MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:12
Usut Kaum Sodom di FB, Polres Bentuk Tim Khusus
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Kepolisian terus melakukan penelusuran terkait salah satu grup di Facebook (FB) yang bernama Kumpulan PIN Gay Balikpapan. Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta, sudah membentuk tim khusus untuk melakukan penelusuran terkait grup kaum sodom yang membuat warga Kota Beriman menjadi resah.

 “Untuk laporan resmi belum ada, hanya saja kami tetap melakukan pemeriksaan. Anggota kami sudah menyebar di lapangan, siapa-siapa saja yang terlibat kami mencari biasa tempat ngumpul mereka berada,” terang Wiwin, Rabu (10/10) siang.

 Dia meminta peran serta masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada petugas untuk dapat mengungkap dugaan adanya komunitas gay tersebut. “Untuk hasil pantauan belum ditemukan lokasi khusus. Namun demikian, kami meminta kepada masyarakat jika ada informasi bisa disampaikan ke kami,” ujarnya.

 Jika ditemukan adanya komunitas gay tersebut, lanjut perwira polisi berpangkat dua bunga di pundak ini, pihaknya tidak akan gegabah untuk melakukan upaya penindakan hukum.

 “Tentu jika terbukti, kita lihat perilaku ini apa perlu pendalaman secara khusus. Perbuatan apa yang dilanggar,” katanya.

 Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana menjelaskan, media sosial merupakan fasilitas publik yang siapa saja dapat mengaksesnya. “Kaitannya dengan medsos memang ‘kan fasilitas publik yang tidak ada filter. Semua orang bisa membuat akun, bisa membuat grup. Sampai sejauh mana memanfaatkan medsos hingga dianggap merugikan orang lain ataupun melanggar hukum, tentu akan dilakukan tindakan,” bebernya.

 Tim Siber Polda Kaltim juga tengah melakukan patroli siber untuk menentukan sejauh mana komunitas tersebut melakukan aktivitas. “Tim Siber melakukan patroli sejauh mana tindakan komunitas itu. Tentu nanti akan dilakukan tindakan. Saya kira kaitannya dengan undang-undang. Ketika ditemukan pelanggaran, kami lakukan tindakan hukum. Ada laporan fakta akan dilakukan tindakan selanjutnya,” tegasnya.

 Sementara itu, praktisi hukum Universitas Balikpapan, Wawan Sanjaya mengatakan, adanya dugaan kegiatan hubungan sesama pria (gay) maupun wanita (lesbi) di Kota Balikpapan memang meresahkan.

 Tindakan hubungan sejenis tersebut merupakan tindakan menyimpang, khususnya dari kebudayaan Indonesia. Menurut Wawan -biasa Wawan Sanjaya disapa, belum ada aturan hukum secara eksplisit terkait tindakan hubungan sesama jenis.

 “Selama ini bagi pelakunya hanya dikenakan sanksi moral saja. Karena tidak ada aturan yang melarang tindakan tersebut secara normatif. Karena delik yang dilarang KUHP hanya homoseksual yang dilakukan terhadap anak-anak di bawah umur, sesuai pasal 292 KUHP. Tidak secara tegas melarang homoseksual yang dilakukan antar orang dewasa,” beber alumnus HMI Cabang Balikpapan ini.

 Lebih jauh dia menguraikan, lain hal jika perilaku menyimpang tersebut ditunjukkan melalui penyebaran foto atau video tidak senonoh yang dilakukan oleh orang yang mengalami penyimpangan seksual tersebut. Maka, tindakan penyebaran foto atau video tidak senonoh dapat dijerat dengan pasal 45 ayat (1) UU 19/2016 yang berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar”.

“Karena belum adanya aturan hukum yang menjangkau terhadap perilaku homoseksual yang dilakukan oleh orang dewasa, maka sebaiknya dilakukan pendekatan preventif saja,” papar dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan.

 Wawan meminta kepada pemerintah dan instansi terkait, perlu dilakukan bimbingan konseling terhadap orang-orang yang mengalami kelainan seksual tersebut. “Selain itu, pendekatan melalui institusi agama juga bisa diterapkan,” tandas dia. (pri/yud/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:14

Sepanjang 2019, di Kota Ini Sudah Tujuh Kali Kebakaran Lahan

BALIKPAPAN -Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:11

KASIHANNYA..!! Kenapa Ini, Puluhan Kucing di Wika Mati

 BALIKPAPAN-Puluhan ekor kucing peliharaan warga Perumahan Wika, RT 9 Cluster…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:09

Tim URC Ciduk “Budak” Sabu

BALIKPAPAN-Seorang penyalahguna narkoba jenis sabu kembali diringkus tim Unit Reaksi…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:05

Manjat, Penghuni Rudenim Berusaha Kabur

BALIKPAPAN-Tujuh warga negara asing (WNA) asal Afganistan yang menghuni Rumah…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:01

Polisi-Dishub Bakal Razia Sopir Angkot

BALIKPAPAN-Tabrak lari di Jalan Soekarno-Hatta, depan Rapak Plaza, pada Rabu…

Jumat, 22 Februari 2019 11:25

Ipong Mulai Jalani Sidang

BALIKPAPAN-Hampir tiga bulan sejak kebakaran yang menewaskan tiga orang di…

Jumat, 22 Februari 2019 11:23

Polisi Masih Lengkapi Berkas

BALIKPAPAN-Penyidik dari Sat Reskrim Polres Balikpapan mengaku masih melengkapi berkas…

Jumat, 22 Februari 2019 11:22

Jual Telur dan Ayam Wajib Ditimbang

BALIKPAPAN - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Balikpapan yang…

Jumat, 22 Februari 2019 11:20

Penyidik Masih Melakukan Pendalaman

BALIKPAPAN – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim, Kombes…

Jumat, 22 Februari 2019 11:18

Diseruduk Angkot, Nenek Pemulung Tewas

BALIKPAPAN –Malang nian nasib yang dialami seorang pemulung lanjut usia,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*