MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 12 Oktober 2018 08:06
Awas! LGBT Sudah Jadi Gaya Hidup

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Seorang psikolog di Kota Minyak, Patria Rahmawaty menilai fenomena lesbi, gay, biseks, dan transgender (LGBT) ibarat gunung es. Hanya sedikit yang mampu terlihat, tetapi sebenarnya telah banyak anggotanya. Bahkan, mereka membentuk komunitas-komunitas antar sesamanya.

 “Karena ini sepertinya bukan lagi seperti kelainan seksual, tapi sudah seperti gaya hidup akibat dari pergaulan bebas,” ujar perempuan yang akrab disapa Patria ini, kemarin (11/10).

 Terlebih lagi, LGBT bukan termasuk masalah kejiwaan. Sebenarnya untuk beberapa negara sudah ada yang mendukung komunitas ini, bahkan mereka mendukung akan pernikahan sejenis. Namun, di Indonesia sifatnya masih tertutup.

 “Kalau tidak salah, ada 22 negara yang mendukung. Di antaranya Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada,” sebut dia.

 Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat tentang religitas, budaya bangsa, serta norma-norma masyarakat yang bertindak sebagai filter. Karena perilaku ini bukanlah hal positif, terlebih bagi proses pendidikan dan karakter anak bangsa.

 “Ini perilaku hedonisme yang melanggar aturan agama maupun norma-norma kesusilaan di masyarakat. Mereka bukan semata-mata karena genetika atau hormonal, tapi adanya perilaku yang menyimpang dalam pola pergaulan yang salah,” ulas Patria.

 Menurutnya, banyak faktor penyebab yang membuat mereka menjadi LGBT. Faktor keluarga menjadi salah satu pencetus, karena penerimaan dari keluarga yang tidak sesuai. Contohnya, orangtua menginginkan anak perempuan tapi dapatnya anak laki-laki. Kemudian dalam kehidupan sehari-hari diperlukan seperti perempuan, mulai pakaian dan pola permainannya. Hal ini yang dapat membuat anak akan terjerumus ke dalam komunitas ini.

 Selain itu, faktor lingkungan juga dapat memengaruhi. Biasanya salah satu teman mereka menjadi member atau ikut dalam komunitas LGBT tersebut, secara otomatis anak itu akan terikut arus dan masuk dalam komunitas menyimpang ini.

 “Karena pasti akan mulai mengenalkan tentang dunia LGBT, terutama apabila anak menemukan kenikmatan atau kesesuaian dalam pola pergaulan. Awalnya anak bukan penganut LGBT, namun apabila terus-terusan berada dalam lingkungan seperti itu, lama-lama bisa mengubah cara berpikirnya dan akhirnya terpengaruh,” ungkap dosen Politeknik Negeri Balikpapan ini.

 Namun, ada juga pandangan secara media yang mengatakan, LGBT ini karena faktor hormonal dari tiap individu yang komposisinya tidak sesuai dengan jenis kelamin mereka. Sebab, menurut media, LGBT ini bukan karena perilaku yang salah atau bukan karena penyakit menular.

 Oleh sebab itu, peran orangtua sangatlah penting. Orangtua harus peka dan cermat terhadap perkembangan tumbuh kembang anaknya sejak usia dini. Karena perilaku orangtua memengaruhi pembentukan konsep diri anak, baik secara fisik maupun psikologisnya.

 “Sebijaksana mungkin orangtua harus mengenali karakter anak-anaknya, melakukan pendekatan persuasif pada anak. Terutama tentang pengetahuan mereka akan peran jenis kelamin mereka. Bukan saja memberikan pengetahuan pendidikan seksual pada anak remaja, tetapi lebih menjelaskan pada fungsi dan peran mereka dalam kehidupan. Yang tujuannya mereka mempunyai konsep diri yang positif secara psikologis, fisik dan sosial dengan berlandaskan pengetahuan agama sebagai filter mereka dalam pergaulan,” jelasnya.

 Namun yang menjadi permasalahan saat ini, yakni masih adanya asumsi dari masyarakat bahwa pendidik seksual kepada anak itu merupakan mengajarkan tentang seks. Asumsi itu salah. Pemberian pendidikan seksual ini untuk memberikan pengetahuan akan fungsi mereka. Agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas atau pergaulan yang salah.

 “Orangtua memberikan pengetahuan agar diri mereka tidak melewati batas yang semestinya. Orangtua juga cermat dengan siapa anak bergaul. Bukan investigasi, tapi mengenali teman dan dunia remaja mereka. Dengan begitu dapat menghindarkan anak terjerumus dalam komunitas LGBT ini,” tutup dia. (pri/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:19

Dua Pelajar SMK Azkiah Tenggelam Digulung Ombak

BALIKPAPAN   -  Niat menghabiskan waktu usai belajar di sekolah, dua orang pelajar tenggelam…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:17

Hindari Terjangan Tsunami, Berlari hingga 10 Km

Usianya memang sudah tak muda lagi, namun semangat Nenek Husna untuk bertahan hidup patut diacungi jempol.…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:16

Ahmad Dhani Resmi Tersangka

SURABAYA  -  Penyidik Polda Jatim resmi tetapkan Ahmad Dhani Parsetyo sebagai tersangka kasus…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Wagub Sarankan Perda LGBT

BALIKPAPAN  -  Rencana Pemkot Baikpapan mengeluarkan payung hukum untuk mencegah bertambahnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:10

Heboh LGBT, Wako Janjikan Deklarasi

PAYAKUMBUH  --  Sejak beberapa waktu terakhir, publik di Payakumbuh dibuat heboh dengan dugaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:09

Jemput Pacar Orang Dikeroyok Siswa SMP

BALIKPAPAN  –  Nasib apes dialami siswa salah satu sekolah di Balikpapan Barat, PN.…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:02

Start Apik Indonesia

JAKARTA   - Timnas U-19 Indonesia berhasil meraih tiga poin perdana di Piala AFC U-19 setelah menundukkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:20

Nyawa Siswi SMPN 17 Melayang

BALIKPAPAN   -  Situasi di SMPN 17, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara mendadak…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:15

Truk Pengangkut Kerupuk Atret

BALIKPAPAN  - Jupri kaget bukan kepalang. Saat tengah asyik menonton televisi (TV) di kamarnya,…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:14

Satpol PP Razia Miras dan WTS, Begini Hasilnya....

BALIKPAPAN  -  Puluhan botol minuman keras (miras) berbagai merek diamankan dari sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .