MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:16
Tak Pakai Plakat, Makam Bakal Ditertibkan
ATURAN BARU: TPU Km 11 dipasangi papan pemberitahuan pemasangan plakat pada makam. Aturan ini membingungkan warga, apalagi dengan ancaman sanksi pembongkaran.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Minyak kembali menuai sorotan. Warga yang hendak menguburkan anggota keluarganya tak lagi bisa sembarang memasang kijing makam. Makam yang biasanya dipasangi keramik ataupun pagar kayu saat ini tidak diperbolehkan. Hal ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016, yang melarang pemasangan atap untuk makam. Sanksinya ialah makam akan dibongkar bila tak sesuai.

 Di TPU Km 11 jelas terpasang peringatan agar warga segera mengganti makamnya dengan aturan yang dianjurkan. Namun, rupanya aturan tersebut sempat membuat warga yang menguburkan anggota keluarganya heran, karena baru mengetahuinya. Di spanduk tersebut tertulis “Makam yang tidak sesuai akan dibongkar petugas”. Sontak, tulisan tersebut membuat warga khawatir makam anggota keluarganya tersebut akan dibongkar.

  “Nah, saya baru tahu ada begini. Masa kalau nggak sesuai kayak digambar itu akan dibongkar. Terus bagaimana dengan yang sudah ada sebelumnya? Dibongkar jugakah?” heran Ardi saat memakamkan keluarganya di TPU Km 11, Selasa (9/10) lalu.

 Kepala Bidang Pemakaman dan Taman Disperkim Balikpapan, Hairul Ilmi ketika dikonfirmasi menjelaskan, kebijakan itu memang telah dituangkan dalam perda. Namun bukanlah membongkar makam, melainkan kijing atau atap yang ada di atas makam dan harus menyesuaikan aturan, yakni menggunakan plakat.

 “Ya, bukan makamnya yang dibongkar. Tapi atasnya aja. Kalau di atasnya ada kayu-kayu, kijing dan lainnya itu yang dibongkar. Baru disesuaikan pakai plakat,” kata Hairul saat dihubungi kemarin (10/10).

 Hairul mengimbau warga agar tak khawatir terkait keberadaan makam yang masih belum sesuai itu. Pemasangan plakat itu berlaku kepada mereka yang baru menguburkan anggota keluarganya alias makam baru. Sementara itu bagi makam yang lama dan ingin mengganti dengan memasang plakat, pihaknya menyediakannya secara gratis selama persediaan masih ada.

“Ya, itu bagi makam yang baru harus pakai plakat. Kalau mereka mau, kami kasih gratis selama persediaannya masih ada,” ujarnya.

 Aturan plakatisasi ini memang diadopsi setelah studi banding ke daerah lain yang telah menerapkannya. Tentu saja tujuannya agar TPU terlihat baik dan rapi. Setiap makam yang ada dibuat dengan jarak sekira 50 sentimeter dengan makam lainnya, serta menggunakan plakat sebagai penanda makam. 

 Sistem plakatisasi ini disebut-sebut berlaku di tujuh makam, yakni TPU Km 10, Km 11, Makam Terpadu Km 15, Kariangau, Graha Indah, Telindung dan Lamaru. Bagi masyarakat yang hendak menguburkan keluarganya harus menghubungi petugas makam terlebih dahulu untuk diatur letak makamnya sekaligus pembuatan plakat.

 “Ini di tujuh TPU berlaku untuk yang dimakamkan di lahan baru. Nanti warga diminta hubungi petugas makam untuk diaturkan letaknya, bukan berarti beli. Jadi jangan salah sangka, sebab kami gratiskan selagi persediaannya masih ada,” ungkapnya.

 Diketahui bila pemasangan plakat menggunakan jasa orang lain akan dikenakan tarif sebesar Rp 500 ribu. Disperkim bersedia memasangkan secara gratis, hanya saja pihak keluarga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas makam. Dari situ pihaknya sengaja memasang nomor telepon di spanduk, guna memudahkan warga dan menghindari tudingan adanya pemungutan liar.

 “Itu kalau di luar harganya Rp 500 ribu. Kami kasih gratis selagi persediaan masih ada, jadi laporkan ke petugas makam,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 11:23
Penikam Penjual Gorengan Dicokok Setelah Buron 20 Hari

Ditolak Menggorengkan Tahu, Pria Pemarahan Ini Tikam Tukang Gorengan

BALIKPAPAN-Hanya karena persoalan sepele, pria yang satu ini sampai gelap…

Senin, 17 Juni 2019 11:21

Pencuri Motor Lintas Kota Dibekuk Tim Jatanras Polres

BALIKPAPAN-Setelah bekerja keras, akhirnya tim Jatanras Polres Balikpapan bersama Opsnal…

Senin, 17 Juni 2019 11:20

“The Batman” Ringkus Pencuri Kabel

BALIKPAPAN-Setelah lebih 10 hari melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian kabel…

Senin, 17 Juni 2019 11:18

Bawa Sajam, Tiga Pemuda Ditangkap

BALIKPAPAN-Tiga pemuda diamankan warga lantaran mencurigakan saat mendorong sepeda motor…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:04

Jangan Bonceng Istri Orang, Kalau Nekat Gini Jadinya

BALIKPAPAN-Tak seharusnya permasalahan diselesaikan dengan kekerasan. Karena jika itu terjadi…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:02

Ada Masalah dengan Istri, Pergi dari Rumah, Jambret, Lalu Ditangkap

BALIKPAPAN-Aksi penjambretan yang terjadi pada Rabu (12/6) sekira pukul 20.30…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:59

Dibutakan Cinta, MH Curi Tiga Pasang Sandal

BALIKPAPAN-Inilah akibat jika dibutakan cinta, apa saja dilakukan agar dapat…

Jumat, 14 Juni 2019 10:52

Dua Pembunuh Marco Terancam Hukuman Mati

BALIKPAPAN-Pemeriksaan terhadap dua tersangka pembunuhan sadis yang terjadi pada Rabu…

Jumat, 14 Juni 2019 10:49

Kapolda: Berkat Sinergitas, Kriminalitas Turun

BALIKPAPAN-Konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Mahakam 2019 yang seyogianya dilakukan dengan…

Jumat, 14 Juni 2019 10:47

Saksi Sebut Wewenang KPU Pusat

BALIKPAPAN-Sidang kasus dugaan penyebaran hoax surat suara tercoblos sebanyak tujuh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*