MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 14 September 2018 08:32
Jangan Terlena, Tetap Harus Efisien

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Meski harga batu bara terus menguat, pelaku usaha di sektor ini diminta tetap sigap dan melakukan antisipasi menyikapi gejolak harga yang berpotensi turun sewaktu-waktu.

 Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang T. Menurutnya, saat ini harga komoditas bergantung permintaan dunia, jadi harus siap dengan kondisi kembali anjlok. Belajar dari turunnya harga beberapa tahun, efisiensi tetap diperlukan terutama biaya perawatan.

 “Efisiensi biaya perawatan dianggap paling memungkinkan di tengah anjloknya harga komoditas andalan tersebut. Meski profit turun akibat harga batu bara melemah tapi tidak berujung PHK (pemutusan hubungan kerja). Apalagi, biaya perawatan peralatan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Efisiensi dari sisi operasional juga perlu, tapi yang paling tepat saat ini perawatan karena pengeluarannya cukup besar," ujarnya, Kamis (13/9).

 Ia berharap, pengusaha batu bara jangan hanya mengandalkan ekspor kendati dolar saat ini menguat. Pasalnya harga bergantung pada pergerakan global sangat rentan fluktuasi. Paling tidak, bisa lebih diserap pada pasar domestik, yakni untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar ada jaminan konsumsi secara berkelanjutan.

 Bambang menyampaikan, produksi batu bara Kaltim terbesar di Tanah Air di susul Kalsel. Otomatis dampaknya juga besar kalau terjadi gejolak harga. Seperti tiga tahun silam.

 Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengungkapkan, gelombang PHK melonjak di Kaltim karena pengaruh turunnya batu bara. Jadi, selain pengusaha, masyarakat pun atau tenaga kerja harus siap. Paling tidak jika ada PHK massal lagi.

 “Selain itu, daerah perlu memikirkan sektor lain yang perlu dikembangkan. Jangan terlena dengan penguatan batu bara ini. Sektor lain dikuatkan sehingga jika harga komoditas anjlok tidak terlalu berimbas negatif,” serunya. (aji/ndu/k15/kpg/rus)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:27

Sepeda Paduan Klasik dan Modern Khas Inggris

BALIKPAPAN  -   Tak sekadar sarana untuk berolahraga, bersepeda dapat menjadi sebuah ajang…

Selasa, 18 September 2018 07:25

DPR Restui HK dan PLN Dapat Suntikan Modal Rp 17 T

JAKARTA   -   Komisi VI DPR RI sore ini mengadakan rapat kerja dengan Kementerian BUMN untuk…

Selasa, 18 September 2018 07:25

Berikan Hadiah pada Pemenang Lomba

PANITIA   lomba-lomba Islami dalam rangka memeriahkan HUT ke-15 Rapak Plaza dan Tahun Baru Islam…

Selasa, 18 September 2018 07:24

JALAN SEHAT

 Senam aerobic dan jalan sehat naban bersatu berlangsung meriah pada Minggu (16/9) di halaman Balai…

Senin, 17 September 2018 08:47

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

JAKARTA   -   Pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tentunya memiliki tujuan yang…

Senin, 17 September 2018 08:45

Paduan Suara Diikuti 1.200 Peserta

BALIKPAPAN  -  Berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisata dan memberi efek domino bagi…

Senin, 17 September 2018 08:44

Harga Bahan Pokok Berangsur Turun

BALIKPAPAN  -  Harga sejumlah komoditas dapur turun tajam menyusul pasokan yang berlebih dari…

Sabtu, 15 September 2018 02:16

KPw Bank Indonesia Bangun Screen House

BALIKPAPAN -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) tidak henti-hentinya memberikan peranan…

Sabtu, 15 September 2018 02:09

Indonesia Poros Ekonomi Kreatif pada 2030

JAKARTA  –  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai…

Jumat, 14 September 2018 08:38

Belum Terimbas Pembatasan Impor

BALIKPAPAN  -   Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah adanya aturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .