MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Kamis, 11 Oktober 2018 08:38
Anak-Anak Korban Gempa Ingin Bersekolah
RIANG: Anak-anak korban gempa dan tsunami yang berada di pengungsian Embarkasi Haji Batakan, tampak begitu gembira bermain di areal pengungsian. Tak hanya bermain, mereka juga belajar dan mendengarkan dongeng.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, Sigi, mengakibatkan banyaknya anak-anak yang terhenti sementara pendidikannya akibat sekolahnya yang luluh lantak akibat gempa. Mereka juga kehilangan teman bermain. Seperti yang dialami anak-anak di pengungsian Embarkasi Haji Balikpapan. Dari pantauan awak Balikpapan Pos, terlihat anak-anak sangat senang menikmati permainan yang ada di kick corner.

Psikolog Liya mengatakan, untuk di areal permainan, anak-anak mulai dari bayi hingga usia sekolah jumlahnya terus bertambah. “Kalau untuk anak-anak terus bertambah, dan belum tahu jumlahnya. Karena ada yang baru datang. Jadi, datanya belum tahu pasti detailnya,” kata Liya saat diwawancara Balikpapan Pos, Selasa (9/10) lalu.

Liya menambahkan, ketika datang Sabtu (6/10) lalu, belum terdapat alat penunjang bermain untuk anak-anak, mainan, dan sebagainya. Dan sejak Senin (8/7) lalu, sudah mulai terdapat tempat areal bermain dan sarana pendukung untuk bermain.

“Dan Senin lalu sudah ada sarana untuk bermain. Alhamdulillah, banyak bantuan dari donatur. Dan telah ada jadwal program untuk anak-anak,” sambung Liya.

Liya merasa sedih melihat anak-anak di tempat pengungsian, karena sekolah mereka untuk menuntut ilmu telah hancur. Makanya di areal bermain ini, juga ada materi yang sifatnya edukasi.

“Anak-anak banyak yang bertanya  kapan sekolah lagi,” ucap Liya menirukan suara salah satu anak dari korban bencana gempa dan tsunami.

Sementara itu, untuk kegiatan di areal bermain itu, dilakukan setiap hari. Dan program yang disediakan telah ditentukan jadwalnya. Misal anak-anak bangun pagi, bagi yang muslim melakukan salat subuh terlebih dahulu, bantu orangtua merapikan tempat tidur, mandi, lalu sarapan.

“Dan pagi hari pukul 09.00 sampai 12.00 Wita, kami kuatkan materi pembelajaran dan bermain bebas. Setelah itu, salat Dzuhur, dan wajib tidur siang. Selepas asar, anak-anak mandi dan dilanjutkan bermain hingga menjelang maghrib dengan diakhiri cerita dongeng,” tandasnya.

Selain itu, alasan lain Liya menekankan bermain mulai sore dan dilanjutkan dengan cerita dongeng. Yaitu agar mengalihkan memori anak-anak akan kejadian bencana yang telah dialami.

“Kalau sore penekannya lebih pada dongeng. Kami mencoba mengalihkan memori dari bencana yang mereka alami,” ujarnya.

Disebutkan, pemilihan areal bermain anak yang terpisah dari tempat tidur, agar anak-anak tak merasa mendapatkan musibah dan kesan pergi belajar ke suatu tempat. “Kami sengaja buat konsep terpisah dari tempat mereka tidur. Supaya kesannya itu mereka berangkat ke suatu tempat untuk belajar, dan waktunya tiba pulang kembali ke tempat mereka,” pungkasnya. (m-1/cal)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:44

Anak-Anak Korban Gempa Tegar dan Kuat

BALIKPAPAN  -  Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi 28 September…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:42

Kelurahan Minta Kontraktor Berkoordinasi

BALIKPAPAN  -  Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui pemenang proyek menindaklanjuti permasalahan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:42

Tirta Dewi: Sebaiknya Dilakukan Pendataan Dulu

BALIKPAPAN  -  Adanya masyarakat Kota Balikpapan yang ingin membantu para pengungsi korban…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:41

Manhole Hilang, Warga Apresiasi Gerak Cepat UPT DPU

BALIKPAPAN  - Hilangnya penutup drainase yang terbuat dari besi atau manhole di Jalan Pierre Tendean…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:40

Dipasang Dekat Kantor Kelurahan, Spanduk Caleg Minta Ditertibkan

BALIKPAPAN  -  Musim kampanye di Kota Balikpapan mulai terasa, terbukti dengan semakin banyaknya…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Ibu-Ibu RT 45 Karang Rejo Perbaiki Drainase secara Swadaya

BALIKPAPAN  -  Kalau biasanya pekerjaan perbaikan dan pembangunan dikerjakan oleh pria, beda…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:38

Mengantisipasi Banjir di Gunung Sari Ulu

BALIKPAPAN –  Perbaikan drainase yang mulai di kerjakan di Jalan S Parman guna mengantisipasi…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:37

Peninjauan Pengaspalan dan Peninggian Badan Jalan

BALIKPAPAN  –  Dalam proses pengerjaan untuk pengaspalan dan peninggian badan jalan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:37

Berjalan Kaki, Jelajahi Nusantara

BALIKPAPAN  - Meski hidup dalam kesederhanaan tidak menyurutkan langkah  Mukti (45) untuk…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:46

Warga Siap Beri Pekerjaan buat Korban Gempa

BALIKPAPAN  -   Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .