MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 05 November 2018 07:52
Ketagihan Judi, Curi Barang Perusahaan

Mengungkap Ulah Pekerja Berhati Busuk

BAKAL DIBUI: Salah seorang pekerja yang mencuri barang-barang perusahaan diamankan beserta barang bukti.

PROKAL.CO, Para pekerja ini membuat perusahaan tempatnya bekerja buntung. Mereka menggerogoti tempat bekerjanya dari dalam. Mencuri satu per satu barang perusahaan untuk keuntungan diri sendiri. Motivasinya beragam, mulai dari sakit hati hingga ketagihan berjudi.


Kantor tempat Kadri mencari nafkah baru saja tutup jam kerja. Sekitar pukul 17.00 Wita, seluruh pekerja, satu per satu pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali dengan Kadri.
Berselang satu jam setelahnya, pada 9 Oktober, sekitar pukul 18.00 Wita, pemuda asal Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar) ini, kembali lagi ke kantornya. Kembalinya Kadri bukan tanpa alasan. Dia hendak mengambil barang inventaris kantor.

”Saya kembali ke kantor pas kondisi lagi sepi, untuk mencuri barang-barang kantor,” kata dia.

Pencurian dilakukan Kadri selama tiga hari berturut-turut. Dimulai 9 Oktober lalu. Bermula dari barang kecil, yakni dua boks berisi gelas. Setelah itu, pemuda asal Desa Langko Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, membawa kabur dua unit speaker.

Gelas tersebut kemudian dibagikan Kadri ke sejumlah pengungsi di dekat rumahnya. Untuk speaker, dijual ke kawannya senilai Rp 300 ribu.

Aksi pencurian Kadri terbilang mulus. Bermodal kunci kantor, yang dipercayakan bosnya, Kadri leluasa mencuri satu per satu barang kantor.

Setelah gelas dan speaker mati, Kadri mengambil barang lainnya. Secara berturut-turut, pelaku membawa kabur kabur satu unit televisi, tiga unit amplier merek SoundQueen, dan satu unit genset dengan daya 7500 watt. Pencurian ini dilakukan pelaku seorang diri. Hanya bermodal kunci kantor saja.

Kadri mengatakan, di hari terakhir pencuriannya, pelaku sempat dibantu temannya. ”Sempat bantu naikin genset saja. Saya ga dicurigai, soalnya kerja di sana juga,” aku Kadri.

Jika ditotal, nilai ekonomis barang yang dibawa kabur pelaku sebanyak Rp 40 juta. Tetapi, pelaku hanya mengantongi uang sekitar Rp 8 juta. Uang tersebut berasal dari penjualan televisi seharga Rp 3 juta; genset Rp 3 juta; dan gadai power amplifier senilai Rp 2 juta.

Uang curian dihabiskan Kadri di arena judi. Pemuda 21 tahun ini mengaku, judi juga yang membuat dia berani mencuri di kantornya. ”Saya sudah judi dari SD kelas 6,” terang dia.

Uang panas dari hasil pencurian tidak bertahan lama. Kata pelaku, uang sebanyak Rp 8 juta hanya bertahan dua malam saja. ”Sempat menang, tapi kalah lagi, tidak ada sisa,” ungkapnya.

Jika Kadri mencuri karena ketagihan judi, tidak demikian dengan Ulus. Berawal dari sakit hati karena kerap dimarahi bosnya, Ulus merancang aksi pencurian bersama tiga rekannya, yakni Rahman, Amin, dan Osul.

Aksi yang dilakukan keduanya, terjadi medio Februari tahun lalu. Mereka beraksi dengan mencuri alat las milik CV Cahaya Satu, di Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

”Sakit hati. Suka dimarahi sama bos,” aku Ulus saat diamankan Tim Resmob 701 Polres Mataram.

Gerombolan pencuri ini memulai aksinya dengan sangat mudah. Sebab, Ulus diketahui bekerja sebagai penjaga malam di CV Cahaya Satu.

Alat-alat milik CV Cahaya Satu pun dibawa kabur. Antara lain, satu set alat las, satu unit kompresor, tabung gas 3 kilogram, pompa air, bor listrik, dan satu gerobak besi merek Arco diangkut mereka.

Pekerja-pekerja yang menggerogoti perusahaan dari dalam, tidak saja dilakukan Kadri dan Ulus. Oknum pekerja lainnya adalah Puji, penjaga gudang semen di PT Nusa Tenggara Mandiri, Lingkungan Jempong, Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pelaku diketahui mencuri sekitar 70 sak semen mereka Tonasa dengan berat masing-masing 50 kilogram. Aksi pencuriannya dilakukan dengan mencicil.

”Diambil satu per satu, tidak sekaligus begitu,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam.

Puji, kata Kapolres, menjalankan aksinya ketika perusahaan tempatnya bekerja tutup. Pengakuan pelaku, pencurian dilakukan dalam tiga tahap.

Pelaku berturut-turut membawa 25 sak semen; 20 sak semen; dan terakhir 20 sak semen pada 26 Oktober lalu.

Sama halnya dengan dua pelaku sebelumnya, Puji juga menjadi orang kepercayaan bosnya. Dia dipercaya untuk membawa kunci gudang PT Nusa Tenggara Mandiri.

Meski telah diberikan gaji, pelaku tega mengkhianati perusahaan tempatnya bekerja. 70 sak semen yang diambilnya, dibawa menggunakan mobil pikap, yang juga milik perusahaan.

”Saya jual kembali di wilayah Jempong. Satu saknya itu (dijual) Rp 40 ribu,” aku Puji.

Kapolres mengatakan, polisi mendapat petunjuk yang sama sebelum menangkap ketiga pelaku. Yakni, pelaku tiba-tiba tidak masuk kerja usai pencurian yang mereka lakukan.

”Selain itu, tidak ada jejak perusakan juga. Jadi kita curigai orang-orang yang memegang kunci,” pungkas Alam.

(wahidi akbar sirinawa/r2)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 12 April 2019 11:21

Ipong Tunggu Tuntutan Jaksa

BALIKPAPAN-Terdakwa Hasto Purnomo alias Ipong (50), pelaku pembakaran rumah di…

Jumat, 12 April 2019 11:20

Perampok Sadis Segera Diadili

BALIKPAPAN-Berkas tersangka Fahri Ibnu Irawan (35) warga Jalan Gunung 4,…

Rabu, 10 April 2019 11:17

Riki Jadi Pengedar Narkoba Tanpa Modal

PENAJAM- Riki Riyanto (23), pengedar narkoba di wilayah Kecamatan Waru…

Selasa, 09 April 2019 11:38

Polisi Limpahkan Berkas Tersangka ke Kejaksaan

BALIKPAPAN- Setelah sekian lama ditangani oleh penyidik kepolisian dari Satreskrim…

Selasa, 09 April 2019 11:37

Dua Pengedar Narkoba Dibekuk di Waru

PENAJAM- Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) meringkus dua pengedar…

Selasa, 09 April 2019 11:36

Curi HP di Tempat Kerja, Yu Diringkus

TANA PASER– Seorang warga Jalan Padat Karya Desa Batu Kajang…

Selasa, 09 April 2019 11:35

Kasus Hoax Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos Disidangkan

BALIKPAPAN-Setelah sekian lama bergulir di Polda Kalimantan Timur dan kemudian…

Senin, 08 April 2019 11:06

Pastikan Tak Ada Tebang Pilih, THM dan Distributor Miras Dirazia

BALIKPAPAN-Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mahakam 2019 terus digencarkan, dengan sasaran…

Senin, 08 April 2019 11:04

Patroli URC Dinilai Efektik

BALIKPAPAN - Patroli yang dilakukan dari Tim Unit Reaksi Cepat…

Sabtu, 06 April 2019 10:48

865 Botol Miras Dimusnahkan Kejari

BALIKPAPAN-Aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) didampingi pihak Pengadilan Negeri dan instansi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*