MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:06
Dana Jadup Bisa Jadi Bumerang

PROKAL.CO, TANJUNG  -  Dana Jaminan Hidup (Jadup) untuk korban gempa memang masih menjadi pembahasan pemerintah pusat. Namun Pemkab Lombok Utara khawatir akan realisasi jadup tersebut. Sebab jika tidak lolos pembahasan akan menjadi bumerang bagi pemkab.

"Karena kalau tidak lolos sekarang pemkab sudah terlanjur menjanjikan," ujar Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lombok Utara Itradim, Kamis (11/10).

Ia menuturkan jadup sedang dibahas melalui APBN Perubahan. Saat ini pusat meminta data masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat. Sedangkan Dinsos masih menunggu hasil verifikasi yang belum selesai itu rampung.

"Jumlah KK yang sudah terverikasi berapa, dan data itulah nanti yang akan kita pakai, dari jumlah jiwa per KK itu nanti," sambungnya.

Kata dia, pemberian jadup nantinya bisa dipastikan hanya untuk korban yang mengalami kerusakan berat saja. Sementara rusak sedang dan rusak ringan tidak mendapatkan jadup.

"Itu kan kebijakan pusat, hanya untuk yang rusak berat," ungkap dia.

Hal ini juga didukung oleh aturan Kementerian Sosial (Kemensos). Mengacu pada aturan di Kemensos yakni seseorang individu atau yang mengalami bencana. Anggaran jadup akan bisa dicairkan setelah masa transisi darurat itu selesai.

"Makanya kita menunggu data itu, data yang rusak berat, dari sanalah kita hitung jumlah per KK-nya nanti berapa," imbuh dia.

Selain itu juga ada aturan dari Kementerian Keuangan. Yakni, menunggu sampai para korban gempa kembali dan tinggal dengan rumah hunian sementara.

"Maka sebenarnya warga di sini itu adalah korban dari kebijakan pusat," tegasnya.

Dalam beberapa bulan ini pihaknya mendapatkan laporan terkait keluhan jadup. Pihaknya belum bisa memberikan solusi karena daerah tidak mungkin menganggarkan hal tersebut. Ini merupakan tanggung jawab pusat pada masa tanggap darurat lalu.

 

Sedangkan terkait surat edaran, memang diminta untuk tidak menjanjikan dulu uang tersebut karena masih dalam pembahasan. Hal ini yang dikhawatirkan Pemkab Lombok Utara. Sebab jika tidak lolos pembahasan, pemkab sudah terlanjur menjanjikan.

 

"Apalagi sekarang tidak hanya di Lombok jadi perioritas. Ada Palu dan Jawa Timur yang sedang dalam bencana juga," pungkasnya.

 

Sebab itu Itradim berharap jadup bisa terealisasi meskipun agak terlambat. Masa transisi akan berakhir pada 26 Februari 2019 mendatang. Meskipun tidak terealisasi di APBN Perubahan 2018, setidaknya bisa di APBN 2019.

 

"Karena kan masa transisi kita sampai 26 Februari, jadi makanya kalaupun di APBN Perubahan tidak bisa, kan bisa direalisasikan di APBN murni 2019," harapnya. (fer/r7/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 00:54

Duda Tewas Terseruduk Tangki

BANYUWANGI  –   Malang benar nasib Saiful Bahri (48) warga Dusun Aseman, Desa Bimorejo,…

Sabtu, 17 November 2018 00:53

Tahanan Lapas Meninggal Tak Wajar

PALEMBANG   - Yuhendri Kusnandi (39), tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Enim, diduga…

Sabtu, 17 November 2018 00:52

Bakar Sampah, Merembet ke Semak Belukar

BALIKPAPAN  -  Semak belukar yang berada di sebelah pembuangan sampah milik warga di Jalan…

Sabtu, 17 November 2018 00:51

Terhimpit Utang, Aniaya Wanita Paru Baya

BUNTOK  -  Gara-gara terhimpit utang, seketika pikiran jahat Panjul muncul. Melihat Misniarwati…

Jumat, 16 November 2018 08:00

Pemadat dan Pengedar Sabu Diciduk

SANGATTA   -   Dua pemuda terpaksa merasakan dinginnya lantai penjara. Pasalnya, keduanya…

Jumat, 16 November 2018 07:58

Baiq Nurul Tulis Surat untuk Jokowi

MATARAM  -  Dukungan untuk Baiq Nuril Maknun,36 tahun terus mengalir. Berbagai pihak mendorong…

Jumat, 16 November 2018 07:56

Geledah Perampas HP Temukan SS

SURABAYA   -  Pertunjukan drama kolosal  Surabaya Membara menyisakan cerita bagi…

Jumat, 16 November 2018 07:55

Jaksa Kirim Surat Eksekusi

MATARAM  - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram melayangkan surat panggilan…

Kamis, 15 November 2018 07:36

Tikam Kekasih karena Cemburu

BANJARMASIN   -   Muhammad Fikriansyah alias Fikri bakal menjalani harinya di balik jeruji…

Kamis, 15 November 2018 07:34

Polisi Periksa Semua Tetangga Korban

JAKARTA   –   Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi menjadi PR besar yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .