MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Sabtu, 03 November 2018 07:43
Imunisasi MR Baru 78,40 Persen

Diperpanjang hingga 7 November

KEJAR TARGET: Imunisasi MR yang digelar DKK di salah satu sekolah di Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pelaksanaan vaksin measles dan rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang ditargetkan rampung Oktober 2018, baru terealisasi 78,40 persen. Oleh karenanya, pelaksanaan imunisasi diperpanjang hingga 7 November 2018. Kabid Pencegahan dan Pengendali Penyakit DKK Balikpapan, Esther Vonny mengatakan, perpanjangan vaksin ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

 “Kami juga baru menerima surat dari Dinkes provinsi sore ini (kemarin). Kami optimis, semoga pelaksanaan vaksin sesuai target 95 persen,” kata Vonny.

 DKK Balikpapan terus memberikan vaksin secara bergantian di beberapa sekolah. Terkait pelaksanaan tersebut, DKK meminta dukungan semua pihak. Termasuk dukungan dari media untuk selalu menyosialisasikan vaksin MR tersebut.

 “Kami memohon dukungan seluruh pihak, termasuk media agar bisa menjadi perpanjangan kami dan bisa memanfaatkan kesempatan vaksin ini sebaik-baiknya. Bagi yang belum dilayani MR dapat langsung ke puskesmas terdekat,” pungkasnya. 

 

Untuk diketahui, sasaran vaksin MR anak usia 9 sampai 15 tahun di Kota Minyak sebanyak 172.780 anak. Itu terdiri dari 118.607 anak sekolah dan 54.173 anak di luar sekolah. Sebelumnya Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, pelayanan vaksinasi dalam sehari bisa mencapai 2 persen. Dengan begitu, minimal setiap harinya ada 2.500 sampai 3.000 orang yang divaksin.

 

“Mudah-mudahan satu hari bisa sampai tiga ribu orang atau dua persen,” ungkap Rizal.

 

Saat ini, dikatakannya, memang masih ada orangtua yang menolak anaknya divaksin. Ia pun berharap adanya kesadaran dari keluarga atau orangtua yang anak-anaknya belum divaksin. “Bagaimanapun ini demi kepentingan keluarga mereka. Ini bukan hanya kepentingan orang lain, tapi juga masing-masing anak tersebut. Mudah-mudahan beberapa hari ini semuanya bisa terbuka hatinya dengan ikhlas, mempersilakan petugas kami untuk melakukan vaksin,” ungkap Rizal.

 

Namun, lanjutnya, jika sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB) rubella, vaksinasi tidak bisa lagi ditawar. “Kalau sampai terjadi KLB, maka semua yang akan rugi,” tandasnya. (cha/vie/k1)

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 08:28

MEGAPROYEK

JALAN tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer akan beroperasi tahun ini.…

Minggu, 20 Januari 2019 08:22

BBPOM Diminta Awasi Ketat Obat dan Makanan

SAMARINDA - Gubernur Isran Noor meminta Balai Besar Pengawasan Obat…

Minggu, 20 Januari 2019 08:20

Debat Bisa Naikkan 10 Persen Elektabilitas

BALIKPAPAN - Debat Pilpres 2019 tahap pertama telah digelar KPU…

Minggu, 20 Januari 2019 08:14

PDAM Tuntaskan Verifikasi 1.000 Calon Pelanggan MBR 2019

BALIKPAPAN - PDAM Balikpapan telah menuntaskan pendataan ulang dan verifikasi…

Minggu, 20 Januari 2019 08:10

Pemprov Kembangkan Tanaman Sukun

BALIKPAPAN - Sejumlah lahan di wilayah Kalimantan Timur cukup produktif…

Minggu, 20 Januari 2019 08:07

“Politik Ekonomi Islam, Solusi Hakiki Persoalan Elpiji”

Oleh: Fani Ratu Rahmani (Penggiat Media Sosial Balikpapan) PERSOALAN elpiji…

Minggu, 20 Januari 2019 08:04

HUT Kota, Gelar Samarinda Smart City Festival

SAMARINDA - Usai perayaan HUT ke-62 Provinsi Kaltim pada 9…

Minggu, 20 Januari 2019 08:03

Terganggu, Penonton Main Ponsel

DEBAT pertama Pilpres 2019 dirusak beberapa orang yang asyik bermain…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:00

BERPOTENSI GENJOT PAD

 Pemerintah Kota Balikpapan akan mengoperasikan kembali eks Pelabuhan Feri Somber…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:59

Perusakan APK Caleg Mulai Marak

BALIKPAPAN  -  Perusakan alat peraga kampanye (APK) calon anggota legislatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*