MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:16
Tak Pakai Plakat, Makam Bakal Ditertibkan
ATURAN BARU: TPU Km 11 dipasangi papan pemberitahuan pemasangan plakat pada makam. Aturan ini membingungkan warga, apalagi dengan ancaman sanksi pembongkaran.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Minyak kembali menuai sorotan. Warga yang hendak menguburkan anggota keluarganya tak lagi bisa sembarang memasang kijing makam. Makam yang biasanya dipasangi keramik ataupun pagar kayu saat ini tidak diperbolehkan. Hal ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016, yang melarang pemasangan atap untuk makam. Sanksinya ialah makam akan dibongkar bila tak sesuai.

 Di TPU Km 11 jelas terpasang peringatan agar warga segera mengganti makamnya dengan aturan yang dianjurkan. Namun, rupanya aturan tersebut sempat membuat warga yang menguburkan anggota keluarganya heran, karena baru mengetahuinya. Di spanduk tersebut tertulis “Makam yang tidak sesuai akan dibongkar petugas”. Sontak, tulisan tersebut membuat warga khawatir makam anggota keluarganya tersebut akan dibongkar.

  “Nah, saya baru tahu ada begini. Masa kalau nggak sesuai kayak digambar itu akan dibongkar. Terus bagaimana dengan yang sudah ada sebelumnya? Dibongkar jugakah?” heran Ardi saat memakamkan keluarganya di TPU Km 11, Selasa (9/10) lalu.

 Kepala Bidang Pemakaman dan Taman Disperkim Balikpapan, Hairul Ilmi ketika dikonfirmasi menjelaskan, kebijakan itu memang telah dituangkan dalam perda. Namun bukanlah membongkar makam, melainkan kijing atau atap yang ada di atas makam dan harus menyesuaikan aturan, yakni menggunakan plakat.

 “Ya, bukan makamnya yang dibongkar. Tapi atasnya aja. Kalau di atasnya ada kayu-kayu, kijing dan lainnya itu yang dibongkar. Baru disesuaikan pakai plakat,” kata Hairul saat dihubungi kemarin (10/10).

 Hairul mengimbau warga agar tak khawatir terkait keberadaan makam yang masih belum sesuai itu. Pemasangan plakat itu berlaku kepada mereka yang baru menguburkan anggota keluarganya alias makam baru. Sementara itu bagi makam yang lama dan ingin mengganti dengan memasang plakat, pihaknya menyediakannya secara gratis selama persediaan masih ada.

“Ya, itu bagi makam yang baru harus pakai plakat. Kalau mereka mau, kami kasih gratis selama persediaannya masih ada,” ujarnya.

 Aturan plakatisasi ini memang diadopsi setelah studi banding ke daerah lain yang telah menerapkannya. Tentu saja tujuannya agar TPU terlihat baik dan rapi. Setiap makam yang ada dibuat dengan jarak sekira 50 sentimeter dengan makam lainnya, serta menggunakan plakat sebagai penanda makam. 

 Sistem plakatisasi ini disebut-sebut berlaku di tujuh makam, yakni TPU Km 10, Km 11, Makam Terpadu Km 15, Kariangau, Graha Indah, Telindung dan Lamaru. Bagi masyarakat yang hendak menguburkan keluarganya harus menghubungi petugas makam terlebih dahulu untuk diatur letak makamnya sekaligus pembuatan plakat.

 “Ini di tujuh TPU berlaku untuk yang dimakamkan di lahan baru. Nanti warga diminta hubungi petugas makam untuk diaturkan letaknya, bukan berarti beli. Jadi jangan salah sangka, sebab kami gratiskan selagi persediaannya masih ada,” ungkapnya.

 Diketahui bila pemasangan plakat menggunakan jasa orang lain akan dikenakan tarif sebesar Rp 500 ribu. Disperkim bersedia memasangkan secara gratis, hanya saja pihak keluarga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas makam. Dari situ pihaknya sengaja memasang nomor telepon di spanduk, guna memudahkan warga dan menghindari tudingan adanya pemungutan liar.

 “Itu kalau di luar harganya Rp 500 ribu. Kami kasih gratis selagi persediaan masih ada, jadi laporkan ke petugas makam,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 08:02

Speedboat Topan Ditemukan

BALIKPAPAN   -  Speedboat Topan, korban tewas mengambang di perairan…

Selasa, 11 Desember 2018 08:01

Kembali dari Sulawesi Barat, Pemeran Pria Video Mesum SMP Dibekuk, TUH TAMPANGNYA....

BALIKPAPAN   -  Sempat buron, akhirnya pemeran pria video mesum…

Selasa, 11 Desember 2018 07:58

Curanmor di Karang Joang Meningkat

BALIKPAPAN   -   Beberapa bulan terakhir ini, tindak kriminalitas di…

Selasa, 11 Desember 2018 07:57

Tak Tahu Suami Dibunuh, Istri Korban Ajak Para Pelaku Makan

Sidang lanjutan dengan dua terdakwa, yakni Unang Sudrajat (49) dan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:54

Ditinggal Salat, si Jago Merah Mengamuk

BALIKPAPAN   -  Warga yang berada di seputaran Perumahan Tahu-tempe,…

Senin, 10 Desember 2018 08:07

Amin Ditemukan Tak Bernyawa

BALIKPAPAN  -  Bocah hanyut terseret arus bernama Muhammad Nur Al…

Senin, 10 Desember 2018 08:04

Janji Tak Nakal Lagi, Tapi Amin Sudah Berpulang

BALIKPAPAN   -   Duka mendalam dirasakan oleh orangtua Muhammad Nur Al…

Senin, 10 Desember 2018 08:00

Speedboat Hilang, Topan Tewas Mengambang

BALIKPAPAN  -  Kawasan Kampung Baru Ujung, tepatnya di Pelabuhan ITCI,…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Mau Ngeseks, Tepergok Petugas

BALIKPAPAN  -  Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian korban hanyut…

Senin, 10 Desember 2018 07:54

TNI Kuasai Tiga Distrik di Nduga

PERSONEL   gabungan TNI-Polri berhasil menguasai tiga distrik di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .