MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:51
SDN 006 dan DKK Bantah Memaksa

Salah Paham Suntik MR Akibat Formulir Ganda

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Adanya indikasi pemaksaan yang terhadap suntik measles dan rubella (MR) di SDN 006 Balikpapan Barat pada Senin (10/9) lalu oleh sejumlah orangtua murid, dibantah pihak sekolah. Sesuai instruksi wali kota melalui edarannya, yang menyebutkan bahwa penyuntikan harus mendapat persetujuan dari orangtua murid, sudah dijalankan pihak sekolah. 

 Kasus itu mencuat setelah adanya salah satu orangtua murid bernama Uci. Dia mengeluh anaknya tetap disuntik MR, padahal telah menyatakan penolakan melalui formulir yang disodorkan untuk diisi. Namun, pada kenyataannya anaknya bernama Shafa Nur Avrilia (7) tetap disuntik.

 Dikonfirmasi kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Suheriyono mengatakan, orangtua murid dinyatakan setuju menurut dari lembar formulir pernyataan persetujuan tersebut. 

 “Form persetujuan dari orangtua ananda Shafa waktu di sekolah ada yang mendampingi,” ujarnya, sembari menunjukkan formulir Shafa yang terlihat disetujui oleh orangtua melalui pesan WhatsApp, kemarin (13/9).

 Namun, saat dikonfirmasi kembali kepada Uci, sejatinya formulir tersebut ada dua lembar. Dalam formulir pertama, dirinya telah menyatakan tidak setuju anaknya disuntik. Sedangkan formulir kedua tidak diisi olehnya, lantaran harus diisi di sekolah sebelum proses penyuntikan. Saat pelaksanaan, formulir tersebut dibawa orangtua Uci alias nenek Shafa untuk mendampinginya lantaran Uci sendiri tidak bisa karena bekerja. 

 Setelah sampai di sekolah, petugas medis menjelaskan manfaat dari vaksin MR. Kemudian menanyakan perihal penolakan dari orangtua Shafa sendiri kepada neneknya. Saat itu, menurut neneknya Shafa, petugas medis mengatakan bahwa meskipun menolak proses penyuntikan sekarang, namun akan tetap dilakukan pada kemudian hari.

 Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, sang nenek pun pulang kembali ke rumah memberitahukan Uci untuk memutuskannya kembali. “Ya, mama saya pulang habis dijelasin sama dokternya itu. Kata dokternya itu biar nggak disuntik sekarang, pasti nanti tetap disuntik di rumah sakit. Saya sampaikan ke mbak saya yang satu sekolah sama anak saya kalau saya menolak. Sudah ngotot menolak, tapi setelah dijelaskan begitu ya kita berpikir, disuntik nggak disuntik tetap nanti akan disuntik. Jadinya, ya, mau nggak mau kita setuju karena dibilangin begitu,” ujar Uci kemarin.

 

Dikonfirmasi secara terpisah, wali murid Shafa yang disapa Tini mengatakan, pihaknya membantah apabila ada unsur pemaksaan dari pihak sekolah. Sebab, pihak sekolah telah menjalankan instruksi edaran wali kota tersebut. Bahkan, pihaknya telah meminta kepada orangtua murid untuk mendampingi anaknya di sekolah meskipun menolak disuntik.

 

Namun, menurut Tini, setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, sang nenek pun pulang mengabarkan kepada orangtua Shafa. Lalu, kembali ke sekolah dan mengatakan bahwa dia setuju untuk disuntik.

 

“Pada saat hari pelaksanaan, Pak Dokter memberikan keterangan apa itu manfaatnya. Nah, si mbah ini pulang ke rumah menyampaikan kepada ibunya, akhirnya si orangtuanya mau,” kata Tini saat dihubungi kemarin.

 

Adapun tudingan atas unsur pemaksaan dari pihaknya maupun puskesmas selaku pelaksana saat itu, dirasa tidak benar. Sebab, saat itu tidak ada masalah apa pun meski beberapa orangtua diakuinya menolak penyuntikan.

 

“Kalau dari puskesmas sebenarnya itu tergantung dari orangtua masing-masing. Karena ‘kan dijelaskan seperti ini, nah, kemungkinan orangtua yang tadinya tidak setuju setelah mendengarkan penjelasan dari dokter akhirnya setuju. Kelas lain yang tidak setuju itu tidak disuntik oleh puskesmas,” tuturnya. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:44

Lehernya Dijerat..!! Pasutri Tewas, Ditemukan di Mobil dan Kamar

BALIKPAPAN  -   Perampokan disertai pembunuhan sadis kembali terjadi di Kota Balikpapan.…

Selasa, 18 September 2018 07:41

44 KTP Luar Daerah Terjaring Yustisi

BALIKPAPAN  -   Operasi yustisi kembali digencarkan jajaran Satpol PP. Kali ini, tim gabungan…

Selasa, 18 September 2018 07:39

Tiga Pelaku Diciduk di Samboja dan Manggar

TIM gabungan dari Polres Balikpapan dan Jatanras Polda Kaltim langsung melakukan pengejaran terhadap…

Selasa, 18 September 2018 07:36

Suami Jadi Pengedar, Istri yang Mendekam

BALIKPAPAN   -  Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar segera melapor kepada pihak…

Selasa, 18 September 2018 07:34

Korban Dikenal Baik dan Agamis

JERITAN   histeris pecah ketika jasad Sunarsih (35) dibawa menuju mobil ambulans yang terparkir…

Senin, 17 September 2018 09:04

Pemabuk Tewaskan Nenek Pejalan Kaki

BALIKPAPAN  -  Suasana lengang di kawasan Jalan Projakal Km 5 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan…

Senin, 17 September 2018 09:02

Motor Curian Ditenggelamkan di Laut

BALIKPAPAN  -  Ada-ada saja yang dilakukan oleh para pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor…

Senin, 17 September 2018 09:00

Dikira Janin Ternyata Tembuni

BALIKPAPAN  –  Kawasan Jalan MT Haryono tepat di depan Sekolah Katolik Agustinus Adisutjipto…

Senin, 17 September 2018 08:58

Kotak Infak Masjid Kembali Dibobol

BALIKPAPAN  -  Sungguh tak bermoral, di masjid sekalipun nekat melakukan tindak kriminalitas.…

Senin, 17 September 2018 08:57

Sengaja Membakar Lahan, Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –   Ini merupakan peringatan bagi siapapun yang menyebabkan terjadinya kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .