MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:48
Penyelundupan 536 Ekor Kepiting Betina Bertelur Berhasil Digagalkan
DIAMANKAN: Ratusan ekor kepiting betina diamankan di Balai Karantina Balikpapan setelah sebelumnya hendak diberangkatkan melalui kargo di Bandara SAMS Sepinggan, kemarin (13/9)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Sebanyak 536 ekor kepiting betina gagal berangkat melalui kargo Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Kamis (12/9) pagi, setelah dicegat oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kaltim. Diduga, ratusan kepiting tersebut merupakan kepiting betina bertelur. Tercatat ada 104 boks berisi kepiting siap kirim yang langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Sebelumnya, Polda Kaltim juga melakukan pemeriksaan menggunakan x-ray.

 Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani mengungkapkan, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penyelundupan kepiting betina bertelur yang akan dikirim ke Pulau Jawa.

 

“Setelah kami lakukan pemeriksaan awal menggunakan x-ray terhadap 104 boks, ternyata benar berisi kepiting. Di mana dalam satu boks berisi antara 50 ekor sampai 70 ekor kepiting,” terang Yustan, kemarin.

 Setelah dilakukan pemeriksaan, dari 104 boks tersebut ada sebanyak 536 ekor merupakan kepiting betina. Sementara sisanya merupakan kepiting jantan, yang boleh diperjualbelikan.

 Untuk keperluan penyelidikan selanjutnya, ratusan kepiting tersebut dipindahkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Balikpapan di Jalan Syarifudin Yoes, Balikpapan Selatan.

 “Kami bekerja sama dengan Balai Karantina Balikpapan untuk memisahkan antara yang jantan dan betina. Setelah diperiksa ada 536 ekor betina. Selain itu, kami juga menitipkan sementara untuk dapat dijaga agar tidak mati,” kata perwira berpangkat tiga bunga di pundak ini.

 Selain untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan tim ahli untuk memastikan ratusan kepiting betina tersebut dalam kondisi bertelur atau tidak. “Kami usahakan secepatnya proses penyelidikan, tergantung kapan bisanya tim ahli memeriksa,” bebernya.

 Saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka. Tetapi, sudah memeriksa perusahaan ekspedisi yang melakukan kegiatan pengiriman kepiting tersebut. “Ini masih dalam penyelidikan kalau larangannya Undang-Undang Perikanan, ‘kan dilarang mengirim memperjualbelikan kepiting yang dalam bertelur atau di bawah berat badan yang ditentukan. Itu tidak boleh,” tegasnya.

 Dikatakan Yustan, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada pengusaha kargo, yakni PT Suryagita Nusaraya. “Langkah-langkahnya tentu akan kita panggil pemilik, pihak kargo, dan regulated agent,” terangnya.

 Terpisah, Direktur PT Suryagita Nusaraya, Bambang Soediatmoko menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pengiriman sudah dilakukan karantina oleh pihak berwenang. “Di mana sebelum masuk ke pemeriksaan itu adalah karantina dulu. Setelah diperiksa, kalau dikatakan sudah oke, maka akan diberangkatkan di reguler attention x-ray. Kemudian kalau sudah di x-ray itu menentukan berat dan biayanya,” timpalnya.

 Dirinya mengaku bahwa tidak akan melakukan pengiriman jika tidak lulus uji dari Karantina Balikpapan. “Surat- surat pengirim yang menunjukkan. Ada sertifikasi dari pihak karantina, makanya kargo berani untuk mengirim,” akunya.

 Bambang menjelaskan, kepiting-kepiting itu sudah masuk kargo dan lulus uji sertifikasi dari Karantina. “Karena, yang kami tahu adalah aturan pengiriman tidak boleh melakukan pengiriman kepiting betina bertelur. Makanya saya mau tanyakan, salahnya di mana yang kami kirim ‘kan tidak bertelur,” kesalnya.

 Dalam sehari, lanjut Bambang, kargonya sanggup mengirim lima ton kepiting yang dikirim ke sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Jogja dan Semarang. “Rata-rata ada lima ton sekali pengiriman semua kepiting dari nelayan,” tandasnya. (pri/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 09:51

Penikam Dikenal Pendiam

BALIKPAPAN - Peristiwa berdarah yang terjadi di Pondok Service di…

Rabu, 21 November 2018 09:50

Ditinggal Pergi, Rumah Elite Dijilat Si Jago Merah

BALIKPAPAN – Kawasan perumahan Balikpapan Regency dihebohkan dengan asap pekat…

Rabu, 21 November 2018 09:43

Ditarget Empat, Baru Tiga Kasus Korupsi Tertangani

BALIKPAPAN - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Budi…

Rabu, 21 November 2018 09:38

Menghilang, ABG Diduga Kabur Bersama Pacarnya

BALIKPAPAN – Kalau sudah cinta apapun dilakukan untuk membahagiakan pasangannya…

Rabu, 21 November 2018 09:37

Wapres Datang ke Balikpapan, Ini Acara yang Mau Dihadiri..

BALIKPAPAN – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kembali akan mengunjungi…

Rabu, 21 November 2018 09:36

Hindari Pacaran, Yakin dengan Pilihan Ustaz

Jelang pembacaan ijab kabul, para pengantin Pernikahan Mubarokah tak nyenyak…

Selasa, 20 November 2018 10:39

Pria Ini Tewas Ditikam Kikir Enam Kali

BALIKPAPAN - Suasana pencucian mobil Pondok Service kawasan Gunung Guntur,…

Selasa, 20 November 2018 10:30

Satgas Pangan Dikerahkan

BALIKPAPAN - Sudah menjadi tradisi adanya kenaikan bahan pangan setiap…

Selasa, 20 November 2018 10:25

Kecewa Antrean Solar Tak Ada Solusi, Aptrindo Ancam Mogok Kerja

BALIKPAPN - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk…

Selasa, 20 November 2018 10:24

Awas! Money Politics Pakai Uang Palsu

BALIKPAPAN - Tertangkapnya Dani Darmansyah alias Dani (20) yang kedapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .