MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Selasa, 18 September 2018 08:21
Mengulang Kesalahan yang Sama
WAJIB EVALUASI : Kekalahan melawan PSIM Jogjakarta, Sabtu (15/9) lalu harus dilupakan dan fokus menatap laga mlawan PSS Sleman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Serangan balik melalui counter attack seperti menjadi momok menakutkan bagi Persiba Balikpapan. Tercatat ada beberapa tim mampu menciptakan gol melalui skema tersebut. Ironinya, evaluasi tersebut seperti tidak dilakukan. Puncaknya saat dua gol PSIM Jogjakarta tercipta. Hanya bermain 10 pemain, Laskar Mataram-julukan PSIM- sukses menang 1-2. Kejadian serupa juga terjadi saat gol kedua diciptakan Blitar United di laga away pekan ke-15 lalu.

Namun anehnya, sang arsitek Haryadi tak bisa mengevaluasi kesalahan yang kerap terjadi. Tentu persoalan serangan balik, harus dibutuhkan transisi menyerang ke bertahan yang baik. Para pemain mampu memback up posisi pemain. Faktor utama, pemain wajib punya stamina cukup. Sehingga mereka bisa menjalankan transisi dengan baik.

Benar saja, melawan PSIM, saat diserang terlihat lini kedua tak sanggup untuk memback up lini belakang. Imbasnya pergerakan pemain lawan lebih leluasa. Bahkan ada ruang kosong untuk melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Itu yang tercipta saat gol pertama PSIM. Pun begitu, sang arsitek Haryadi menilai ia sudah memberikan instruksi soal transisi. Namun laga kemarin, diakuinya para pemainnya keasikan menyerang. Sehingga begitu counter attack dari lawan tidak bisa dijangkau. ”Makanya pemain harus disiplin pada posisi masing-masing. Bagaimana menjaga lawan dan menjaga daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Suporter Persiba, Octaviani menambahkan seharusnya gol yang kerap terjadi melalui skema yang sama, tentu pelatih mengetahui cara untuk mengantisipasinya. Tapi nyatanya terulang kembali. Bahkan melawan 10 pemain, tim lawan mampu melakukan counter attack cepat. ”Sudah jelas yang salah pelatihnya. Masa pelatih gak punya taktik untuk mengantisipasi itu. Pasti bisa jadi kunci kelemahan,” jelas Octa.

Ia pun meminta agar musim 2019, manajemen selektif dalam memilih pelatih. Mereka yang mampu membawa kembali kejayaan Persiba. ”Mau sampai kapan di Liga 2. Kembalikan kejayaan Persiba yang dulu,” harapnya. (ham/san)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:47

Inginkan MU, Hindari AS Roma

 TIGA  musim terakhir, perjalanan Barcelona selalu berujung di babak perempat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:45

Lawan yang Menjengkelkan

MANCHESTER –   Klub-klub asal Liverpool  sering menjadi ganjalan buat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:44

Hadiah dari Zapata

PIRAEUS  –   AC Milan berencana memperpanjang kontrak bek tengah Cristian…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:43

Sundas: Inter BerpeluangRekrut Messi

BARCELONA –  Salah satuagen FIFA, AlessioSundas, menyebutmelihatLionel Messiberkostum Inter…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:42

Rebut Tujuh Emas, Target Utama PON 2020 di Papua

Balikpapan finis di peringkat ketiga. Total 129 medali emas, 143…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:40

Karena Harden Lebih Fresh

HOUSTON   -  Kuarter keempat masih tersisa sembilan menit 27…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:38

Maksimalkan Skema False 9

BALIKPAPAN  -  Persiba Balikpapan wajib putar otak. Kenapa tidak, menjamu…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:36

Bertekad Masuk Starting Eleven

BALIKPAPAN  -   Meski masih muda, namun M Rokani kerap…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:35

Buka Kedai Kopi

SETELAH Liga 1 berakhir, Marc Klok mulai buka usaha sampingan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:34

Juara di Liga, Juara di Hati Masyarakat

TARGET tinggi tengah diusung Persiba Balikpapan. Lolos ke Liga 1…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .