MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Selasa, 18 September 2018 08:21
Mengulang Kesalahan yang Sama
WAJIB EVALUASI : Kekalahan melawan PSIM Jogjakarta, Sabtu (15/9) lalu harus dilupakan dan fokus menatap laga mlawan PSS Sleman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Serangan balik melalui counter attack seperti menjadi momok menakutkan bagi Persiba Balikpapan. Tercatat ada beberapa tim mampu menciptakan gol melalui skema tersebut. Ironinya, evaluasi tersebut seperti tidak dilakukan. Puncaknya saat dua gol PSIM Jogjakarta tercipta. Hanya bermain 10 pemain, Laskar Mataram-julukan PSIM- sukses menang 1-2. Kejadian serupa juga terjadi saat gol kedua diciptakan Blitar United di laga away pekan ke-15 lalu.

Namun anehnya, sang arsitek Haryadi tak bisa mengevaluasi kesalahan yang kerap terjadi. Tentu persoalan serangan balik, harus dibutuhkan transisi menyerang ke bertahan yang baik. Para pemain mampu memback up posisi pemain. Faktor utama, pemain wajib punya stamina cukup. Sehingga mereka bisa menjalankan transisi dengan baik.

Benar saja, melawan PSIM, saat diserang terlihat lini kedua tak sanggup untuk memback up lini belakang. Imbasnya pergerakan pemain lawan lebih leluasa. Bahkan ada ruang kosong untuk melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Itu yang tercipta saat gol pertama PSIM. Pun begitu, sang arsitek Haryadi menilai ia sudah memberikan instruksi soal transisi. Namun laga kemarin, diakuinya para pemainnya keasikan menyerang. Sehingga begitu counter attack dari lawan tidak bisa dijangkau. ”Makanya pemain harus disiplin pada posisi masing-masing. Bagaimana menjaga lawan dan menjaga daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Suporter Persiba, Octaviani menambahkan seharusnya gol yang kerap terjadi melalui skema yang sama, tentu pelatih mengetahui cara untuk mengantisipasinya. Tapi nyatanya terulang kembali. Bahkan melawan 10 pemain, tim lawan mampu melakukan counter attack cepat. ”Sudah jelas yang salah pelatihnya. Masa pelatih gak punya taktik untuk mengantisipasi itu. Pasti bisa jadi kunci kelemahan,” jelas Octa.

Ia pun meminta agar musim 2019, manajemen selektif dalam memilih pelatih. Mereka yang mampu membawa kembali kejayaan Persiba. ”Mau sampai kapan di Liga 2. Kembalikan kejayaan Persiba yang dulu,” harapnya. (ham/san)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 11:10

Matangkan Strategi

BALIKPAPAN  -  Uji coba bersua Bontang FC di Stadion Batakan,…

Senin, 17 Juni 2019 11:06

Kans Besar Jadi Tuan Rumah

BALIKPAPAN  -  Ketua Umum Persiba Balikpapan, Gede Widiade sangat menginginkan…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:45

Pakemkan Starting Eleven

BALIKPAPAN  -  Persiba Balikpapan akan melakoni uji coba terakhir bersua…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:44

Kawan Jadi Lawan

BALIKPAPAN  -  Laga uji coba bersua Bontang FC malam ini,…

Jumat, 14 Juni 2019 10:36

Panggung Pembuktian

BALIKPAPAN  -  Persiba Balikpapan menggelar uji coba terakhir sebelum menatap…

Jumat, 14 Juni 2019 10:35

Besok, Launching Tim dan Uji Coba

BALIKPAPAN  -   Manajemen akhirnya mengumumkan harga tiket laga uji coba…

Jumat, 14 Juni 2019 10:33

Calon Idola Baru

BALIKPAPAN  -   Musim ini, Muhammad Rasul resmi menjadi bagian dari…

Kamis, 13 Juni 2019 11:26

Benahi Finishing Touch

BALIKPAPAN - Laga perdana kian dekat. Hanya menyisakan kurang lebih…

Kamis, 13 Juni 2019 11:24

Mengenang Masa Kecil di Foni

BALIKPAPAN - Gelandang Bryan Cesar tentu punya kenangan terindah di Lapangan…

Kamis, 13 Juni 2019 11:23

Persiba yang Dirindukan

BALIKPAPAN  - Persiba Balikpapan tampaknya sangat dirindukan masyarakat Balikpapan Barat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*