MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:16
Tak Pakai Plakat, Makam Bakal Ditertibkan
ATURAN BARU: TPU Km 11 dipasangi papan pemberitahuan pemasangan plakat pada makam. Aturan ini membingungkan warga, apalagi dengan ancaman sanksi pembongkaran.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Minyak kembali menuai sorotan. Warga yang hendak menguburkan anggota keluarganya tak lagi bisa sembarang memasang kijing makam. Makam yang biasanya dipasangi keramik ataupun pagar kayu saat ini tidak diperbolehkan. Hal ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016, yang melarang pemasangan atap untuk makam. Sanksinya ialah makam akan dibongkar bila tak sesuai.

 Di TPU Km 11 jelas terpasang peringatan agar warga segera mengganti makamnya dengan aturan yang dianjurkan. Namun, rupanya aturan tersebut sempat membuat warga yang menguburkan anggota keluarganya heran, karena baru mengetahuinya. Di spanduk tersebut tertulis “Makam yang tidak sesuai akan dibongkar petugas”. Sontak, tulisan tersebut membuat warga khawatir makam anggota keluarganya tersebut akan dibongkar.

  “Nah, saya baru tahu ada begini. Masa kalau nggak sesuai kayak digambar itu akan dibongkar. Terus bagaimana dengan yang sudah ada sebelumnya? Dibongkar jugakah?” heran Ardi saat memakamkan keluarganya di TPU Km 11, Selasa (9/10) lalu.

 Kepala Bidang Pemakaman dan Taman Disperkim Balikpapan, Hairul Ilmi ketika dikonfirmasi menjelaskan, kebijakan itu memang telah dituangkan dalam perda. Namun bukanlah membongkar makam, melainkan kijing atau atap yang ada di atas makam dan harus menyesuaikan aturan, yakni menggunakan plakat.

 “Ya, bukan makamnya yang dibongkar. Tapi atasnya aja. Kalau di atasnya ada kayu-kayu, kijing dan lainnya itu yang dibongkar. Baru disesuaikan pakai plakat,” kata Hairul saat dihubungi kemarin (10/10).

 Hairul mengimbau warga agar tak khawatir terkait keberadaan makam yang masih belum sesuai itu. Pemasangan plakat itu berlaku kepada mereka yang baru menguburkan anggota keluarganya alias makam baru. Sementara itu bagi makam yang lama dan ingin mengganti dengan memasang plakat, pihaknya menyediakannya secara gratis selama persediaan masih ada.

“Ya, itu bagi makam yang baru harus pakai plakat. Kalau mereka mau, kami kasih gratis selama persediaannya masih ada,” ujarnya.

 Aturan plakatisasi ini memang diadopsi setelah studi banding ke daerah lain yang telah menerapkannya. Tentu saja tujuannya agar TPU terlihat baik dan rapi. Setiap makam yang ada dibuat dengan jarak sekira 50 sentimeter dengan makam lainnya, serta menggunakan plakat sebagai penanda makam. 

 Sistem plakatisasi ini disebut-sebut berlaku di tujuh makam, yakni TPU Km 10, Km 11, Makam Terpadu Km 15, Kariangau, Graha Indah, Telindung dan Lamaru. Bagi masyarakat yang hendak menguburkan keluarganya harus menghubungi petugas makam terlebih dahulu untuk diatur letak makamnya sekaligus pembuatan plakat.

 “Ini di tujuh TPU berlaku untuk yang dimakamkan di lahan baru. Nanti warga diminta hubungi petugas makam untuk diaturkan letaknya, bukan berarti beli. Jadi jangan salah sangka, sebab kami gratiskan selagi persediaannya masih ada,” ungkapnya.

 Diketahui bila pemasangan plakat menggunakan jasa orang lain akan dikenakan tarif sebesar Rp 500 ribu. Disperkim bersedia memasangkan secara gratis, hanya saja pihak keluarga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas makam. Dari situ pihaknya sengaja memasang nomor telepon di spanduk, guna memudahkan warga dan menghindari tudingan adanya pemungutan liar.

 “Itu kalau di luar harganya Rp 500 ribu. Kami kasih gratis selagi persediaan masih ada, jadi laporkan ke petugas makam,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:11

KASIHANNYA..!! Kenapa Ini, Puluhan Kucing di Wika Mati

 BALIKPAPAN-Puluhan ekor kucing peliharaan warga Perumahan Wika, RT 9 Cluster…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:09

Tim URC Ciduk “Budak” Sabu

BALIKPAPAN-Seorang penyalahguna narkoba jenis sabu kembali diringkus tim Unit Reaksi…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:05

Manjat, Penghuni Rudenim Berusaha Kabur

BALIKPAPAN-Tujuh warga negara asing (WNA) asal Afganistan yang menghuni Rumah…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:01

Polisi-Dishub Bakal Razia Sopir Angkot

BALIKPAPAN-Tabrak lari di Jalan Soekarno-Hatta, depan Rapak Plaza, pada Rabu…

Jumat, 22 Februari 2019 11:25

Ipong Mulai Jalani Sidang

BALIKPAPAN-Hampir tiga bulan sejak kebakaran yang menewaskan tiga orang di…

Jumat, 22 Februari 2019 11:23

Polisi Masih Lengkapi Berkas

BALIKPAPAN-Penyidik dari Sat Reskrim Polres Balikpapan mengaku masih melengkapi berkas…

Jumat, 22 Februari 2019 11:22

Jual Telur dan Ayam Wajib Ditimbang

BALIKPAPAN - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Balikpapan yang…

Jumat, 22 Februari 2019 11:20

Penyidik Masih Melakukan Pendalaman

BALIKPAPAN – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim, Kombes…

Jumat, 22 Februari 2019 11:18

Diseruduk Angkot, Nenek Pemulung Tewas

BALIKPAPAN –Malang nian nasib yang dialami seorang pemulung lanjut usia,…

Jumat, 22 Februari 2019 11:13
Kasus Tilang “Cabai” sampai ke Kapolri

Dua Oknum Polisi Dibebastugaskan

"Sudah kami temui pihak sopir di rumahnya, di Kukar. Sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*