MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 15 Oktober 2018 08:09
Sabu Dongkrak Keberanian Penjahat

Mencuri untuk Penuhi Kebutuhan Candu Narkotika

KAPOK: Seorang pengedar sabu yang terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi karena berusaha kabur dan melawan aparat.

PROKAL.CO, Narkotika dan penjahat jalanan semakin berkawan erat. Dari pengungkapan sejumlah kasus, polisi tidak saja mendapati penjahat jalanan sebagai pelaku pencurian, melainkan ada pula yang diduga nyambi sebagai penyalahguna hingga pengedar narkoba.

Pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) memunculkan fenomena baru setahun belakangan. Tidak murni mencuri untuk kebutuhan hidup. Muncul motif lain untuk mencuri, yakni kebutuhan akan candu narkotika.

 
Dugaan itu muncul karena dari beberapa tersangka yang ditangkap, setelah dilakukan tes urine rupanya positif mengandung zat narkoba. Bukan itu saja, dari penggeledahan polisi di setiap rumah dan tempat persembunyian tersangka, ditemukan barang bukti berupa sabu.

 

Jika tidak ditemukan barang bukti mengenai narkotika, para pelaku kerap mengaku motifnya mencuri adalah untuk membeli sabu. ”Buat (beli) sabu sama makan,” kata Dayat salah satu pelaku curat yang ditangkap Polres Mataram belum lama ini.

 

Narkoba yang dipakai pelaku curanmor diduga kuat untuk efek doping. Membuat mereka lebih berani dalam beraksi. Atau sebagai cara pelaku bersenang-senang usai melakukan tindak pidana.

 

Untuk Dayat, dia memilih menggunakan cara terakhir. Membeli sabu setelah menjual seluruh barang curiannya. ”Habis nyuri dulu baru make sabu,” ujar dia.

 

Jejak kejahatan pria yang baru berusia 19 tahun tersebut dimulai medio 2016. Aksi pertamanya dilakukan di rumahnya sendiri. Dayat mengaku mengambil laptop milik saudaranya sendiri.

 

Sempat vakum selama hampir dua tahun usai pencurian pertama, Dayat melanjutkan aksinya. Hanya dalam tiga hari, Sabtu (6/10) hingga Selasa (9/10) pelaku mencuri di dua rumah, di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

 

Rentang waktu pencurian yang berdekatan diduga kuat akibat zat adiktif di tubuh Dayat. Pelaku didesak akan kebutuhannya mengkonsumsi sabu. ”Saya pakai sabu dari 2017, lupa kapan waktunya, tapi itu yang pertama kali,” tutur dia.

 

Dalam pencurian yang kedua dan ketiga, pelaku membobol rumah tetangganya sendiri. Perbuatannya dilakukan menjelang waktu subuh, sekitar pukul 03.30 Wita. Pelaku beraksi ketika korban tengah tertidur dengan lelapnya.

 

Di pencurian pertamanya, Sabtu (6/10) pelaku membawa kabur lima unit handphone, satu unit sepeda motor, dan satu jam tangan senilai Rp 10 juta.

 

Aksi pertama yang berjalan mulus, membuat Dayat ketagihan. Dia mengulangi perbuatannya dengan menyatroni rumah Aminah, yang tak jauh dari tempat pencurian pertamanya. Lokasi kedua ini pelaku mengambil motor, dua handphone, dan perhiasan emas.

 

Dayat rupanya tidak beraksi sendiri. Dia melibatkan rekannya yang masih berusia 16 tahun, berinisial RY. Di dua pencurian itu, hanya Dayat yang masuk ke dalam rumah, untuk menggasak barang-barang milik korban.

 

”Saya cuma diajak aja sama dia (Dayat, Red),” aku RY.

 

Setelah membawa kabur barang milik korban, pelaku menjualnya ke sejumlah tempat. Hasil penjualan barang curian digunakan pelaku untuk membeli narkotika jenis sabu.

 

Saking mendesaknya kebutuhan akan sabu, pelaku sampai tidak bisa membedakan barang yang mahal dan murah dari hasil pencurian mereka. Misalnya saja jam tangan merek Bulova milik korban.

 

Jam tangan tersebut diakui korbannya dibeli seharga Rp 10 juta. Tetapi oleh pelaku, setelah mencurinya, hanya dijual Rp 100 ribu. Dayat sendiri baru mengetahui harga sesungguhnya dari jam tersebut usai diberitahu penyidik kepolisian.

 

”Dijual ke tempat loak itu, cuma Rp 100 ribu,” katanya polos.

 

Efek sabu terlihat jelas di tubuh Dayat. Tubuh remaja asal Ampenan ini terlihat kurus. Wajahnya juga tirus. Dayat mengatakan, hasil penjualan barang curiannya memang digunakan untuk membeli sabu.

 

”Tetap beli itu (sabu,Red). Pakainya kalau ada uang saja,” tutur dia.

 

Wakapolres Mataram Kompol Nanang Budi Santosa mengatakan, polisi yang mendapat laporan pencurian segera melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan keterangan saksi, petugas mendapatkan petunjuk bahwa pencurian didalangi Dayat.

 

Selanjutnya, tim menyebar mencari keberadaan pelaku. Upaya petugas membuahkan hasil manis. Kemarin, polisi melihat Dayat tengah berada di sebuah warung, tak jauh dari Lingkungan Karang Bagu, Cakranegara.

 

Ketika akan ditangkap, Dayat berusaha kabur. Petugas sempat memberi tembakan peringatan, namun tidak digubris pelaku. ”Petugas di lapangan akhirnya memilih untuk menembak kaki pelaku,” tutur Nanang.

 

Setelah tertangkap, Dayat memberi petunjuk keberadaan rekan kejahatannya, yakni RY. ”Pelaku kedua ini kita tangkap di Sayang-sayang, tanpa perlawanan,” sambung dia.

 

Lebih lanjut, dalam penangkapan kemarin, polisi berhasil mendapatkan sebagian barang yang diambil pelaku. Antara lain, tujuh unit handphone, tiga cincin emas, dan uang hasil gadai motor sebanyak Rp 590 ribu.

 

”Barang bukti lainnya masih kita cari, ada dua motor yang masih belum ditemukan,” tandas Nanang.(wahidi akbar sirinawa/r2/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 00:54

Duda Tewas Terseruduk Tangki

BANYUWANGI  –   Malang benar nasib Saiful Bahri (48) warga Dusun Aseman, Desa Bimorejo,…

Sabtu, 17 November 2018 00:53

Tahanan Lapas Meninggal Tak Wajar

PALEMBANG   - Yuhendri Kusnandi (39), tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Enim, diduga…

Sabtu, 17 November 2018 00:52

Bakar Sampah, Merembet ke Semak Belukar

BALIKPAPAN  -  Semak belukar yang berada di sebelah pembuangan sampah milik warga di Jalan…

Sabtu, 17 November 2018 00:51

Terhimpit Utang, Aniaya Wanita Paru Baya

BUNTOK  -  Gara-gara terhimpit utang, seketika pikiran jahat Panjul muncul. Melihat Misniarwati…

Jumat, 16 November 2018 08:00

Pemadat dan Pengedar Sabu Diciduk

SANGATTA   -   Dua pemuda terpaksa merasakan dinginnya lantai penjara. Pasalnya, keduanya…

Jumat, 16 November 2018 07:58

Baiq Nurul Tulis Surat untuk Jokowi

MATARAM  -  Dukungan untuk Baiq Nuril Maknun,36 tahun terus mengalir. Berbagai pihak mendorong…

Jumat, 16 November 2018 07:56

Geledah Perampas HP Temukan SS

SURABAYA   -  Pertunjukan drama kolosal  Surabaya Membara menyisakan cerita bagi…

Jumat, 16 November 2018 07:55

Jaksa Kirim Surat Eksekusi

MATARAM  - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram melayangkan surat panggilan…

Kamis, 15 November 2018 07:36

Tikam Kekasih karena Cemburu

BANJARMASIN   -   Muhammad Fikriansyah alias Fikri bakal menjalani harinya di balik jeruji…

Kamis, 15 November 2018 07:34

Polisi Periksa Semua Tetangga Korban

JAKARTA   –   Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi menjadi PR besar yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .