MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 10 Oktober 2018 07:51
Viral, Paspampres Larang Pose Dua Jari di Depan Jokowi
MOMENT: Video mahasiswa mengenakan almamaternya dilarang paspampers karena mengacungkan dua jari saat akan berfoto bersama Presiden Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose 2 jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberi penjelasan.

Dalam video yang viral, Jokowi tampak dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto. Dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan 2 jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose 2 jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres petahana dengan nomor urut 01. Sedangkan lawannya, yaitu Prabowo Subianto, memiliki nomor urut 02.

Suhartono mengatakan video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

"Berbagai teriakan itu, antara lain 'lanjutkan...' sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang 'Pak Jokowi dua periode, Pak... !' sembari mengacungkan dua jarinya," kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

"Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, 'Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,'" jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 Januari 2019 07:56

KPU Coret Satu Caleg Dapil Sepaku

PENAJAM  -  KPU Penajam Pasar Utara  (PPU) resmi mencoret satu…

Selasa, 29 Januari 2019 07:55

Lima Partai Pilihan Generasi Milenial

JAKARTA   -  Survei yang dilakukan Center for Political Communication…

Selasa, 29 Januari 2019 07:54

Bawaslu Tentukan Status Laporan Jokowi Langgar Kampanye 7 Februari

JAKARTA   -  Bawaslu DKI Jakarta segera memutuskan status laporan…

Selasa, 29 Januari 2019 07:53

DPR Cecar KPK, soal Wacana Caleg Laporkan LHKPN Sebelum Dilantik

JAKARTA  -  KPK membuka wacana pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Senin, 28 Januari 2019 07:56

Garbi Tegaskan Netral pada Pemilu 2019

BALIKPAPAN   -  Gerakkan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kaltim menyatakan…

Senin, 28 Januari 2019 07:54

Butuh Kedewasaan dalam Berpolitik

BALIKPAPAN  -  Partai Gerindra terus melakukan konsolidasi secara internal guna…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:33

Bawaslu Gugurkan Satu Caleg Partai Hanura

PENAJAM  -  Harapan Abd Rahman, calon anggota DPRD Penajam Paser…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:32

Abd Rahman Tak Permasalahkan Dicoret dari Caleg

PENAJAM  -  Calon anggota DPRD Penajam Pasar Utara (PPU) daerah…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:31

Fahri Ajukan Eksekusi Rp 30 Miliar

JAKARTA  – Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pemecatan Fahri…

Jumat, 25 Januari 2019 07:58

Nasib Caleg Dapil Sepaku Ditentukan Hari Ini

PENAJAM  -  Nasib satu calon anggota legislative (caleg) Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*