MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Selasa, 18 September 2018 08:21
Mengulang Kesalahan yang Sama
WAJIB EVALUASI : Kekalahan melawan PSIM Jogjakarta, Sabtu (15/9) lalu harus dilupakan dan fokus menatap laga mlawan PSS Sleman.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Serangan balik melalui counter attack seperti menjadi momok menakutkan bagi Persiba Balikpapan. Tercatat ada beberapa tim mampu menciptakan gol melalui skema tersebut. Ironinya, evaluasi tersebut seperti tidak dilakukan. Puncaknya saat dua gol PSIM Jogjakarta tercipta. Hanya bermain 10 pemain, Laskar Mataram-julukan PSIM- sukses menang 1-2. Kejadian serupa juga terjadi saat gol kedua diciptakan Blitar United di laga away pekan ke-15 lalu.

Namun anehnya, sang arsitek Haryadi tak bisa mengevaluasi kesalahan yang kerap terjadi. Tentu persoalan serangan balik, harus dibutuhkan transisi menyerang ke bertahan yang baik. Para pemain mampu memback up posisi pemain. Faktor utama, pemain wajib punya stamina cukup. Sehingga mereka bisa menjalankan transisi dengan baik.

Benar saja, melawan PSIM, saat diserang terlihat lini kedua tak sanggup untuk memback up lini belakang. Imbasnya pergerakan pemain lawan lebih leluasa. Bahkan ada ruang kosong untuk melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Itu yang tercipta saat gol pertama PSIM. Pun begitu, sang arsitek Haryadi menilai ia sudah memberikan instruksi soal transisi. Namun laga kemarin, diakuinya para pemainnya keasikan menyerang. Sehingga begitu counter attack dari lawan tidak bisa dijangkau. ”Makanya pemain harus disiplin pada posisi masing-masing. Bagaimana menjaga lawan dan menjaga daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Suporter Persiba, Octaviani menambahkan seharusnya gol yang kerap terjadi melalui skema yang sama, tentu pelatih mengetahui cara untuk mengantisipasinya. Tapi nyatanya terulang kembali. Bahkan melawan 10 pemain, tim lawan mampu melakukan counter attack cepat. ”Sudah jelas yang salah pelatihnya. Masa pelatih gak punya taktik untuk mengantisipasi itu. Pasti bisa jadi kunci kelemahan,” jelas Octa.

Ia pun meminta agar musim 2019, manajemen selektif dalam memilih pelatih. Mereka yang mampu membawa kembali kejayaan Persiba. ”Mau sampai kapan di Liga 2. Kembalikan kejayaan Persiba yang dulu,” harapnya. (ham/san)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 10:35

Akhir Maret, Persiba Gelar Launching dan Uji Coba

BALIKPAPAN - Down Payment (DP) sudah diberikan kepada penggawa Persiba…

Sabtu, 23 Februari 2019 10:33

Fisik Dulu, Baru Pikirkan Taktik

BALIKPAPAN – Tactician Persiba Balikpapan, Salahudin memang belum puas dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 11:32

Imam Mahmudi Jalani Terapi Selama Tiga Pekan

BALIKPAPAN  -  Nasib buruk dialami bek, Imam Mahmudi. Mantan pemain…

Jumat, 22 Februari 2019 11:30

Kans Tampil Sebagai Starter

BALIKPAPAN  -  Hadirnya Imam Budi Hernandi beberapa waktu lalu, membuat…

Jumat, 22 Februari 2019 11:29

Target ke Liga 1 Jangan Sekadar Wacana

TARGET yang diusung manajemen seakan menjadi pertanyaan besar. Kenapa tidak,…

Jumat, 22 Februari 2019 11:28

Jangan Kabur Lagi

BALIKPAPAN  -  Wajah semringah ditunjukkan para penggawa Persiba Balikpapan. Kenapa…

Kamis, 21 Februari 2019 12:13

Butuh Kepedulian Manajemen

PERSIBA baru saja ditinggalkan tiga pemainnya. Tentu sebuah kabar buruk.…

Kamis, 21 Februari 2019 12:12

Dikri Keluar, Dwi Yudha Segera Merapat

BALIKPAPAN    -    Persiba Balikpapan kini menyisahkan tiga kiper. Dua…

Kamis, 21 Februari 2019 12:11

Antara Loyalitas atau Tergiur Tawaran Klub Lain

BALIKPAPAN  -  Suporter sampai mati. Pemain sampai habis kontrak. Salah…

Kamis, 21 Februari 2019 12:09

Belum Dikontrak, Tiga Pemain Kabur

BALIKPAPAN – Kompetisi belum dimulai. Persiba Balikpapan sudah ditinggalkan pemainnya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*