MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:51
SDN 006 dan DKK Bantah Memaksa

Salah Paham Suntik MR Akibat Formulir Ganda

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Adanya indikasi pemaksaan yang terhadap suntik measles dan rubella (MR) di SDN 006 Balikpapan Barat pada Senin (10/9) lalu oleh sejumlah orangtua murid, dibantah pihak sekolah. Sesuai instruksi wali kota melalui edarannya, yang menyebutkan bahwa penyuntikan harus mendapat persetujuan dari orangtua murid, sudah dijalankan pihak sekolah. 

 Kasus itu mencuat setelah adanya salah satu orangtua murid bernama Uci. Dia mengeluh anaknya tetap disuntik MR, padahal telah menyatakan penolakan melalui formulir yang disodorkan untuk diisi. Namun, pada kenyataannya anaknya bernama Shafa Nur Avrilia (7) tetap disuntik.

 Dikonfirmasi kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Suheriyono mengatakan, orangtua murid dinyatakan setuju menurut dari lembar formulir pernyataan persetujuan tersebut. 

 “Form persetujuan dari orangtua ananda Shafa waktu di sekolah ada yang mendampingi,” ujarnya, sembari menunjukkan formulir Shafa yang terlihat disetujui oleh orangtua melalui pesan WhatsApp, kemarin (13/9).

 Namun, saat dikonfirmasi kembali kepada Uci, sejatinya formulir tersebut ada dua lembar. Dalam formulir pertama, dirinya telah menyatakan tidak setuju anaknya disuntik. Sedangkan formulir kedua tidak diisi olehnya, lantaran harus diisi di sekolah sebelum proses penyuntikan. Saat pelaksanaan, formulir tersebut dibawa orangtua Uci alias nenek Shafa untuk mendampinginya lantaran Uci sendiri tidak bisa karena bekerja. 

 Setelah sampai di sekolah, petugas medis menjelaskan manfaat dari vaksin MR. Kemudian menanyakan perihal penolakan dari orangtua Shafa sendiri kepada neneknya. Saat itu, menurut neneknya Shafa, petugas medis mengatakan bahwa meskipun menolak proses penyuntikan sekarang, namun akan tetap dilakukan pada kemudian hari.

 Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, sang nenek pun pulang kembali ke rumah memberitahukan Uci untuk memutuskannya kembali. “Ya, mama saya pulang habis dijelasin sama dokternya itu. Kata dokternya itu biar nggak disuntik sekarang, pasti nanti tetap disuntik di rumah sakit. Saya sampaikan ke mbak saya yang satu sekolah sama anak saya kalau saya menolak. Sudah ngotot menolak, tapi setelah dijelaskan begitu ya kita berpikir, disuntik nggak disuntik tetap nanti akan disuntik. Jadinya, ya, mau nggak mau kita setuju karena dibilangin begitu,” ujar Uci kemarin.

 

Dikonfirmasi secara terpisah, wali murid Shafa yang disapa Tini mengatakan, pihaknya membantah apabila ada unsur pemaksaan dari pihak sekolah. Sebab, pihak sekolah telah menjalankan instruksi edaran wali kota tersebut. Bahkan, pihaknya telah meminta kepada orangtua murid untuk mendampingi anaknya di sekolah meskipun menolak disuntik.

 

Namun, menurut Tini, setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, sang nenek pun pulang mengabarkan kepada orangtua Shafa. Lalu, kembali ke sekolah dan mengatakan bahwa dia setuju untuk disuntik.

 

“Pada saat hari pelaksanaan, Pak Dokter memberikan keterangan apa itu manfaatnya. Nah, si mbah ini pulang ke rumah menyampaikan kepada ibunya, akhirnya si orangtuanya mau,” kata Tini saat dihubungi kemarin.

 

Adapun tudingan atas unsur pemaksaan dari pihaknya maupun puskesmas selaku pelaksana saat itu, dirasa tidak benar. Sebab, saat itu tidak ada masalah apa pun meski beberapa orangtua diakuinya menolak penyuntikan.

 

“Kalau dari puskesmas sebenarnya itu tergantung dari orangtua masing-masing. Karena ‘kan dijelaskan seperti ini, nah, kemungkinan orangtua yang tadinya tidak setuju setelah mendengarkan penjelasan dari dokter akhirnya setuju. Kelas lain yang tidak setuju itu tidak disuntik oleh puskesmas,” tuturnya. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 18:17

Digugat Cerai Gara-Gara Main PUBG

BERMAIN gim adalah hal yang wajar. Seseorang memilih bermain gim…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:09

Lagi, Laka di Turunan Rapak

BALIKPAPAN-Lagi dan lagi, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di turunan…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:07

Selamat Berkat Motor Ganjal Ban Truk

BALIKPAPAN-Abdul Rahman (51) harus terbaring di ruang Instalasi Gawat Darurat…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:05

Tabrak Trotoar, Doni Tewas di Tempat

BALIKPAPAN-Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Salok Cina, Jalan Pulau Balang…

Jumat, 21 Juni 2019 11:42

Puluhan Pedagang BBM Dilarang Berjualan Lagi

BALIKPAPAN-Satpol PP kemarin (20/6) menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring)…

Jumat, 21 Juni 2019 11:40

Belum Bayar Pajak, Reklame Rokok Ditindak

BALIKPAPAN-Dispenda kembali menindak pemilik reklame yang tidak taat membayar pajak.…

Jumat, 21 Juni 2019 11:39

Belasan PKL Liar Ditertibkan Tim Gabungan

BALIKPAPAN-Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri…

Jumat, 21 Juni 2019 11:38

Ikhlas Ditinggalkan Tunangan demi Kakek-Nenek

“Harta yang paling berharga, adalah keluarga”. Sepenggal lirik lagu Harta…

Kamis, 20 Juni 2019 11:14

Kakek 70 Tahun Dihantam Balok

BALIKPAPAN-Tubuh Imung, kakek berusia 70 tahun pada Rabu (19/6) sekira…

Kamis, 20 Juni 2019 11:13

KM Bukit Siguntang Bikin Warga Histeris

BALIKPAPAN–Sejumlah warga sebagian di antaranya emak-emak menjerit sehingga membuat suasana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*