MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 14 September 2018 08:38
Belum Terimbas Pembatasan Impor

Rupiah Melemah, Harga Ponsel Justru Turun Harga

HARGA ANJLOK: Tidak terkena imbas penguatan dolar, harga ponsel dari sejumlah merek justru turun harga.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah adanya aturan pemerintah untuk mengurangi impor beberapa produk seperti barang konsumsi dan barang mewah satu, harga ponsel justru menunjukkan tren turun. "Banyak produk baru otomatis smartphone (merek dan tipe) lainnya turunkan harga untuk memenangkan persaingan," kata Leader Store Andalas Celuler Muhammad Daniel menanggapi tren harga ponsel, Kamis (13/9).

Disebutkannya, sekira ada tiga merek ponsel dari ragam tipe tengah turun harga. "Xiaomi Note 5 misalnya dari Rp 3,2 jutaan sekarang Rp 2,7 jutaan, Xiaomi Redmi 5 juga turun (harga) dari Rp 2,1 jutaan sekarang Rp 1,8 jutaan," ujarnya. iPhone 6 s Plus juga dibandrol lebih murah. Dari Rp 8 jutaan menjadi Rp 7,4 jutaan. Tidak ketinggalan Nokia seri 3,5,6 hingga 8 yang juga turun harga kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.   

Itu bukan penawaran satu-satunya, empat merek ponsel lainnya juga diketahui memberikan harga lebih murah lewat program cash back.  Masing-masing Oppo cash back Rp 900 ribu, disusul Vivo cash back sebesar Rp 400 ribu. Ada juga Samsung dan iPhone masing-masing secara berurutan memberi cash back sebesar Rp 500 ribu dan Rp 750 ribu.

Ya, pemerintah memutuskan menaikkan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 terkait impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.010/2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain. Langkah itu diambil untuk menyeimbangkan neraca pembayaran Indonesia.

 
Dalam PMK itu, sebanyak 1.147 barang impor yang pajaknya dinaikkan. Mulai dari parfum, lotion, deodoran, kosmetik dan lainnya dengan pemungutan PPh sebesar 10 persen. Termasuk ponsel. Barang-barang tersebut dikenai pajak impor karena dianggap dapat diproduksi di dalam negeri.

Selain memberi tekanan harga terhadap produk ponsel tipe sebelumnya, rupanya kemunculan produk baru diyakini mampu menggairahkan pasar. "Karena biasanya masyarakat yang penasaran dengan smartphone terbaru akan mencari tahu, kalau ternyata bugdetnya enggak sesuai maka pilihannya dialihkan ke merek lain," tuturnya memberi gambaran.

Namun dia tidak menampik krisis perekonomian daerah yang memukul daya beli beberapa tahun lalu, mengubah pola konsumsi masyarakat. Dari semula didominasi pembelian tunai berganti menjadi pembelian secara kredit melalui perusahaan pembiayaan. Di sisi lain, juga karena program promo leasing yang cukup menggiurkan. Mulai free administrasi, proses cepat dan lain-lain. "Dua tahun lalu pembelian semuanya cash, ditawari kredit enggak ada yang mau. Sekarang mayoritas kredit, ponsel harga Rp 3 jutaan misalnya, ambil dua unit, cuman bayar ratusan ribu per bulan, sisanya (dana) bisa dialokasikan untuk yang lain," pukaunya ramah.


Disebutkan, smartphone dengan kisaran harga Rp 2 jutaan hingga Rp 5 jutaan menjadi tulang punggung penjualan. HP yang dapat menunjang permainan dan yang dapat mendukung kegemaran berfoto ria yang menjadi incaran utama konsumen. (dra/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 09:19

Jembatan Balikpapan-PPU Gerus Pasar Feri

BALIKPAPAN - Hadirnya Jembatan Pulau Balang dan Melawai–Nipah-Nipah diprediksi akan…

Rabu, 21 November 2018 09:17

Hari Ini, Batik Air Mendarat di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA – Pesawat Batik Air  dengan kode penerbangan ID member…

Selasa, 20 November 2018 10:00

Pelindo I Dapat Utang Rp 1,3 T

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I atau Pelindo 1 melakukan…

Selasa, 20 November 2018 09:58

Izin Terbit, 100 Ribu Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor…

Selasa, 20 November 2018 09:57

Betah di Zona Nyaman

BALIKPAPAN - Betah di zona nyaman, satu dari sejumlah karakter…

Selasa, 20 November 2018 09:55

Kemampuan Ekonomi Lokal Akan Tergerus Pemodal Besar

BALIKPAPAN - Jamak diwartakan, Presiden RI Joko Widodo mengizinkan asing…

Senin, 19 November 2018 09:43

Ritel Offline Makin Akrab dengan Dompet Digital

BALIKPAPAN - Seakan tak mau kalah dengan ritel online, peritel…

Senin, 19 November 2018 09:42

Dinas Perkebunan Dorong Diversifikasi Energi lewat POME

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi penghasil minyak sawit terbesar, Kaltim tengah…

Senin, 19 November 2018 09:41

Rupiah Menguat, Pemerintah dan BI Harus Tetap Antisipatif

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menguat sejak awal pekan…

Sabtu, 17 November 2018 00:50

Brand Fashion Perlu Orisinalitas

BALIKPAPAN  -  Bisnis fashion di Kota Balikpapan rupanya cukup dianggap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .