MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:42
Eksperimen yang Menakutkan

3 Belanda v Jerman 0

MENGAMUK: Setelah dikagetkan dari gol Virgil van Dijk pada menit ke-30, dalam enam menit terakhir gawang Neuer dua kali bobol melalui Memphis Depay dan Georginio Wijnaldum.

PROKAL.CO, AMSTERDAM  –  Joachim Loew mulai kehilangan daya untuk mengembalikan kekuatan anak asuhnya. Eksperimen yang Loew lakukan belum bisa membawa Jerman balik ke winning track-nya. Puncaknya Die Mannschaft menelan kekalahan terburuk sepanjang masa di tanah Belanda, kemarin WIB (14/10).

Manuel Neuer dkk menelan kekalahan tiga gol tanpa balas dalam Matchday kedua Grup 1 League A UEFA Nations League di Johan Cruyff Arena, Amsterdam. Setelah dikagetkan dari gol Virgil van Dijk pada menit ke-30, dalam enam menit terakhir gawang Neuer dua kali bobol. Yaitu dari gol Memphis Depay yang digandakan Georginio Wijnaldum saat menit ketiga injury time.

Petaka di Amsterdam itu menjadi kali kedua eksperimen Jogi gagal membunuh lawan di Nations League. Dengan eksperimen yang sama, Jerman ditahan Prancis tanpa gol (7/9). ''Hasil yang seperti membuat perut kami seperti sudah dipukul sekeras-kerasnya,'' sesal striker Jerman Timo Werner dalam situs resmi UEFA.

Ya, Werner termasuk buah eksperimen Loew. Werner yang berposisi asli sebagai pemain nomor 9, digeser melebar menjadi winger kiri. Selain Turbo Timo, Thomas Mueller dan Joshua  Kimmich juga jadi “kelinci percobaan” Loew. Mueller yang biasa berposisi jadi second striker, di dua laga Nations League ditempatkan sebagai winger kanan.

Begitu pula dengan Kimmich yang tidak lagi kembali jadi bek kanan. Posisi Kimmich di skuad Jerman kini lebih ke posisi 6 sebagai gelandang bertahan. Kemarin, perannya pun hampir seperti double pivot dengan Toni Kroos yang kerap naik membantu serangan. Dari tiga spot itu, muncullah kelemahan juara dunia 2014 itu.

Dengan memilih Werner-Mueller, Loew meninggalkan winger-winger murni potensial di Jerman. Julian Brandt, Leroy Sane, dan Serge Gnabry tak masuk starting eleven. Kalau Brandt-Sane masuk sebagai pengganti, Gnabry duduk manis di bench. Werner-Mueller belum memiliki pengalaman menyuplai bola dari posisi melebar.

Makanya, Jerman nirgol dalam dua laga Nations League dari total 29 tembakan. Apabila diakumulasikan dengan kekalahan atas Korsel di Matchday terakhir fase grup Piala Dunia 2018 lalu, maka ini jadi kali pertama Jerman tak bisa menjebol gawang lawan di tiga laga kompetitif.

''Itu (mencetak gol) jadi kelemahan terbesar kami,'' ungkap Werner.

Hal yang sama juga terjadi dengan Kimmich. Selain di timnas, Josh sudah di dua musim  terakhir tak main sebagai gelandang bertahan. Terakhir, Kimmich melakoni peran tersebut pada Spieltag 31 Bundesliga 2016-2017 melawan VfL Wolfsburg (29/4/2017). Menggeser Kimmich, sisi kanan Jerman yang diisi Matthias Ginter pun jadi titik lemah.

Kimmich yang masih hijau di posisi 6 pun juga menjadi lubang pada pertahanan Jerman. Bavarian Football Works menyebut, Sebastian Rudy opsi terbaik. Bukan Kimmich. ''Kami akui kami lebih lamban dalam bergerak, mudah hilang kontrol dan belum padu sebagai tim,'' ungkap Kimmich, dikutip T-Online.

Ada satu fakta unik lagi yang ditulis Der Spiegel. ''Jogi hanya melihat pemain tua, bukan anak-anak muda yang duduk di bench,'' tulis majalah yang bermarkas di Hamburg itu. Kemarin dia masih percaya dengan Manuel Neuer, Mats Hummels, dan Jerome Boateng. Tiga pemain di lini belakang itu yang dikritisi media-media Jerman.

Loew tak menjajal Niklas Suele, Jonathan Tah atau Bernd Leno. ''Itu (kritikan) wajar dan   saya tak peduli dengan apa yang terjadi di luar. Kami butuh pemain yang berpengalaman,'' ucap Loew kepada RP Online. Kekalahan di Amsterdam jadi yang kelima di tahun ini. Rekor negatif itu merusak rekor 168 laga Loew sebagai der trainer Jerman. Dia merayakandengan tekanan.

Selain tak mampu mengembalikan Jerman ke winning track, di Nations League pun kans mereka bertahan di League A terancam. Apalagi, Rabu dini hari besok WIB (17/10) Jerman pun sudah dinanti Prancis di Stade de France, Saint-Denis. ''Di Paris, kami coba menunjukkan siapa kami,'' koar Loew, dikutip situs Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). (ren/jpg/san)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:13

Reuni #10YearsChallenge

LONDON  – Dalam tiga hari belakangan tagar #10yearschallenge berseliweran meriah…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:11

Ollie dan Memori London Colney

LONDON – Setelahberganti kostum dari Arsenal ke Chelsea, baru dini…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:10

Mantan yang Menyebalkan

TEROR yang didapat gelandang Real Madrid Dani Ceballos dari suporter…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:10

Besok, PSI Gelar Muskot

BALIKPAPAN  -   Masa kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Squash…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:09

Malaysia Berencana Tambah Pembalap di Pentas MotoGP

MALAYSIA  tidak puas hanya memiliki Hafizh Syahrin di kompetisi MotoGP.…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:08

Menang Tiga Set Langsung, Nadal ke Babak 16 Besar

MELBOURNE -  Rafael Nadal kembali mencatat kemenangan straight sets di…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:07

Salahudin Kepincut Datangkan Musafri

BALIKPAPAN  -  Umur hanya sebatas angka. Soal stamina dan fisik…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Esteban Vizcarra Warisi Nomor Punggung Atep

ESTEBAN Vizcarra resmi bergabung bersama tim Persib Bandung pada musim…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Harapan Sniper Persebaya untuk Hansamu Yama

IRFAN Jaya sudah sangat kenal dengan rekrutan anyar Persebaya Surabaya,…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:05

Slot Kiper Belum Komplet

BALIKPAPAN  -  Persiba Balikpapan baru memiliki dua penjaga gawang. Fajar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*