MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Kamis, 11 Oktober 2018 07:54
Polisi Dinilai Berlaku Tidak Fair

Jika Tersangkanya Hanya Ratna Sarumpaet

MINTA KEADILAN: Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid saat menyerahkan laporan terkait sejumlah elite politik yang ditudingnya terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Polda Metro Jaya terus mengusut kasus penyebaran kabar bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Setelah menahan Ratna Sarumpaet, penyidik mulai memeriksa sejumlah saksi.

Salah satunya adalah Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Dia pelapor terhadap Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, dan sejumlah elite politik lain yang dianggap menyebarkan kabar bohong.

"Kami memeriksa yang melaporkan ke Polda Metro. Ada beberapa yang melaporkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (8/10).

Pelapor, kata Argo, diperiksa sebagai saksi karena telah membuat laporan pada Rabu 3 Oktober 2018 lalu.

 

Muannas memenuhi panggilan penyidik dan hadir pada pukul 13.00 WIB di Polda Metro Jaya. Muannas, mengaku dalam pemeriksaan dia membawa bukti seperti video konferensi pers Prabowo di kediamannya.

"Ada screenshot pemberitaan di media online. Kemudian statment mereka di dunia online, media sosial. Jadi itu capture-nya yang kami bawa sebagai bukti. Kayak Twitter dan  lain-lain,” ujar dia.

 Muannas menambahkan, ucapan Prabowo diduga merupakan tindak pidana serta membuat kegaduhan negara ini. Dia berharap kasus ini bisa ditindaklanjuti dengan profesional oleh Polda Metro Jaya.

 "Kan itu (ucapan Prabowo) bagian dari kegaduhan. Jadi kami melihat satu paket, kalau Ratna Sarumpaet doang yang dijadikan tersangka, itu nggak fair. Karena harus sepaket dengan yang memberitakan di media sosial online," tegas

 Diketahui, Cyber Indonesia membuat laporan penyebaran berita bohong soal dugaan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Laporan ini diterima Polda Metro dengan nomor LP/5315/X/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus.

 Adapun yang dilaporkan dalam kasus ini adalah Ratna Sarumpaet, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Koordinator Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak, politikus Partai Gerindra Rachel Maryam, dan Habiburokhman, serta pengurus DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean. Selain itu, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga dilaporkan.

 Para terlapor diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik. Pelapor juga memasukkan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (cuy/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 07:48

PKS Bersihkan Loyalis Anis Matta

JAKARTA   -  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merombak struktur kepengurusan di sejumlah DPW,…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:45

Aturan Bawaslu Dikangkangi Caleg

MATARAM  -  Pemasangan alat peraga kampanye (APK) sudah banyak dilakukan peserta pemilu. Tidak…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:11

MPR : Jangan Pilih Caleg Hamburkan Uang Saat Kampanye

KUTAI KARTANEGARA   -  Wakil Ketua MPR, Mahyudin, menyebut biaya politik yang besar saat kampanye…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:09

Rindu Swasembada Pangan Era Pak Harto

 JAKARTA  -  Sebagian masyarakat ada yang rindu sosok Presiden ke-2 Indonesia H Muhammad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Lima Mantan Koruptor Segera Masuk Daftar Caleg DPD

JAKARTA   - Bawaslu mendesak KPU agar kembali memasukan lima orang mantan narapidana korupsi ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Bamsoet Sebut Sistem Politik Indonesia Miliki Kekhasan

JAKARTA  -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai sistem politik di Indonesia mempunyai…

Senin, 15 Oktober 2018 08:00

Demokrat PPU Target Tujuh Kursi

PENAJAM  - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

24 Ribu DPT Dihapus

PALANGKA RAYA  -  Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang semula sebanyak 1.737.267 dikurangi menjadi…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

Politikus Gerindra Sarankan Jokowi Minta Maaf

JAKARTA  - Politikus Partai Gerindra Heri Gunawan melihat ada tiga persoalan akut di internal pemerintah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:01

Jokowi Dinilai Plin Plan

Kabar ditundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM, setelah sebelumnya mengumumkan kenaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .