MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Sabtu, 15 September 2018 02:09
Indonesia Poros Ekonomi Kreatif pada 2030
BAKAL JADI ANDALAN: Menjadi poros ekonomi kreatif, UMKM Indonesia bakal semakin tumbuh pesat.

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros ekonomi kreatif dunia pada 2030. Berbagai program direncanakan. Salah satunya, World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center pada 6–8 November 2018.

 

Direktur Hubungan Antarnegara Bekraf K. Candra Negara mengatakan, event WCCE itu kali pertama dilaksanakan di dunia. ”Kami akan menghadirkan 1.000 peserta dari seluruh dunia. Mulai kalangan pelaku industri kreatif, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, media, hingga perwakilan pemerintah,” ujarnya saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos di Jakarta Kamis (13/9).

 

Bekraf berencana mengundang stakeholder industri kreatif dari seluruh negara di dunia. Termasuk dua menteri dari tiap negara. ”Jadi, total sekitar 400 menteri dari seluruh dunia yang kami undang. Namun, kami nggak muluk-muluk karena ini baru kali pertama di dunia. Ada 20 menteri saja yang hadir, sudah bagus,” tambahnya.

 

Bekraf juga sedang berusaha menghadirkan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman dari Arab Saudi untuk ikut menjadi pembicara di WCCE. Pangeran mempunyai visi, wilayah Arab Saudi terbuka untuk konser dan bioskop pada 2030. Juga, mengubah Arab Saudi dari negara minyak menjadi negara ekonomi kreatif. ’’Visi 2030 beliau sangat ekonomi kreatif banget,” tuturnya.

 

WCCE akan mendiskusikan beberapa isu penting. Yakni, kohesi sosial, regulasi, marketing, ekosistem, dan finansial yang difokuskan pada bidang ekonomi kreatif. Salah satu agenda yang ingin dicapai Bekraf dalam perhelatan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan ekonomi kreatif dimulai dari Indonesia. ”Kita negara pertama yang memiliki kementerian khusus di bidang ekonomi kreatif,” sebutnya.

 

Menurut data Bekraf, ekonomi kreatif telah menghasilkan kontribusi yang besar bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yaitu Rp 922,58 triliun pada 2016. Industri kreatif juga mempekerjakan 16,9 juta jiwa dengan 54,96 persen pekerja perempuan dan menyumbang ekspor USD 20 miliar atau 13,77 persen dari total ekspor Indonesia.

 

Pemerintah menilai ekonomi kreatif telah menjadi pilar ekonomi nasional. Diharapkan, Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia pada 2030. Untuk itu, sepanjang empat tahun Bekraf berdiri, telah banyak program yang dilaksanakan. ”Yakni, lebih dari 250 program nasional dan 87 program internasional di 32 negara,” jelasnya. (tih/wir/c7/oki/jpg/rus)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 07:52

Terlilit Utang, Perusahaan Teh Legendaris Sariwangi Dinyatakan Pailit

JAKARTA  -   PT Sariwangi Agricultural Estate Agency telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:50

2019, Pemerintah Usulkan Subsidi Energi Turun Rp 7,6 T

   JAKARTA  -  Panitia kerja (Panja) belanja pemerintah memberikan usulan terhadap…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:49

Soal UMP, Jangan Dipolitisasi Jelang Pemilu

JAKARTA  -  Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional Unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:30

Pertamina Sehati Terminal BBM Balikpapan

UPAYA Terminal BBM Balikpapan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:29

Skill Contest, Cara AHM Cetak SDM Handal dan Entrepreneur Otomotif

BEKASI -  Untuk kali ke-9 sejak tahun 2010, produsen motor PT Astra Honda Motor membidani lahirnya…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:16

Tiap 5,5 Detik Lahir Satu Unit Motor Honda

BEKASI  -  Sukses menembus pasar ekspor, PT Astra Honda Motor (AHM) justru mengaku kuwalahan…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:14

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA  -  Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:13

Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA  -  Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus…

Selasa, 16 Oktober 2018 08:14

Harga TBS Sawit Anjlok, Pengaruhi Transaksi di Pegadaian

TANA PASER  –  Pertumbuhan ekonomi yang melambat ditambah anjloknya harga Tandan Buah…

Selasa, 16 Oktober 2018 08:12

Kaltim Kekurangan 27 Tenaga Pendamping Desa

SAMARINDA  -  Jumlah tenaga pendamping desa di Kaltim telah mencapai 448 orang. Namun menurut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .