MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 10 Oktober 2018 07:51
Viral, Paspampres Larang Pose Dua Jari di Depan Jokowi
MOMENT: Video mahasiswa mengenakan almamaternya dilarang paspampers karena mengacungkan dua jari saat akan berfoto bersama Presiden Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose 2 jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberi penjelasan.

Dalam video yang viral, Jokowi tampak dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto. Dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan 2 jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose 2 jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres petahana dengan nomor urut 01. Sedangkan lawannya, yaitu Prabowo Subianto, memiliki nomor urut 02.

Suhartono mengatakan video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

"Berbagai teriakan itu, antara lain 'lanjutkan...' sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang 'Pak Jokowi dua periode, Pak... !' sembari mengacungkan dua jarinya," kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

"Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, 'Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,'" jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:16

KPU Ingin Regulasi APK Lebih Sederhana

BALIKPAPAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan bersama Badan Pengawas Pemilu…

Sabtu, 13 Juli 2019 10:45

Jadikan Kota Madinatul Iman Seutuhnya

Genderang perebutan kursi pimpinan di Balikpapan sudah dimulai. Beberapa tokoh…

Jumat, 12 Juli 2019 10:27

Siap Maju jika NU dan PKB Mendukung

TANA PASER – Dari sekian banyak tokoh dan figur yang…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Calon Pemimpin Idealnya Politikus-Profesional

BALIKPAPAN– Kota Balikpapan tidak memiliki banyak figur yang berpotensi menjadi…

Rabu, 10 Juli 2019 10:53

Ajang Pertarungan Visi dan Misi

BALIKPAPAN- Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Balikpapan tinggal menunggu waktu.…

Selasa, 09 Juli 2019 10:31

Balikpapan Butuh Pemimpin yang Peduli Rakyat

BALIKPAPAN-   Tahun 2020 pesta demokrasi akan terlaksana di Balikpapan.  Masyarakat…

Senin, 08 Juli 2019 10:14

Tunggu SK DPP, Golkar Balikpapan Solid Dukung Rahmad Mas’ud

BALIKPAPAN – Meski suara pengurus dan kader Golkar Balikpapan solid…

Jumat, 05 Juli 2019 10:48

PKB Fokus Siapkan Pimpinan DPRD Paser

TANA PASER – Jika sejumlah partai politik (parpol) lain di…

Rabu, 03 Juli 2019 11:36

Besok, KPU PPU Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih

PENAJAM- KPU Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar pleno penetapan…

Selasa, 02 Juli 2019 10:02

Penetapan Caleg, KPU Paser Tunggu List MK

TANA PASER–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser menunggu keputusan Mahkamah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*