Paduan Suara Diikuti 1.200 Peserta

BALIKPAPAN  -  Berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisata dan memberi efek domino bagi…

Senin, 17 September 2018 08:44

Harga Bahan Pokok Berangsur Turun

BALIKPAPAN  -  Harga sejumlah komoditas dapur turun tajam menyusul pasokan yang berlebih dari…

Sabtu, 15 September 2018 02:16

KPw Bank Indonesia Bangun Screen House

BALIKPAPAN -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) tidak henti-hentinya memberikan peranan…

Sabtu, 15 September 2018 02:09

Indonesia Poros Ekonomi Kreatif pada 2030

JAKARTA  –  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai…

Jumat, 14 September 2018 08:38

Belum Terimbas Pembatasan Impor

BALIKPAPAN  -   Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah adanya aturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .