MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Sabtu, 22 September 2018 00:50
Bangkitlah Persiba
JANGAN LEMAS : Yudi Khoeruddin cs wajib bangkit, menjamu PS Mojokerto Putra pada Senin (24/9) nanti menjadi pintu bagi Persiba menjauh dari zona merah.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Lupakan dua kekalahan secara beruntun. Dua tim Jogjakarta yang berhasil membuat Persiba Balikpapan malu pulang dengan kepala tertunduk. Pekan ke-18 akan dimainkan di Stadion Batakan, Senin (24/9) menjamu PS Mojokerto Putra. Melihat itu, sang arsitek Haryadi memang tengah dalam tekanan.

Bermain di hadapan para pendukungnya, tanpa tawar menawar tiga poin wajib digenggaman. Ya sang arsitek Haryadi memang mengakui sedikit tekanan ketika bermain di kandang. Hanya saja, ia menilai bermain sebagai tuan rumah tentu target tetap menang. “Kami juga ingin menang, siapa yang mau kalah,” ujar Haryadi, Jumat (21/9) kemarin.

Soal selisih hanya satu poin dengan Persegres yang berada di zona degradasi, ia menegaskan sisa laga wajib harus disapu bersih. Termasuk tiga laga kandang. Pun begitu, ia tak ingin berbicara terlalu jauh. Cukup fokus step by step. Selama ini, mantan instruktur Diklat Salatiga kerap mengeluh terkait kepemimpinan wasit. “Melawan PSS begitu lagi. Mau kecewa percuma juga. Hakim garis itu sama seperti melawan PSMP. Harusnya tidak offside malah bendera diangkat,” katanya.

Hadirnya kembali para pemainnya paska mengalami akumulasi tentu sedikit memberikan angin segar. Terutama di lini tengah dengan hadirnya Sandi Septian dan Dwi Cahyono. Ia kembali bisa berkreasi untuk meracik lini tengah. “Melawan PSMP, skuat sudah dalam keadaan komplet. Meski Fathul dan Fengky belum diketahui perkembangannya. Kami optimis bisa bangkit dan mematahkan dua kekalahan secara beruntun,” akunya.

Sementara itu, Ketua Balistik, Endrik Jatmiko menambahkan sekarang tim wajib fokus dan kerja keras agar tidak terdegradasi ke Liga 3. “Musim berikutnya wajib perombakan, baik pemain termasuk tim pelatih. Tim sekarang ini tidak ada fighting spiritnya,” tambahnya.

 Ia meyakini keterpurukan ini bukan karena persoalan gaji dan fasilitas. Tapi juga attitude pemain satu dengan yang lain perlu dipertanyakan. “Justru keakraban di dalam tim membuat tim bisa solid. Tapi sekarang ini, itu seperti tidak terlihat,” jelasnya. (ham/san)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 08:57

Demi Txingurri, Demi Harga Diri

BARCELONA   -   Kontrak Ernesto Valverde bersama Barcelona berakhir enam…

Kamis, 17 Januari 2019 08:55

Bisa Berantakan Tanpa HurriKane

LONDON  –  Penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane terduduk sambil meringis…

Kamis, 17 Januari 2019 08:54

Mane Yakin Betul Liverpool Juara

LIVERPOOL -  Liverpool masih ada di posisi terdepan di klasemen…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Demi PON 2020 Papua

BALIKPAPAN   -  Dua atlet panjat tebing Balikpapan kembali merasakan…

Kamis, 17 Januari 2019 08:52

Nadal Lolos ke Babak Ketiga Australia Terbuka

MELBOURNE   - Langkah Rafael Nadal di Australia Terbuka 2019…

Kamis, 17 Januari 2019 08:51

Mick Pilih Gabung Ferrari

MARANELLO  –  Perburuan tanda tangan Mick Schumacher oleh Ferrari dan…

Kamis, 17 Januari 2019 08:49

Musim 2020, Dovizioso Bakal Dapat Tandem Baru

MOTOGP musim balap 2019 belum digelar. Tapi, persaingan memperebutkan tempat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:35

Biasakan Skema 4-4-2 Diamond

BALIKPAPAN   -  Skuat Persiba Balikpapan masih meraba-raba. Para pemain…

Kamis, 17 Januari 2019 08:33

Ruben Sanadi Jabat Kapten Persebaya

RENDI  Irwan Saputra tak lagi menjabat sebagai kapten tim Persebaya…

Kamis, 17 Januari 2019 08:32

Mengulik Kisah Helmy Putra Damanik di Eropa

Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*