MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Oktober 2018 08:06
Kendalikan Jarimu, Saring sebelum Share
DISKUSI PUBLIK: Karo PID Div Humas Polri, Brigjen Pol FFJ Mirah foto bersama peserta diskusi di Ballroom Novotel, kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Di era modern seperti sekarang media sosial (medsos) tak bisa lepas dari kehidupan seseorang. Hal ini juga banyak dimanfaatkan oleh ornag-orang untuk membuat berita bohon atau hoax yang kemudian di sebar luaskan oleh orang-orang yang sudah termakan akan berita tersebut.

Selain berita hoax, konten-konten negatif juga banyak bermunculan di medsos. Oleh karena ini pihak kepolisian bekerja keras untuk terus menangkal berita hoax serta memblokir konten-konten negatif.

 Salah satu cara pencegahannya dengan menggelar diskusi publiK menghadirkan Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kemnkominfo, Dra Mariam F Barata, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Dr Lilik Lukitasari dan Rektor Universitas Balikpapan, Dr Piatur Pangaribuan.

 Kegiatan bertema upaya pencegahan terhadap konten negatif pada era keterbukanaan informasi publik ini berlangsung di Ballroom hotel Novotel, Rabu (10/10) pagi. Kegiatan tersebut dibuka oleh Karo PID Div Humas Polri, Brigjen Pol FFJ Mirah, yang juga dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Kaltim, Kapolres dan humas di wilayah Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, serta pelajar dan mahasiswa dari sejumlah universitas di Balikpapan.

 Menurut Mirah, kegiatan diskusi publik seperti ini merupakan yang ke tujuh di gelar di wilayah Polda Kaltim. Dalam tahun ini saja masih ada lima lokasi lagi yang akan digelar dengan acara yang sama. Usai mengikuti diskusi publik ini diharapkan akan berpengaruh besar khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang hadir.

 "Konten-konten negatif bisa di jauhi, kondisi saat ini belum dapat kami nilai karena baru akan dievaluasi di akhir tahun," terang Mirah.

 Namun, menurut pemantauannya, Kaltim dinilai bagus, kasus penyebaran hoax atau kontem-konten negatif jarang ditemukan. "Karena Kaltim ini tingkat penganggurnanya sedikit orang sibuk bekerja sehingga mungkin waktu untuk bermain denga medsos berkurang," paparnya.

 Dalam sambutannya Mirah juga berpesan "Kendalikan jari-jari mu, saring sebelum share," ucap jendral bintang satu ini. Dia menambahkan jangan malu bertanya jika ada beeita-berita atau konten-konten yang tidak dapat dipastikan mebenarannya.

 "Jika belum ada yang dimengerti bisa tanya ke Kominfo, Kepolisian dan lainnya. Banyak juga yang menanyakan, seperti kemarin akan ada gempa segala macam, padahal itu kejadian tahun berapa dan di daerah mana, jangan langsung main share-sahre saja," ungkapnya.

 Sekarang ini lanjut Mirah, masyarakat harus mengerti setiap kali dia menggunakan medsos jejak digital yang dilakukan maayarakat tidak dapat di hapus, meskipun postinganya sudah di hapus. Di wilayah Jakarta sendiri kegiatan diskusi publik, menangkal hoax dan konten negarif ini sudah mulai ke sekolah-sekolah menengah atas.

 "Kita mengajak apasih yang menjadi pembahas dan mau ditanyakan apa yang menurut pelajar ini polisi belum keterbukaan atau seperti apa. Kebanyakan mereka menanyakan penerimaan anggota Polri apa benar tidak menggunakan rupiah, memang itu benar tidak ada rupiah, percaya atau tidak silahkan," terangnya.

 Masyarakat juga dapat meminta informasi ke pihak PID Humas Polres maupun Polda-Polda melalui akun medsos yang dikelolah oleh meraka. "Kecuali data yang diminta berupa tekhnik penyelidikan dan penyidikan, di luar itu silahkan. Baik itu melalu medsos seperti FB, twiter atau IG atau yang lainnya. Di PID sudah disiapkan,  jika mau membuat laporan sendiri silahkan, kita akan bantu masyarakat," pungkasnya. 

 Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan informasi ini harus terus diberikan kepada humas polri maupun satuan kerja (satker) di luar ke humasan, agar mereka paham sebelum memberikan informasi ke publik.

 "Ada hal-hal yang memang dikecualikan untuk tidak di informssikan ke publik, jangan sampai semua lose akhirnya kontra produktif, itu salah satu tujuan diskusi publik ini," timpal Ade Yaya.

 Selain itu diharapkan kedepan masyarakat khususnya pelajar, maupun mahasiswa dapat sama-sama mengkontrol dan segera melaporkan ketika ada konten-konten negatif maupun penyebaran hoax di medsos. Dari pengamatan Kemenkominfo penyebaran hoax banyak dilakukan oleh kalangan pekerja yang tidak melalukan saring terlebih dahulu dan langsung main share saja ke akun mendsos yang digunakannya. (pri/yud)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:00

Pengedar Narkoba Ditembak

BATANGHARI  –  Seorang pengedar narkoba di Kabupaten Batanghari ditembak anggota Badan…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:58

Guru Silat, Diduga Sodomi Delapan Muridnya

BANYUASIN  –  Petani sekaligus guru silat, M Indra Wahyudi alias Wayan (45), ditangkap…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:57

Ibunya Asyik Main HP, Ngga Tau Kalau Anaknya Dicabuli Tetangga

SURABAYA  -  Suradi harus berurusan dengan polisi. Lelaki 57 tahun itu telah mencabuli Welas…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:56

Toko Aki Dibobol, Rp 31 Juta Raib

MADIUN  –  Keputusan Alfian membuka cabang di Desa Tiron, Madiun, mendapat cobaan. Toko…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:36

Kawasan Jalan Pipa Abepura Tegang

JAYAPUR A  -  Diawali karena sengketa tanah, situasi keamanan di Jalan Pipa Abepura, sejak…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:34

Raffles Cabut Gugatan

BALIKPAPAN  –  Gugatan pra pradilan yang sempat diajukan Raffles Independent School…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:33

Yusril Ajukan Judicial Review

JAKARTA  - Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum guru honorer K2, mengajukan judicial review…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:32

Hamzah Mamba Diteriaki Penipu

MAKASSAR -- Direktur Utama PT Abu Tours, Hamzah Mamba diteriaki penipu. Cacian itu ia terima dalam sidang…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:22

Jambret Maut Dibekuk

SURABAYA   –   Edi Santoso, pelaku penjambretan maut di Jalan Raya Rungkut Industri…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:18

Santriwati Gantung Diri, Ponpes Gempar

MERANGIN   -  Seorang santriwati Pondok Pesantren Syek Maulana Qori Bangko, Mirgawati (17)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .