MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 14 September 2018 08:38
Belum Terimbas Pembatasan Impor

Rupiah Melemah, Harga Ponsel Justru Turun Harga

HARGA ANJLOK: Tidak terkena imbas penguatan dolar, harga ponsel dari sejumlah merek justru turun harga.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah adanya aturan pemerintah untuk mengurangi impor beberapa produk seperti barang konsumsi dan barang mewah satu, harga ponsel justru menunjukkan tren turun. "Banyak produk baru otomatis smartphone (merek dan tipe) lainnya turunkan harga untuk memenangkan persaingan," kata Leader Store Andalas Celuler Muhammad Daniel menanggapi tren harga ponsel, Kamis (13/9).

Disebutkannya, sekira ada tiga merek ponsel dari ragam tipe tengah turun harga. "Xiaomi Note 5 misalnya dari Rp 3,2 jutaan sekarang Rp 2,7 jutaan, Xiaomi Redmi 5 juga turun (harga) dari Rp 2,1 jutaan sekarang Rp 1,8 jutaan," ujarnya. iPhone 6 s Plus juga dibandrol lebih murah. Dari Rp 8 jutaan menjadi Rp 7,4 jutaan. Tidak ketinggalan Nokia seri 3,5,6 hingga 8 yang juga turun harga kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.   

Itu bukan penawaran satu-satunya, empat merek ponsel lainnya juga diketahui memberikan harga lebih murah lewat program cash back.  Masing-masing Oppo cash back Rp 900 ribu, disusul Vivo cash back sebesar Rp 400 ribu. Ada juga Samsung dan iPhone masing-masing secara berurutan memberi cash back sebesar Rp 500 ribu dan Rp 750 ribu.

Ya, pemerintah memutuskan menaikkan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 terkait impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.010/2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain. Langkah itu diambil untuk menyeimbangkan neraca pembayaran Indonesia.

 
Dalam PMK itu, sebanyak 1.147 barang impor yang pajaknya dinaikkan. Mulai dari parfum, lotion, deodoran, kosmetik dan lainnya dengan pemungutan PPh sebesar 10 persen. Termasuk ponsel. Barang-barang tersebut dikenai pajak impor karena dianggap dapat diproduksi di dalam negeri.

Selain memberi tekanan harga terhadap produk ponsel tipe sebelumnya, rupanya kemunculan produk baru diyakini mampu menggairahkan pasar. "Karena biasanya masyarakat yang penasaran dengan smartphone terbaru akan mencari tahu, kalau ternyata bugdetnya enggak sesuai maka pilihannya dialihkan ke merek lain," tuturnya memberi gambaran.

Namun dia tidak menampik krisis perekonomian daerah yang memukul daya beli beberapa tahun lalu, mengubah pola konsumsi masyarakat. Dari semula didominasi pembelian tunai berganti menjadi pembelian secara kredit melalui perusahaan pembiayaan. Di sisi lain, juga karena program promo leasing yang cukup menggiurkan. Mulai free administrasi, proses cepat dan lain-lain. "Dua tahun lalu pembelian semuanya cash, ditawari kredit enggak ada yang mau. Sekarang mayoritas kredit, ponsel harga Rp 3 jutaan misalnya, ambil dua unit, cuman bayar ratusan ribu per bulan, sisanya (dana) bisa dialokasikan untuk yang lain," pukaunya ramah.


Disebutkan, smartphone dengan kisaran harga Rp 2 jutaan hingga Rp 5 jutaan menjadi tulang punggung penjualan. HP yang dapat menunjang permainan dan yang dapat mendukung kegemaran berfoto ria yang menjadi incaran utama konsumen. (dra/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 07:59

Dirut Pegadaian Beri Apresiasi 750 Gram Emas bagi Nasabah

BALIKPAPAN   --  Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto memberikan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:57

JaNEWary Deals di Horison Sagita

KPFM BALIKPAPAN  -  Hotel Horison Sagita Balikpapan tidak pernah berhenti…

Kamis, 17 Januari 2019 07:56

Paket Mabar di Island Seafood Restauran Blue Sky

BALIKPAPAN  --  Island Seafood Restauran  Blue Sky Hotel Balikpapan menghadirkan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:58

PPU Ajukan Kuota 2 Juta Tabung Elpiji Bersubsidi

PENAJAM  -  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:57

Gandeng Pemilik Lapak Online, BPOM Pelototi E-commerce

JAKARTA   –  Pemerintah bakal kembali mengeluarkan regulasi terkait penjualan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:55

Pertamina Salurkan Gas ke PLTGU Tanjung Batu

JAKARTA  -   PT Pertamina EP melalui unit Asset 5…

Rabu, 16 Januari 2019 07:54

Istana Bantah BUMN Bangkrut

JAKARTA   –  Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo…

Rabu, 16 Januari 2019 07:53

Daya Beli Diprediksi Belum Membaik

BALIKPAPAN   –  Pergeseran perilaku belanja dan penurunan daya beli…

Selasa, 15 Januari 2019 08:03

Tiket Mahal Diprediksi Awet hingga Juni

BALIKPAPAN   -  Hingga Juni mendatang, ada berbagai momentum yang…

Selasa, 15 Januari 2019 08:01

Tiket Pesawat Melambung, Kapal Laut Menuju Masa Keemasan Lagi

BALIKPAPAN   -  Bukan rahasia lagi jika selama ini penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*