MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 14 September 2018 08:32
Jangan Terlena, Tetap Harus Efisien

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Meski harga batu bara terus menguat, pelaku usaha di sektor ini diminta tetap sigap dan melakukan antisipasi menyikapi gejolak harga yang berpotensi turun sewaktu-waktu.

 Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang T. Menurutnya, saat ini harga komoditas bergantung permintaan dunia, jadi harus siap dengan kondisi kembali anjlok. Belajar dari turunnya harga beberapa tahun, efisiensi tetap diperlukan terutama biaya perawatan.

 “Efisiensi biaya perawatan dianggap paling memungkinkan di tengah anjloknya harga komoditas andalan tersebut. Meski profit turun akibat harga batu bara melemah tapi tidak berujung PHK (pemutusan hubungan kerja). Apalagi, biaya perawatan peralatan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Efisiensi dari sisi operasional juga perlu, tapi yang paling tepat saat ini perawatan karena pengeluarannya cukup besar," ujarnya, Kamis (13/9).

 Ia berharap, pengusaha batu bara jangan hanya mengandalkan ekspor kendati dolar saat ini menguat. Pasalnya harga bergantung pada pergerakan global sangat rentan fluktuasi. Paling tidak, bisa lebih diserap pada pasar domestik, yakni untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar ada jaminan konsumsi secara berkelanjutan.

 Bambang menyampaikan, produksi batu bara Kaltim terbesar di Tanah Air di susul Kalsel. Otomatis dampaknya juga besar kalau terjadi gejolak harga. Seperti tiga tahun silam.

 Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengungkapkan, gelombang PHK melonjak di Kaltim karena pengaruh turunnya batu bara. Jadi, selain pengusaha, masyarakat pun atau tenaga kerja harus siap. Paling tidak jika ada PHK massal lagi.

 “Selain itu, daerah perlu memikirkan sektor lain yang perlu dikembangkan. Jangan terlena dengan penguatan batu bara ini. Sektor lain dikuatkan sehingga jika harga komoditas anjlok tidak terlalu berimbas negatif,” serunya. (aji/ndu/k15/kpg/rus)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 07:59

Dirut Pegadaian Beri Apresiasi 750 Gram Emas bagi Nasabah

BALIKPAPAN   --  Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto memberikan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:57

JaNEWary Deals di Horison Sagita

KPFM BALIKPAPAN  -  Hotel Horison Sagita Balikpapan tidak pernah berhenti…

Kamis, 17 Januari 2019 07:56

Paket Mabar di Island Seafood Restauran Blue Sky

BALIKPAPAN  --  Island Seafood Restauran  Blue Sky Hotel Balikpapan menghadirkan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:58

PPU Ajukan Kuota 2 Juta Tabung Elpiji Bersubsidi

PENAJAM  -  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:57

Gandeng Pemilik Lapak Online, BPOM Pelototi E-commerce

JAKARTA   –  Pemerintah bakal kembali mengeluarkan regulasi terkait penjualan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:55

Pertamina Salurkan Gas ke PLTGU Tanjung Batu

JAKARTA  -   PT Pertamina EP melalui unit Asset 5…

Rabu, 16 Januari 2019 07:54

Istana Bantah BUMN Bangkrut

JAKARTA   –  Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo…

Rabu, 16 Januari 2019 07:53

Daya Beli Diprediksi Belum Membaik

BALIKPAPAN   –  Pergeseran perilaku belanja dan penurunan daya beli…

Selasa, 15 Januari 2019 08:03

Tiket Mahal Diprediksi Awet hingga Juni

BALIKPAPAN   -  Hingga Juni mendatang, ada berbagai momentum yang…

Selasa, 15 Januari 2019 08:01

Tiket Pesawat Melambung, Kapal Laut Menuju Masa Keemasan Lagi

BALIKPAPAN   -  Bukan rahasia lagi jika selama ini penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*