MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 10 Oktober 2018 07:51
Viral, Paspampres Larang Pose Dua Jari di Depan Jokowi
MOMENT: Video mahasiswa mengenakan almamaternya dilarang paspampers karena mengacungkan dua jari saat akan berfoto bersama Presiden Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose 2 jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberi penjelasan.

Dalam video yang viral, Jokowi tampak dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto. Dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan 2 jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose 2 jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres petahana dengan nomor urut 01. Sedangkan lawannya, yaitu Prabowo Subianto, memiliki nomor urut 02.

Suhartono mengatakan video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

"Berbagai teriakan itu, antara lain 'lanjutkan...' sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang 'Pak Jokowi dua periode, Pak... !' sembari mengacungkan dua jarinya," kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

"Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, 'Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,'" jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:52

Dapil Penajam, Gerindra Berpeluang Dapat Dua Kursi

PENAJAM- Pemilihan legislatif (Pileg) untuk DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara…

Kamis, 18 April 2019 13:23

TPS 51 Sumber Rejo Sajikan Bakso Bagi Pemilih

BALIKPAPAN-Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu Rabu 17 April 2019,…

Senin, 15 April 2019 11:43

Kodam VI/Mlw Siapkan Helikopter Bell

BALIKPAPAN- Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto, totalitas dalam mendukung suksesnya…

Sabtu, 13 April 2019 10:36

Dikawal Aparat, Logistik Pemilu Tiba di Kelurahan

BALIKPAPAN-Pendistribusian logistik pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 akhirnya tiba di…

Sabtu, 13 April 2019 10:35

Kenapa Ini? 16 TPS Dapat Pengamanan Khusus

PENAJAM - Polres Penajam Paser Utara (PPU) mulai menempatkan personel…

Jumat, 12 April 2019 11:24

Sudah 90 Persen, Logistik Siap Didistribusikan

BALIKPAPAN-Sebanyak 2.055 lembar template untuk pemilih tunanetra telah tiba di…

Jumat, 12 April 2019 11:23

Hari Ini, Logistik Pemilu Tiba di Kelurahan

BALIKPAPAN - Pendistribusian logistik pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 dipastikan…

Kamis, 11 April 2019 11:22

Bawaslu Latih 11.323 Saksi Parpol

BALIKPAPAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Balikpapan mengadakan pelatihan saksi…

Kamis, 11 April 2019 11:20

17 April, Disdukcapil Buka Pelayanan E-KTP

BALIKPAPAN-Untuk menyukseskan pemilu yang akan digelar pada Rabu (17/4) nanti,…

Kamis, 11 April 2019 11:19

Fraksi Demokrat dan Golkar Dukung Kenaikan Insentif RT

PENAJAM - Fraksi Demokrat dan Golkar DPRD Penajam Paser Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*