MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 22 September 2018 00:57
Penyidik Periksa Korban ATM

Polisi Diminta Usut Dugaan Pencucian Dana

-ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Setelah penantian panjang, PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang gagal memberangkatkan ribuan jemaahnya umrah, akhirnya diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim. Beberapa di antaranya merupakan jemaah ATM yang melapor. Mereka telah dipanggil penyidik secara bertahap dan bergiliran. Salah seorang korban, Rusli melalui pengacaranya Rio Ridhayon mengatakan, kliennya telah di-BAP (berita acara pemeriksaan) pada Senin (17/9) hingga Selasa (18/9) lalu. 

 Rusli merupakan korban yang menelan biaya paling banyak, yakni Rp 4 miliar. Ia yang telah melapor sejak Juni lalu baru diperiksa penyidik beberapa hari lalu. Meski terbilang sangat lamban, Rio mengapresiasi kinerja kepolisian yang mulai serius menindaklanjuti kasus ATM.

“Dia (Rusli) baru diperiksa, dua hari pemeriksaannya. Ditanyakan semua perihal laporan yang kita masukin sejak tiga bulan lalu. Artinya meskipun baru sekarang diperiksa, tapi kita apresiasi lah pihak kepolisian. Berarti sudah mulai serius ditangani,” kata Rio.

Rio mengaku, pihaknya menuntut Direktur ATM Hamzah Husain untuk dihukum seberat-beratnya, lantaran telah melakukan penipuan terhadap ribuan jemaah yang membuat korbannya mengalami kerugian materiel maupun moril. Termasuk kliennya sendiri yang telah menyetor uqng [besar Rp 4 miliar untuk memberatkan 340 jemaahnya, dengan cara mem-booking satu pesawat pada bulan Ramadan lalu melalui ATM. Namun Hamzah rupanya tidak menepati janji. Hingga kini tak kunjung diberangkatkan, bahkan seolah hilang kabar.


“Ya, kita maunya dia itu dihukum maksimal. Sebab, kalau disuruh ganti rugi, pasti tidak sanggup. Jadi kalau soal ganti rugi, kita sudah pesimis dia bisa ngembalikan semua. Makanya lebih baik dia dihukum maksimal,” tegas dia.

Rio juga menyebutkan, saat pemeriksaan penyidik mengatakan telah mendata sejumlah aset milik Hamzah, guna menggantikan kerugian para jemaah tersebut. Aset tersebut bermacam-macam. Mulai dari mobil, rumah hingga tanah. Namun hal itu tetap dirasa tidak akan mampu mengganti kerugian ribuan jemaah yang telah menuntut ganti ruginya.

“Setahu saya dia itu ada tanahnya, rumahnya, itu pun bukan atas namanya tapi orangtuanya. Lalu, kalau mobil memang ada banyak dia. Tapi kalau itu ditotal sepertinya belum cukup. Makanya kita minta tuntutan maksimal,” bebernya.

Namun bukan berarti pihaknya merelakan kerugian yang telah dialami meskipun nantinya Hamzah akan ditindak. Menurut Rio, total kerugian yang dialami kliennya tersebut juga merupakan tujuan utama agar Hamzah mau mengembalikannya. Namun melihat dari jumlah aset yang tidak cukup menggantikan kerugiannya serta jemaah ini, pihaknya siap bila jumlah ganti rugi tidak sampai sepenuhnya digantikan. Hanya saja hukuman harus tetap berlaku. Bahkan, pihaknya meminta penyidik agar menelusuri juga pencciaVdana yang terjadi di dalam kasni.

“Ya, berapa aja sih kalau memang ada, ya kita terima. Tapi hukum tetap berjalan. Kita mau dia ditindak. Saya juga minta agar pencucian uangnya ditelusuri, sebab ke mana coba dana-dana yang masuk itu. Tolong itu juga diselidiki,” bebernya.

Korban lain, Rosliana juga mengakui bahwa dirinya telah diperiksa penyidik, namun lebih dulu dibandingkan dengan Rusli. Rosliana mengaku sejak Agustus lalu dirinya dimintai keterangan penyidik. Sehingga dirinya berharap kasus ini segera tuntas dan Hamzah bisa segera ditindak.

“Iya, saya Agustus diperiksanya. Ya, soal itu aja, nggak tahu kalau yang lainnya,” ungkapnya.

Sejauh ini penyidik telah bergerak menangani kasus ini. Baru-baru ini kantor ATM di Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang, telah disegel dengan dipasangi garis polisi. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 09:14

BOCAH DUA TAHUN TEWAS SEKETIKA

BALIKPAPAN - Operasi Zebra Mahakam 2018 baru saja selesai dilaksanakan. Razia serentak terhadap pengendara…

Minggu, 18 November 2018 09:01

Mayoritas Pelanggar Anak-Anak

BALIKPAPAN - Hasil Operasi Zebra Mahakam 2018 yang berakhir pada 12 November lalu, menyisakan sejumlah…

Sabtu, 17 November 2018 01:03

Dua Hari, Lima Motor Melayang

BALIKPAPAN   -   Kejahatan di Kota Beriman, terutama pencurian kendaraan bermotor…

Sabtu, 17 November 2018 01:01

Libatkan Amunisi “Asing”

DUEL  timnas melawan Thailand bakal melibatkan pemain “asing”. Ya, kedua tim sama-sama…

Sabtu, 17 November 2018 00:59

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun

BALIKPAPAN   -  Selalu waspada dalam berkendara, sebab ancaman lakalantas memang selalu…

Sabtu, 17 November 2018 00:56

Kapolres: Gunakan Pengaman Ganda

BALIKPAPAN   -  Akhir-akhir ini tindak pencurian sepeda motor (curanmor) sering terjadi di…

Sabtu, 17 November 2018 00:55

Tiga Tersangka Sabu Ngaku Cuma Disuruh

BALIKPAPAN   -  Sederet pengungkapan narkoba jenis sabu yang dilakukan anggota Satuan…

Jumat, 16 November 2018 08:18

ALAMAKKK...!! Sejoli ABG "Kuda-Kudaan" di Kolong Jembatan

BALIKPAPAN   -   Miris, kata itu yang dilontarkan sebagian warga Balikpapan saat…

Jumat, 16 November 2018 08:13

Personel Dishub Terbatas

BALIKPAPAN  -   Permasalahan kendaraan berat yang acapkali melanggar peraturan wali kota…

Jumat, 16 November 2018 08:11

Bawa Delapan Tahanan, Mobil Polisi Nyungsep

BALIKPAPAN  -  Pengendara lalu lintas poros Balikpapan-Samarinda Km 37 mendadak terheran-heran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .