MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 10 Oktober 2018 07:51
Viral, Paspampres Larang Pose Dua Jari di Depan Jokowi
MOMENT: Video mahasiswa mengenakan almamaternya dilarang paspampers karena mengacungkan dua jari saat akan berfoto bersama Presiden Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose 2 jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberi penjelasan.

Dalam video yang viral, Jokowi tampak dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto. Dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan 2 jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose 2 jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres petahana dengan nomor urut 01. Sedangkan lawannya, yaitu Prabowo Subianto, memiliki nomor urut 02.

Suhartono mengatakan video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

"Berbagai teriakan itu, antara lain 'lanjutkan...' sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang 'Pak Jokowi dua periode, Pak... !' sembari mengacungkan dua jarinya," kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

"Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, 'Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,'" jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

"Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik," ungkap Suhartono.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 07:48

PKS Bersihkan Loyalis Anis Matta

JAKARTA   -  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merombak struktur kepengurusan di sejumlah DPW,…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:45

Aturan Bawaslu Dikangkangi Caleg

MATARAM  -  Pemasangan alat peraga kampanye (APK) sudah banyak dilakukan peserta pemilu. Tidak…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:11

MPR : Jangan Pilih Caleg Hamburkan Uang Saat Kampanye

KUTAI KARTANEGARA   -  Wakil Ketua MPR, Mahyudin, menyebut biaya politik yang besar saat kampanye…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:09

Rindu Swasembada Pangan Era Pak Harto

 JAKARTA  -  Sebagian masyarakat ada yang rindu sosok Presiden ke-2 Indonesia H Muhammad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Lima Mantan Koruptor Segera Masuk Daftar Caleg DPD

JAKARTA   - Bawaslu mendesak KPU agar kembali memasukan lima orang mantan narapidana korupsi ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Bamsoet Sebut Sistem Politik Indonesia Miliki Kekhasan

JAKARTA  -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai sistem politik di Indonesia mempunyai…

Senin, 15 Oktober 2018 08:00

Demokrat PPU Target Tujuh Kursi

PENAJAM  - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

24 Ribu DPT Dihapus

PALANGKA RAYA  -  Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang semula sebanyak 1.737.267 dikurangi menjadi…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

Politikus Gerindra Sarankan Jokowi Minta Maaf

JAKARTA  - Politikus Partai Gerindra Heri Gunawan melihat ada tiga persoalan akut di internal pemerintah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:01

Jokowi Dinilai Plin Plan

Kabar ditundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM, setelah sebelumnya mengumumkan kenaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .