MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 21 September 2018 08:18
Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp 3,3 Miliar
MAINKAN ANGGARAN: Mantan anggota DPR RI Amin Santono digiring usai didakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, kemarin.

PROKAL.CO, JAKARTA   -  Mantan anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Amin Santono didakwa menerima suap sebesar Rp 3,3 miliar yang bersumber dari Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman dan Direktur CV Iwan Binangkit asal Sumedang, Ahmad Ghiast.

"Padahal, diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata Jaksa penuntut pada KPK, Abdul Basir saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Menurut Jaksa Abdul Basir, uang tersebut diberikan kepada Amin Santono agar daerah Lampung Tengah dan Sumedang mendapatkan alokasi tambahan anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2018. Padahal, hal itu bertentangan dengan kewajiban Amin Santono sebagai penyelenggara negara.

Awalnya, Amin Santono dikenalkan oleh anaknya, Yosa Octora Santono dengan konsultan Eka Kamaluddin di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan pada 2017. Dalam pertemuan tersebut terjadi pembahasan untuk penambahan anggaran untuk beberapa kabupaten dan kota.

"Terdakwa menyetujui usulan Eka Kamaluddin untuk mengupayakan beberapa kabupaten atau kota mendapatkan tambahan anggaran yang bersumber pada APBN atau APBN-P dengan mengunakan usulan terdakwa," terangnya.

Kemudian, untuk membantu meloloskan proposal yang diajukan untuk beberapa kota dan kabupaten, Amin dan Eka menemui PNS Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Menurut Jaksa, Yaya Purnomo merupakan orang yang akan membantu meloloskan proposal penambahan anggaran.

‎"Setelah ada informasi Eka Kamaluddin, terdakwa mengusulkan penambahan anggaran untuk Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Sumedang, dan untuk (kedua daerah) itu, terdakwa menerima fee," terang Jaksa Basir.

Atas perbuatan tersebut, Amin Santono didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (dtc/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 08:07

Servis HP Buruk, Giliran Parang Bicara

SAMARINDA   -  Pelaku pengrusakan dan pengancaman di salah satu…

Kamis, 17 Januari 2019 08:05

Sidang Pembunuhan Pasutri Ditunda Lagi

BALIKPAPAN  -  Sidang lanjutan dengan dua terdakwa, yakni Unang Sudrajat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:04

Polda Kaltim Ajak Kaum Milenial

BALIKPAPAN   -   Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas…

Kamis, 17 Januari 2019 08:03

Kejari Masuk Sekolah..!! Ada Apa Ya...?

BALIKPAPAN  -  Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan menggelar kegiatan sosialisasi…

Kamis, 17 Januari 2019 08:01

Baru Awal Tahun, BNNK Rehab 13 Pengguna Narkoba

BALIKPAPAN   -  Peredaran narkotika seolah sulit dihilangkan. Semakin hari…

Rabu, 16 Januari 2019 08:12

Brimob Ajak Kaum Milenial Perangi Hoax

BALIKPAPAN   -  Patroli bermotor kompi 1 Batalyon C Pelopor…

Rabu, 16 Januari 2019 08:10

Kakek Cabul Dijebloskan ke Bui

TOLITOLI   —  Belum lama terungkap kasus cabul sembilan bocah…

Rabu, 16 Januari 2019 08:08

Pelaku Dipukul Keluarga Korban

SENGETI   –  Penyidik Polres Muarojambi, kemarin (14/1) menggelar rekonstruksi…

Rabu, 16 Januari 2019 08:03

Siswi SMA Pembunuh Bayi Dituntut Tiga Tahun Penjara

REMBANG  –  Siswi salah satu SMA di Kecamatan Sulang, Rembang,…

Selasa, 15 Januari 2019 08:11

Dijual Rp 3,1 Juta per Kilogram

PALANGKARAYA    -   Perburuan terhadap binatang dilindungi masih terjadi di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*