MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 11 Oktober 2018 07:47
Geber Sosialisasi Empat Pilar di Era Globalisasi
PENTINGNYA KEBANGSAAN: Sosialisasi empat pilar MPR RI berlangsung di beberapa tempat di wilayah Kabupaten PPU dengan pembicara tunggal Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin.

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menjadi pembicara dalam acara sosialisasi empat pilar MPR RI yang berlangsung di Kantor Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU,  Rabu (10/10).

Sosialisasi ini merupakan  rangkaian kunjungan kerjanya di Kaltim setelah sehari sebelumnya melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Paser. Mahyudin juga didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten PPU, H Suhardi yang mewakili Bupati H Abdul Gafur Masud (AGM). Dihari yang sama setelah kegiatan ini di Babulu, sosialisasi Empat Pilar MPR RI juga digelar di Desa Telemoi, Sepaku.

Dihadapan ratusan peserta sosialisasi yang terdiri dari kalangan pelajar, kepala desa dan masyarakat ini, Mahyudin mengatakan, sosialisasi empat pilar MPR RI dilaksanakan karena pemerintah melihat saat ini ada tantangan kebangsaan yang terjadi di era globalisasi, di mana tantangan  kebangsaan semakin kuat.

Hal itu terjadi, kata Mahyudin, di antaranya karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut, serta adanya pengamalan terhadap ajaran agama  yang keliru dan sempit yang akan menimbulkan berbagai paham radikal dan kerap menjadi teroris.

“Pemahaman sempit inilah pada akhirnya menimbulkan aksi terorisme yang bukan hanya merugikan diri sendiri, juga merugikan bangsa dengan munculnya korban jiwa ketakutan serta rasa tidak aman," katanya.

            Diungkapkan Mahyudin, terutama muncul pasca reformasi bergulir di mana Pancasila seperti ditinggalkan bahkan kurikulum sekolah menghilangkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), sehingga banyak rakyat terutama generasi muda tidak lagi di-refresh tentang moral Pancasila.

"Berkurangnya pemahaman Pancasila ditambah era keterbukaan, masuklah berbagai pemahaman agama yang sempit dan merasuk ke dalam diri sebagian masyarakat Indonesia yang kebetulan belajar agamanya hanya dari internet bukan dari guru, ulama dan kiai secara langsung. Sehingga banyak salah memahami," paparnya.

Dijelaskannya lagi, dari eksternal, tantangan kebangsaan yang wajib diwaspadai adalah pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antarbangsa yang semakin tajam yang masuk melalui kemajuan teknologi informasi seperti media sosial, internet, game online yang luar biasa tidak terbendung.

"Kemajuan teknologi informasi modern tersebut jika tidak disikapi dengan bijak, maka akan berdampak merusak sendi-sendi kebangsaan Indonesia bahkan pemahaman radikalisme masuk juga melalui teknologi informasi ini," jelas Mahyudin.

Apalagi, imbuh dia, mendekati pilpres 2019 muncul berbagai kabar hoax, fitnah dan adu domba sangat banyak. Pihaknya berpesan tanamkan dalam diri bahwa pilpres adalah pesta demokrasi yang biasa-biasa saja. Pilih sesuai pilihan masing-masing tanpa harus berkelahi antarteman, tetangga dan keluarga. Pilpres 2019 adalah pintu masuk untuk Indonesia maju dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu.(*/pam/rus)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 07:44

Tinggal Tunggu Evaluasi Gubernur

PENAJAM  - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menghadiri sidang…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:40

BKPRMI Wisuda 739 Santri

TANA PASER  -  Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Paser menggelar…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:38

Buldozer Muara Adang Juara Pepara Cup

TANA PASER  – Tim Buldozer dari Desa Muara Adang berhasil menjadi kampiun turnamen sepak…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:36

Genjot Pembayaran PBB, Bapenda Terapkan Sistem Online

TANA PASER  –  Untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan memudahkan para wajib…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:28

Fraksi Gabungan Desak Bupati

PENAJAM  -   Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) dari Fraksi Gabungan (PBB dan PAN) mendesak…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:26

Banyak Penolakan, Progres Vaksinasi MR Masih Jauh dari Target

PENAJAM  - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tinggal memiliki waktu…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:25

99 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

TANA PASER  –  Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Paser periode Januari hingga…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:24

Tak Rekam KTP-el, Data Bakal Diblokir

TANA PASER  –  Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari Kementerian…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:23

BRI Pastikan Migrasi Tak Pakai Batas Waktu

TANA PASER –  BRI Cabang Tanah Grogot membantah isu yang beredar terkait penggantian kartu…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:07

Formasi CPNS Paser Timpang

TANA PASER  –   Meski Kabupaten Paser mendapat kuota sebanyak 177 formasi, namun formasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .