MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 10 Oktober 2018 07:51
Viral, Paspampres Larang Pose Dua Jari di Depan Jokowi
MOMENT: Video mahasiswa mengenakan almamaternya dilarang paspampers karena mengacungkan dua jari saat akan berfoto bersama Presiden Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose 2 jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberi penjelasan.

Dalam video yang viral, Jokowi tampak dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto. Dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan 2 jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose 2 jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres petahana dengan nomor urut 01. Sedangkan lawannya, yaitu Prabowo Subianto, memiliki nomor urut 02.

Suhartono mengatakan video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

"Berbagai teriakan itu, antara lain 'lanjutkan...' sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang 'Pak Jokowi dua periode, Pak... !' sembari mengacungkan dua jarinya," kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

"Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, 'Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,'" jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 07:45

Kemendagri Tegas Membantah

JAKARTA  –  Kapuspen Kemendagri Bahtiar memastikan tak ada data penduduk…

Kamis, 13 Desember 2018 07:44

DPT Paser Bertambah 12 Ribu Pemilih

TANA PASER  –   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser…

Kamis, 13 Desember 2018 07:43

Nyalla Sesumbar Potong Leher, Gerindra Ungkit Kuping Ruhut

JAKARTA   -  Mantan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)…

Rabu, 12 Desember 2018 07:40

Bawaslu Investigasi Dugaan Perusakan Baliho Caleg

PENAJAM   -   Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Penajam…

Rabu, 12 Desember 2018 07:39

Pemilu 2019, Jumlah TPS di Paser Bertambah 219

TANA PASER  –   Jumlah TPS pada Pemilu 2019, di Kabupaten…

Rabu, 12 Desember 2018 07:38

Pendidikan Antikorupsi Harus Segera Diterapkan

JAKARTA   –   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (11/12) melakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:38

Pendidikan Antikorupsi Harus Segera Diterapkan

JAKARTA   –   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (11/12) melakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:37

Sambutan Kawan dan Lawan Jelang Ahok Bebas

JAKARTA   -  Kabar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:39

Rekomendasi KPK: 50 Persen Dana Parpol Dipasok APBN

JAKARTA   -  Wacana mengenai pentingnya partai politik mendapatkan bantuan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:37

Banpol Sudah Lebih Dulu Naik

BANJARMASIN  -   Pemprov Kalsel  sejak awal tahun tadi ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .