MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 14 September 2018 08:32
Jangan Terlena, Tetap Harus Efisien

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Meski harga batu bara terus menguat, pelaku usaha di sektor ini diminta tetap sigap dan melakukan antisipasi menyikapi gejolak harga yang berpotensi turun sewaktu-waktu.

 Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang T. Menurutnya, saat ini harga komoditas bergantung permintaan dunia, jadi harus siap dengan kondisi kembali anjlok. Belajar dari turunnya harga beberapa tahun, efisiensi tetap diperlukan terutama biaya perawatan.

 “Efisiensi biaya perawatan dianggap paling memungkinkan di tengah anjloknya harga komoditas andalan tersebut. Meski profit turun akibat harga batu bara melemah tapi tidak berujung PHK (pemutusan hubungan kerja). Apalagi, biaya perawatan peralatan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Efisiensi dari sisi operasional juga perlu, tapi yang paling tepat saat ini perawatan karena pengeluarannya cukup besar," ujarnya, Kamis (13/9).

 Ia berharap, pengusaha batu bara jangan hanya mengandalkan ekspor kendati dolar saat ini menguat. Pasalnya harga bergantung pada pergerakan global sangat rentan fluktuasi. Paling tidak, bisa lebih diserap pada pasar domestik, yakni untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar ada jaminan konsumsi secara berkelanjutan.

 Bambang menyampaikan, produksi batu bara Kaltim terbesar di Tanah Air di susul Kalsel. Otomatis dampaknya juga besar kalau terjadi gejolak harga. Seperti tiga tahun silam.

 Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengungkapkan, gelombang PHK melonjak di Kaltim karena pengaruh turunnya batu bara. Jadi, selain pengusaha, masyarakat pun atau tenaga kerja harus siap. Paling tidak jika ada PHK massal lagi.

 “Selain itu, daerah perlu memikirkan sektor lain yang perlu dikembangkan. Jangan terlena dengan penguatan batu bara ini. Sektor lain dikuatkan sehingga jika harga komoditas anjlok tidak terlalu berimbas negatif,” serunya. (aji/ndu/k15/kpg/rus)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 09:19

Jembatan Balikpapan-PPU Gerus Pasar Feri

BALIKPAPAN - Hadirnya Jembatan Pulau Balang dan Melawai–Nipah-Nipah diprediksi akan…

Rabu, 21 November 2018 09:17

Hari Ini, Batik Air Mendarat di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA – Pesawat Batik Air  dengan kode penerbangan ID member…

Selasa, 20 November 2018 10:00

Pelindo I Dapat Utang Rp 1,3 T

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I atau Pelindo 1 melakukan…

Selasa, 20 November 2018 09:58

Izin Terbit, 100 Ribu Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor…

Selasa, 20 November 2018 09:57

Betah di Zona Nyaman

BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter…

Selasa, 20 November 2018 09:55

Kemampuan Ekonomi Lokal Akan Tergerus Pemodal Besar

BALIKPAPAN - Jamak diwartakan, Presiden RI Joko Widodo mengizinkan asing…

Senin, 19 November 2018 09:43

Ritel Offline Makin Akrab dengan Dompet Digital

BALIKPAPAN - Seakan tak mau kalah dengan ritel online, peritel…

Senin, 19 November 2018 09:42

Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah…

Senin, 19 November 2018 09:41

Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Brand Fashion Perlu Orisinalitas

BALIKPAPAN  -  Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .