MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 14 September 2018 08:00
Tanoto Foundation Perkenalkan Metode MIKIR

PENDIDIKAN

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas dari Kaltim dan Jateng ikut dalam Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK Program Pelita Pendidikan di Hotel Best Western, Solo, Jawa Tengah, 10-13 September.

 Pelatihan yang digelar Tanoto Foundation ini memperkenalkan metode mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi (MIKIR). MIKIR merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mampu membangkitkan siswa agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup di abad 21 yang makin kompleks.

 “Hidup zaman ini harus memiliki karakter dan keterampilan abad 21, yaitu kreatif dan inovatif, mampu bekerja dalam tim yang semakin multikultur, berpikir kritis, dan mampu mengolah dan memanfaatkan limpahan kekayaan informasi untuk kehidupan sosial dan ekonomi,” ujar Provincial Coordinator Program Pelita Pendidikan untuk Kaltim, Affan Surya di sela-sela pelatihan.

 Metode ini memudahkan guru untuk membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, percaya diri dan kritis selama pembelajaran berlangsung. Untuk menjalankan MIKIR, guru harus mengintegrasikan masing-masing kategori tindakan tersebut dalam skenario pembelajaran.

 “Jadi, pembelajaran itu harus ada skenarionya. Itu seperti membuat film. Kalau tidak bagus skenarionya, pembelajaran menjadi tidak menarik bagi siswa. Tidak tercapai tujuannya. MIKIR memudahkan guru membuat skenario tersebut,” tegasnya lebih lanjut.

 Affan menyayangkan banyak guru yang tidak membuat skenario dan rencana pembelajaran sebelum mengajar, serta seringkali datang ke sekolah hanya untuk memberikan ceramah.

 “Pembelajaran dengan ceramah mematikan kesempatan siswa memiliki karakter dan keterampilan abad 21. Siswa harus diajak terlibat dalam menemukan pengetahuan, sering berdiskusi agar tumbuh kemampuan bekerja sama dalam tim untuk memecahkan masalah, sering tampil ke depan agar pandai mengungkapkan gagasan dan percaya diri,” ujarnya lebih lanjut. 

 Pada hari ketiga ToT, para peserta menyebar ke beberapa sekolah untuk menerapkan skenario MIKIR yang telah disusun dan disimulasikan sehari sebelumnya.

 Seperti yang dilakukan Prof Limbong Subagiyo. Guru Besar FKIP Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, ini ikut mengajar menggunakan pendekatan MIKIR di SMPN 3 Sragen, Jateng. Agar siswa kelas VII yang diajarnya mengalaminya, mereka diajak melakukan percobaan membuat larutan teh, kopi, dan kapur untuk mengetahui perbedaan unsur, senyawa dan campuran.

 Mereka berdiskusi dalam kelompok menjawab lembar kerja siswa dan mempresentasikan hasil temuan mereka. Untuk refleksi, para siswa diminta mengkritisi pembelajaran yang berlangsung. Apa yang masih kurang dan perlu ditambah.

 Menurutnya, konsep MIKIR yang mencoba diperkenalkan oleh Tanoto Foundation membuat pembelajaran di kelas akan jauh berbeda dengan yang selama ini dilakukan para guru yang isinya kebanyakan ceramah.

 “Metode ceramah yang kebanyakan dilakukan para guru memang sudah harus ditinggalkan, karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan menjawab tantangan abad 21. MIKIR ini pendekatan yang sangat baik, mempraktiskan pendekatan-pendekatan yang ada,” ujarnya.

 Direktur Program Pelita Pendidikan, Stuart Weston yang sempat berkeliling meninjau praktik tersebut, berpesan agar para peserta yang akhirnya akan menjadi pelatih para guru di sekolahnya.

 “Buktikan di masing-masing sekolahnya agar menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapat di sini,’ ujarnya.

 Selain MIKIR, para peserta juga dilatih mengelola kelas, membuat lembar kerja siswa yang bisa mengaktifkan siswa, dan berbagai strategi pembelajaran lain. Sedangkan para kepala sekolah, pengawas dan dosen dari Universitas Mulawarman, IAIN Samarinda, Universitas Sebelas Maret, dan UIN Walisongo difasilitasi untuk lebih mendalami tentang manajemen sekolah yang lebih transparan dan akuntabel. (*/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Empat Peserta Diberi Toleransi

PENAJAM-Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 15 Februari 2019 10:50

KPU Rekrut 15 Ribu Petugas KPPS, Minimal Berusia 17 Tahun

BALIKPAPAN-Rekrutmen kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan dilaksanakan pada 28 Februari…

Jumat, 15 Februari 2019 10:48

BMKG: Balikpapan Diguyur Hujan Lokal

BALIKPAPAN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I…

Jumat, 15 Februari 2019 10:45

Pasar Klandasan Disulap Jadi Warna-warni

BALIKPAPAN-Pemkot mulai melakukan penataan terhadap Pasar Klandasan, khususnya bagian pasar…

Jumat, 15 Februari 2019 10:44

21 Februari, Perda Pengurangan Kantong Plastik Diluncurkan

BALIKPAPAN-Peraturan daerah (perda) mengenai larangan penggunaan kantong plastik telah disahkan…

Jumat, 15 Februari 2019 10:36

Sosialisasi OSS Dikebut, Warga Antusias Mendaftar

BALIKPAPAN-Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Balikpapan gencar menyosialisasikan…

Jumat, 15 Februari 2019 10:33

Lapangan Merdeka Tempat Favorit Pedagang

BALIKPAPAN-Kawasan Lapangan Merdeka masih menjadi tempat favorit para pedagang untuk…

Kamis, 14 Februari 2019 10:32

Rizal: Waktunya Mepet, Pastikan Siap pada Gelombang Kedua

BALIKPAPAN-Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah membuka…

Kamis, 14 Februari 2019 10:30

Harga Tanah Jangan Melebihi NJOP

BALIKPAPAN-DPRD Balikpapan kembali menekankan agar permasalahan banjir menjadi perhatian serius…

Kamis, 14 Februari 2019 10:29

2019, Anggaran Fisik DPU Rp 473 Miliar

BALIKPAPAN-Alokasi anggaran untuk pekerjaan fisik yang dilakukan OPD Dinas Pekerjaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*