MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:55
Kasus RPU Terus Dipantau KPK

Kejaksaan Kembalikan Lima Berkas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kasus dugaan korupsi terhadap pembebasan lahan rumah potong unggas (RPU) di wilayah Balikpapan Utara terus bergulir. Hingga saat ini, penyidik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Kaltim masih melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi. Penyelidikan pun terus berjalan.

 Sampai sekarang sudah ada lima berkas perkara yang maju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan. Kelima berkas tersebut berstatus P-19, yaitu pengembalian berkas perkara dari kejaksaan untuk dilengkapi kembali oleh penyidik. 

 “Masih ada yang perlu direvisi dan ditambahkan, sesuai arahan dari pihak kejaksaan. Ada lima berkas itu yang P-19,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Yustan Alpiani, kemarin (13/9).

 Sejauh ini, lanjutnya, para saksi, terduga maupun tersangka semuanya kooperatif dalam mengikuti pemeriksaan yang dilakukan. Mereka selalu hadir setiap kali penyidik melakukan pemanggilan terhadapnya. Pihaknya juga telah melakukan pencekalan terhadap para terduga yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

 “Penahanan belum dilakukan, karena butuh waktu nahan orang itu terbatas hanya 60 hari. Kami selesaikan dulu semua penyelidikan,” tegas perwira berpangkat tiga bunga di pundak ini.

 Dalam penanganan kasus RPU ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasusnya. Diakui Yustan, pihaknya dan KPK telah berapa kali melakukan gelar perkara untuk kasus ini, mereka juga menyupervisi Polda Kaltim dalam melakukan penyelidikan.

 “Intinya proses terus berjalan. KPK juga selalu tanya terus perkembangannya, Mereka juga mem-backup kasus ini,” pungkasnya.

 Selain itu, belum ditemukannya saksi kunci dalam kasus ini membuat pihaknya sedikit kesulitan untuk menjangkau para terduga pelaku lainnya. Namun, pihaknya tetap optimis kasus ini terus berjalan dan semua pelakunya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 Hingga kini sudah ada delapan saksi yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah AW, YS, RPM, NLW, CC, AK, SL, dan RSD. Untuk RSD masuk daftar pencarian orang (DPO). Tak hanya itu, penyidik telah menggeledah empat instansi, yakni Kantor DPRD Balikpapan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Balikpapan, Kantor Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Balikpapan, serta Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan.

 Lokasi lahan RPU seluas 2,5 hektare diketahui berada di Kilometer 13, tepatnya di RT 21, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Lokasinya sekitar 1,2 kilometer dari underpass jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kilometer 13.

 Proyek yang direncanakan sejak 2014 itu, akhirnya mandek karena temuan dugaan korupsi tersebut. Kini tanah seluas 2,5 hektare itu dipenuhi ilalang. Tanah RPU yang telah dibeli Pemkot Balikpapan seperti lahan yang tak terurus.

 Tanah dengan luas persis 25.760 meter persegi itu tercatat dalam kartu inventaris barang Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Balikpapan sejak 21 September 2015. Awalnya nilai anggaran dalam pembebasan lahan ini sebesar Rp 2,5 miliar, yang diambil dari dana APBD tahun 2015. Tetapi belakangan, nilai pembebasan lahan tersebut berubah menjadi Rp 12,5 miliar.  Dugaan terjadinya markup pun akhirnya dicium oleh pihak kepolisian. (pri/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:51

Kantor Kejaksaan Negeri Membara

BALIKPAPAN  -  Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi di depan Kantor…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:50

Kembangkan Curanmor, Tangkap Pengguna Sabu

BALIKPAPAN   -  Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:47

Perbatasan Kalimantan Rawan, Ini yang Disiapkan Kodam VI/Mlw

BANJARMASIN   -  Panglima Kodam VI Mulawarman (Mlw), Mayjen TNI…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:45

Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Kakek Mudori Bakal Di-SP3

BALIKPAPAN  -  Kepolisian Balikpapan akan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:44

Gara-Gara Kasus Ini, Konsumen Takut Gunakan Kosmetik

BALIKPAPAN  -  Terbongkarnya kasus pembuatan dan penjualan kosmetik ilegal di…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:43

Sindikat Curanmor Diringkus

BALIKPAPAN   -   Berbagai macam modus dilakukan para pelaku pencurian…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:40

Asrama Al-Khawarizmi Ludes Terbakar

TANA PASER   -   Warga Gang Seratai, Jalan Kusuma…

Jumat, 18 Januari 2019 08:30
Polres Bongkar Penjualan Kosmetik Ilegal

Bahan Beli di Luar, Diracik dan Diberi Label

BALIKPAPAN   -   Jangan sembarangan memakai kosmetik, terutama yang tidak…

Jumat, 18 Januari 2019 08:27

Dahlan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

PERS  bukan sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan sandaran hidup. Pers…

Jumat, 18 Januari 2019 08:24
Omzetnya Tembus Rp 100 Juta Per Bulan * Tiga Perempuan Ditetapkan Tersangka

BANYAK KORBANNYA DAH...!! Lima Tahun Jualan Kosmetik Ilegal

BISNIS  kosmetik ilegal yang dijalani oleh ketiga tersangka, yaitu Umi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*